Jakarta - Komisi I DPR berencana membentuk tim pengawas intelijen
yang beranggotakan anggota tiap-tiap fraksi. Nantinya, tim ini bisa
menginvestigasi operasi intelijen yang dianggap menyimpang.
"Tim
pengawas ini sesuai dengan UU dan aturan DPR, pertama, adalah dia
melakukan pengawasan khusus terhadap pelaksanaan tugas kewenangan BIN,"
kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta
Pusat, Selasa (16/6/2015).
Mahfudz menyadari bahwa tim ini
memang tidak bisa masuk ke sistem BIN terlalu dalam karena BIN bekerja
secara tertutup. Tim ini bekerja ketika ada hal-hal yang diindikasikan
menyimpang.
"Kalau ada satu operasi intelijen terindikasi
melanggar UU atau menyalahi kewenangan, maka tim pengawas bisa bekerja
melakukan investigasi. Tapi investigasi dilakukan tertutup dan menjaga
kerahasiaan informasi," ucap politikus PKS ini.
Cara kerja tim
ini tergantung kasus intelijen yang akan ditangani. Mahfudz memastikan
bahwa tim ini akan kredibel dan bisa menjaga kerahasiaan operasi.
"Tim
ini mewakili setiap fraksi, ditambah pimpinan komisi. Dia diangkat dan
diambil sumpahnya dalam paripurna, salah satunya menjaga kerahasiaan
data informasi intelijen. Jadi tidak sembarangan," ucapnya.
Sebelumnya,
Kekhawatiran sempat muncul apabila anggota pengawas itu menyalahgunakan
wewenang untuk kepentingan politis. Kekhawatiran ini pun sempat
diungkapkan oleh mantan Kepala BIN Hendropriyono.
"Saya bukan mau
bilang setuju atau tidak setuju. Tapi harus hati-hati memilih anggotanya
karena posisi ini bersentuhan dengan rahasia negara. Kalau anggotanya
(pengawas) ganti-ganti, mana ada lagi rahasia negara?" ungkap
Hendropriyono saat berbincang di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu
malam (14/6/2015).
(Detik.com)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar