SINGAPURA – Pasangan ganda putri, Anggia Shitta
Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Suci Rizki Andini/Maretha Dea
Giovani menambah dua medali untuk Indonesia di ajang SEA Games XXVIII di
Singapura. Keduanya kompak menyumbangkan medali perunggu.
Langkah Anggia/Ketut berakhir di fase empat besar usai takluk di tangan ganda putri asal Malaysia, Hoo Kah Mun Vivian/Woon Khe Wei lewat straight set 12-21 dan 11-21. Begitupun dengan pasangan Suci/Dea yang juga tertunduk dari wakil Harimau Malaya, Amelia Alicia Anscelly/Soong Fie Cho melalui dua set langsung 16-21 dan 21-23.
Medali emas dari nomor ganda putri sendiri menjadi milik pasangan Anscelly/Soong yang mengandaskan rekan senegara, Hoo/Woon lewat pertarungan singkat, yakni 21-18 dan 21-13.
Terlepas dari kegagalan meraih medali emas, para srikandi Tanah Air ini banyak belajar dan mendapat berbagai pengalaman. Anggia yang merupakan pemain kelahiran 22 Mei 1994 itu mengatakan, pertandingan yang ia lakoni di SEA Games ini memberinya rasa percaya diri.
“Banyak pelajaran yang kami petik dari SEA Games 2015. Kami senang diberi kesempatan bertanding di SEA Games dan menambah pengalaman kami. Ke depannya, kami harus bisa tampil lebih percaya diri dan yakin dengan kemampuan kami,” tutur Anggia dalam situs badmintonindonesia.org, Selasa (16/6/2015).
“Menurut saya, kalau di pertandingan beregu kami masih kurang kuat di mental bertanding. Kalau di pertandingan perorangan, seharusnya kami lebih bisa mengatur cara main kami di lapangan. Bagaimana caranya dapat satu demi satu poin,” tambah Ketut.
(Okezone.com)
Langkah Anggia/Ketut berakhir di fase empat besar usai takluk di tangan ganda putri asal Malaysia, Hoo Kah Mun Vivian/Woon Khe Wei lewat straight set 12-21 dan 11-21. Begitupun dengan pasangan Suci/Dea yang juga tertunduk dari wakil Harimau Malaya, Amelia Alicia Anscelly/Soong Fie Cho melalui dua set langsung 16-21 dan 21-23.
Medali emas dari nomor ganda putri sendiri menjadi milik pasangan Anscelly/Soong yang mengandaskan rekan senegara, Hoo/Woon lewat pertarungan singkat, yakni 21-18 dan 21-13.
Terlepas dari kegagalan meraih medali emas, para srikandi Tanah Air ini banyak belajar dan mendapat berbagai pengalaman. Anggia yang merupakan pemain kelahiran 22 Mei 1994 itu mengatakan, pertandingan yang ia lakoni di SEA Games ini memberinya rasa percaya diri.
“Banyak pelajaran yang kami petik dari SEA Games 2015. Kami senang diberi kesempatan bertanding di SEA Games dan menambah pengalaman kami. Ke depannya, kami harus bisa tampil lebih percaya diri dan yakin dengan kemampuan kami,” tutur Anggia dalam situs badmintonindonesia.org, Selasa (16/6/2015).
“Menurut saya, kalau di pertandingan beregu kami masih kurang kuat di mental bertanding. Kalau di pertandingan perorangan, seharusnya kami lebih bisa mengatur cara main kami di lapangan. Bagaimana caranya dapat satu demi satu poin,” tambah Ketut.
(Okezone.com)

Posting Komentar