BANDUNG - Temperatur udara pada pagi hari di Kota Bandung dalam beberapa hari terakhir ini terasa menusuk tulang. Dilihat berdasarkan data harian, suhu itu termasuk katagori dingin karena berada di bawah suhu rata-rata minimum Kota Bandung.
"Namun untuk pastinya baru diketahui pada akhir Agustus nanti karena itu baru berdasarkan data harian," ujar Staf Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandung, Neneng Sugianti beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan, suhu minimum yang tercatat di Stasiun Geofisika Bandung pada Sabtu 1 Agustus 2015 mencapai 18 derajat Celsius. Hari berikutnya berturut-turut berubah menjadi 17 derajat Celsius, 16 derajat Celsius, 16,5 derajat Celsius. "Sementara Rabu 5 Agustus 2015 16,3 derajat Celsius," tutur Neneng.
Berdasarkan data yang tercatat di Stasiun Geofisika Bandung, suhu minimum di Kota Bandung untuk bulan Agustus, normalnya 17,6 derajat Celsius. Artinya, Bandung kini lebih dingin.
Neneng mengatakan, bumi memantulkan kembali cahayanya berupa gelombang panjang. Sebagai dampaknya, suhu pada permukaan bumi menjadi dingin. "Sehingga kita merasa dingin. Suhu udara yang tercatat di bumi merupakan suhu yang dipancarkan kembali oleh bumi," ungkapnya.
Faktor lain yang menyebabkan temperatur udara terasa dingin, menurut Neneng adalah pada musim kemarau seperti saat ini, massa udara berasal dari Australia yang bersifat kering dan dingin. "Akibatnya, suhu di Kota Bandung terasa dingin," tuturnya.
(Okz/abp)

Posting Komentar

 
Top