SURABAYA - Tim Rukyatul Hilal Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) hari ini melakukan rukyah di 11 titik di Jawa Timur. Rukyah akan dimulai pada pukul 17.00 WIB

Ketua Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur Saleh Hayat mengatakan, bagi NU untuk menentukan awal Ramadan  selain menggunakan metode perhitungan (hisab) juga disempurnakan dengan melihat hilal (rukyah).

"Tapi berdasarkan hisab, saat ini hilal masih berada -2 derajat. Artinya, masih jauh di bawah ufuk. Jika sudah demikian maka bulan Sya'ban akan digenapkan menjadi 30 hari," kata Saleh kepada Okezone, Selasa (16/6/2015).

Ia juga menjelaskan, berdasarkan perhitungan hilal pula irtifak akan terjadi pada pukul 21.00 WIB sehingga saat rukyah nanti hilal tidak bisa dilihat. Kemungkinan, 1 Ramadan akan jatuh pada 18 Juni 2015.

"Jika itu terjadi kemungkinan sama dengan Muhammadiyah yang menggunakan hisab. Tapi, NU melakukan Rukyatul Hilal. Ibarat makanan empat sehat lima sempurna," jelasnya. "Berdasarkan Hisab, kemungkinan pas manjing (masuk) Maghrib hilal tidak terlihat," tambahnya lagi.

Mantan Anggota DPRD Jatim ini juga menjelaskan, 11 titik di Jawa Timur yang digunakan sebagai tempat rukyatul hilal di antaranya, Pantai Serang (Blitar), Pantai Ambet (Pamekasan), Pantai Gebang (Bangkalan), Tanjung Kodok (Lamongan), Pantai Plengkung (Banyuwangi) dan Pantai Ngliyep (Malang Selatan). Kemudian, Bukit Condro (Gresik), Pasir Putih (Situbondo), Pantai Bangkalan, Pantai Ketapang (Probolinggo) dan Pantai Jeru (Tuban).

Ada beberapa orang yang diterjunkan di masing-masing titik. "Sementara yang dibekali peralatan ada di Bukit Condro. Hasilnya nanti setelah Maghrib," jelas Saleh.

Seperti diketahui, Ormas Muhammadiyah sudah menentukan awal puasa akan jatuh pada 18 Juni 2015. Dalam penentuan itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab. Diprediksi, dua ormas terbesar ini akan sama dalam menentukan awal Ramadan tahun ini.
(Okezone.com)

Posting Komentar

 
Top