BANTEN - Warga Kampung Babakan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Akibatnya, mereka harus merogoh uang belanja Rp20.000 untuk membeli air besrih.
“Selama ini warga di kampung ini, kerap membeli air bersih dengan harga Rp 20 ribu untuk mendapatkan lima jerigen air bersih. Jumlah tersebut, hanya cukup untuk persediaan selama dua hari. Bahkan untuk keperluan air wudhu saja susah," ujar salah satu warga yang jadi korban kekeringan, Haliman, beberapa waktu lalu.
Krisis air bersih sudah melanda kampungnya sejak dua bulan yang lalu. Halimah berharap, pemerintah rutin menyalurkan air bersih di wilayahnya. Sebab, untuk kebutuhan minum, kadang ia terpaksa meminta ke tetangganya.
“Ya jika bisa pemerintah bikin sumur buat warga. Jika tidak, bantuannya dirutinkan,” ucapnya.
Menyikapi masalah itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menyiapkan 20 ribu liter air bersih untuk disalurkan kepada korban kekeringan du Kasemen. Bahkan, sebagai langkah awal BPBD telah mendistribusikan 4.000 liter.
"Sebanyak 20.000 liter air bersih disiapkan oleh BPBD Kota Serang untuk menanggulangi krisis air bersih di Kecamatan Kasemen. Distribusi akan kami lakukan hingga Sabtu mendatang yang ditujukan untuk dua kelurahan, yakni Kelurahan Sawah Luhur dan Margaluyu," ucap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Serang, Heri Sumbara.
(Okz/abp)

Posting Komentar

 
Top