AMSTERDAM - Perusahaan asal negeri Kincir Angin
Belanda, MX3D, mengungkapkan telah mengembangkan cara baru untuk
membangun sebuah jembatan penyeberangan. Pembangunan jembatan tersebut
akan dibangun oleh robot dengan teknologi pencetakan 3D.
Perusahaan cetak 3D R & D startup MX3D tersebut akan membangun jembatan baja dengan teknik cetak 3D multi-axis. Teknik cetakan yang dilakukan oleh robot industri dengan kuat, serta struktur yang kompleks. Demikian seperti dilansir dari IB Times, Selasa (16/6/2015).
MX3D mengungkapkan bahwa jembatan baja tersebut akan didukung dengan desain geometri, logam baja yang kuat, serta dukungan dari tepi kanal jembatan yang kokoh oleh robot. Selain kokoh, bahan tersebut juga mampu dicetak dalam bentuk horizontal tanpa lengkung,
dan diklaim tidak akan jatuh ke bawah air karena gravitasi.
“Kami mulai dengan sepotong logam yang menempel pada kanal bank. Robot mulai dari sisi kanal, mereka mencetak struktur dukungan mereka sendiri, jadi pada dasarnya mencetak jembatan sendiri. Robot berdiri di lantai jembatan untuk melakukan cetakan 3D dan terus bergerak,” jelas Tim Geurtjeuns, CTO MX3D, dilansir dari IB Times.
Menurutnya, MX3D memiliki fisika yang sama seperti orang lain, tapi sepertinya itu gravitasi-defying. Perusahan menggunakan setetes logam, dan perlahan akan membeku.
Senada dikatakan CTO Tim Geurtjeuns, Joris Laarman, desainer Autodesk dari perusahaan kontruksi Heijmans, rekanan dengan MX3D. Kekuatan cetak 3D logam ini tidak perlu dikhawatirkan.
“Mungkin ada kekhawatiran tentang seberapa kuat logam 3D dicetak, dibandingkan logam lainnya. Namun, logam baja MX3D dibuat dan dilas oleh Delft University of Technology (TU Delft) yang terbukti baja ini memiliki kekokohan dan mampu pertahankan 90 persen kekuatan dari baja stainless normal,” jelasnya.
(Detik.com)
Perusahaan cetak 3D R & D startup MX3D tersebut akan membangun jembatan baja dengan teknik cetak 3D multi-axis. Teknik cetakan yang dilakukan oleh robot industri dengan kuat, serta struktur yang kompleks. Demikian seperti dilansir dari IB Times, Selasa (16/6/2015).
MX3D mengungkapkan bahwa jembatan baja tersebut akan didukung dengan desain geometri, logam baja yang kuat, serta dukungan dari tepi kanal jembatan yang kokoh oleh robot. Selain kokoh, bahan tersebut juga mampu dicetak dalam bentuk horizontal tanpa lengkung,
dan diklaim tidak akan jatuh ke bawah air karena gravitasi.
“Kami mulai dengan sepotong logam yang menempel pada kanal bank. Robot mulai dari sisi kanal, mereka mencetak struktur dukungan mereka sendiri, jadi pada dasarnya mencetak jembatan sendiri. Robot berdiri di lantai jembatan untuk melakukan cetakan 3D dan terus bergerak,” jelas Tim Geurtjeuns, CTO MX3D, dilansir dari IB Times.
Menurutnya, MX3D memiliki fisika yang sama seperti orang lain, tapi sepertinya itu gravitasi-defying. Perusahan menggunakan setetes logam, dan perlahan akan membeku.
Senada dikatakan CTO Tim Geurtjeuns, Joris Laarman, desainer Autodesk dari perusahaan kontruksi Heijmans, rekanan dengan MX3D. Kekuatan cetak 3D logam ini tidak perlu dikhawatirkan.
“Mungkin ada kekhawatiran tentang seberapa kuat logam 3D dicetak, dibandingkan logam lainnya. Namun, logam baja MX3D dibuat dan dilas oleh Delft University of Technology (TU Delft) yang terbukti baja ini memiliki kekokohan dan mampu pertahankan 90 persen kekuatan dari baja stainless normal,” jelasnya.
(Detik.com)

Posting Komentar