TRIBUNNEESBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Meruginya Bandar udara
(Bandara) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang diakui oleh
pelaksana tugas (Plt) General Manager (GM) Angkasa Pura (AP) II
Tanjungpinang, Ufnizar, sebagai pihak pengelola Bandara RHF.
Untuk itu, pihaknya sudah berusaha untuk melakukan berbabagi cara.
Mulai dari menekan pengeluaran hingga mencoba bekerja sama dengan pihak
lain dalam memanfaatkan fasilitas Bandara.
Upaya yang dilakukan misalnya, mencari para pelaku usaha untuk
berinvestasi di ruang-ruang Bandara yang belum terisi, meminta para
pengusaha untuk memasangkan iklan layanan pada fasilitas Bandara,
menekan biaya operasional air dan listrik sampai memberikan kesempatan
Bandara itu untuk tempat latihan para pelajar flight school Perkasa atau
sekolah penerbangan.
Menurut Evan Yolanda, Engineering Junior Manager AP II
Tanjungpinang, terobosan-terobosan tersebut akan bisa menekan kerugian
yang dialami AP II saat ini.
Ia bahkan mengaku optimis, dalam dua tahun mendatang, segala
kerugian yang harus ditanggung, akan ditutupi seluruhnya oleh AP II
Tanjungpinang.
“Tapi di waktu mendatang, saya optimis Bandara RHF akan maju.
Karena Tanjungpinang ini adalah ibu kota provinsi, pertumbuhan derahnya
terus meningkat, potensi pariwisata pun berkembang baik.
Ini menjadi
faktor pendukung. Saya yakin, dua tahun lagi, kerugian dari Bandara ini
akan ditutupi,” ungkap Evan.
Makanya kami meminta juga dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) baik provinsi maupun kota untuk mengembangkan Bandara ini,” tambah Engineering Junior Manager AP II
Tanjungpinang itu seraya menginformasikan bahwa Bandara RHF ditargetkan bisa menampung 1 juta penumpang per tahun, namun saat ini realisasinya baru mencapai 200 ribu penumpang per tahun dengan jumlah 400 penumpang per hari.
(Tribunnews.com)

Posting Komentar