(Foto Ilustrasi)
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan
proyek waduk Jatigede segera dapat dirampungkan, dan mulai dialiri air
pada 1 Agustus 2015. Semua masalah yang mengganjal harus bisa
diselesaikan dalam waktu dekat.
"Pada 1 Agustus harus mulai
pengisian," ungkap Menko Perekonomian Sofyan Djalil, saat menyampaikan
hasil rapat kabinet terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis
(18/6/2015)
Pemerintah telah menyiapkan dana Rp 741,5 miliar
untuk mengganti lahan masyarakat yang berjumlah 10.924 kepala keluarga
(KK). Ini meliputi penduduk yang memiliki hak relokasi 4.515 KK dan
penduduk di sekitar area 6.410 KK.
Sofyan menuturkan proses
pembayaran nantinya akan melibatkan pemerintah daerah (pemda). Masa
pembayaran adalah pada 26 Juni hingga 26 Agustus 2015.
"Masalah pembayaran tanggal 26 juni Jatigede," ujarnya.
Menurut
Sofyan, terus molornya proyek waduk terbesar kedua Indonesia ini,
karena penyelesaian lahan yang terlambat. Bahkan, banyak warga yang
masih menetap, padahal uang ganti rugi atas lahannya sudah dibayarkan.
Selain itu ada juga warga yang kembali lagi ke rumah.
"Proyek
lama benar, karena terlambat selesai sehingga orang sudah diganti rugi
tidak pindah, karena angka waktu panjang jadi telah beranak pinak. Jadi
ini yang kita selesaikan," paparnya.
Waduk Jatigede fungsi
utamanya adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga
air. Waduk Jatigede dibangun dengan cara membendung aliran Sungai
Cimanuk. (Detik.com)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar