JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi
Pudjiastuti menyebutkan, para pengungsi Rohingya yang ada di Aceh bukan
atas kemauan individual, melainkan ada kaitannya dengan tracking down
(melacak) illegal fishing yang dilakukan di Indonesia.
"Rohingya ini adalah assesment (penilaian) dari saya. Munculnya
Rohingya di Aceh bukan individual, tapi ada kaitannya dengan tracking
down daripada illegal fishing yang kita lakukan di Indonesia," ungkapnya
dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV di Gedung DPR-RI, Jakarta,
Selasa (16/6/2015).
Susi mempunyai keyakinan para pengungsi Rohingya tersebut merupakan
pekerja yang sebelumnya telah bekerja di industri perikanan di Thailand.
Namun, dikarenakan industri perikanan di sana surut, maka mereka pun
dilepas secara massal ke Indonesia.
"Karena industri ini kemudian surut, maka mereka dilepas untuk
dikembalikan menaikkan mereka di atas kapal-kapal secara massif dan
dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat," papar dia.
Sekali lagi Susi menegaskan, pernyataan tersebut merupakan penilaian
pribadi dirinya. Sehingga, dia pun meminta bantuan kepada pihak-pihak
terkait untuk dapat membantu dalam melakukan tindak lanjut investigasi.
"Jadi, ini indikasi personal assessment (penilaian pribadi) saya saat
ini, Pak. Saya juga minta beberapa pihak untuk tindak lanjuti untuk
investigasi," tegasnya.
Sekadar informasi, lebih dari 600 pengungsi Bangladesh dan Rohingya
asal Myanmar rombongan kedua mendarat di Pantai Langsa, bagian timur
Provinsi Aceh pada Jumat 15 Mei 2015 dini hari waktu setempat.
Sebelumnya, rombongan pertama terdampar di perairan Aceh Utara pada
Minggu 10 Mei 2015.
Mereka terdiri dari 210 orang Rohingya asal Myanmar dan 395 orang
dari Bangladesh. Kondisi kesehatan mereka buruk bahkan delapan orang di
antara mereka kini berada dalam perawatan intensif.
(Okezone.com)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar