Selasa, 24 November 2015

Turki: Langgar Wilayah Udara, Kami Tembak Jatuh



ANKARA – Turki dituding pilih kasih dalam menembak jatuh pesawat tempur yang melanggar wilayah udaranya. Namun, tudingan tersebut dibantah oleh pejabat senior mereka.
“Penembakan jatuh pesawat hari ini bukanlah aksi pilih kasih terhadap negara tertentu. Kami akan mengambil tindakan serupa jika ada yang melanggar kedaulatan wilayah udara kami tanpa terkecuali,” ancam pejabat senior yang tidak disebutkan namanya itu, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (24/11/2015).
Angkatan Udara Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia karena dinilai mengacuhkan peringatan pelanggaran wilayah kedaulatan udara. Namun, pemerintah Negeri Beruang Merah melalui Kementerian Pertahanan menolak klaim tersebut.
Menurut Kemenhan Rusia, Pesawat Su-24 milik mereka terbang dalam wilayah udara Suriah. Posisi jatuhnya pesawat di Latakia, Suriah menguatkan klaim tersebut. Rusia memang sedang melakukan operasi di Suriah terkait permintaan Presiden Bashar al Assad untuk membasmi kelompok militan ISIS.
(Okz/dka)

Firmansyah Dicecar soal Biang Keladi Korupsi UPS



JAKARTA - Mantan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Firmansyah mendapati 40 pertanyaan dari penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri usai diperiksa selama sembilan jam sebagai tersangka pengadaan alat uninteruptible power suply (UPS) untuk sejumlah sekolah di Jakarta pada APBD Perubahan 2014.
Kuasa hukum Firmansyah, Abimanyu Kameshwara menjelaskan pertanyaan yang diajukan seputar tugas dan fungsinya sebagai Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014 saat pembahasan anggaran pengadaan alat uninteruptible power suply (UPS) untuk sejumlah sekolah Jakarta pada APBD Perubahan 2014.
"Batasan beliau sebagai ketua komisi. Kemudian ditanyakan munculnya anggaran itu dari mana. Anggota dewan mana yang mengajukan. Bagaimana sampai disahkannya," jelas kuasa hukum Firmansyah, Abimanyu Kameshwara, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/11/2015).
Dia melanjutkan, dalam pemeriksaan sebagai tersangka, penyidik mencoba menggali lebih dalam terkait pengajuan anggaran pengadaan UPS, diantaranya siapa yang pertama kali mengajukan pengadaan ini.
"Lolosnya anggaran itu sesuai dengan prosedur, cuma penyidik menelaah lebih dalam siapa sih yang pertama kali mengajukan ini. Jakarta Barat anggota dewan yang mana, Jakarta Pusat dari komisi berapa, kurang lebih begitu," jelasnya.
Menurut Abimanyu, pengajuan pertama pengadaan alat UPS ini berasal dari Fahmi Zulfikar, yang juga ditetapkan menjadi tersangka oleh Bareskrim. Fahmi diketahui saat itu merupakan anggota Komisi E DPRD periode 2009-2014.
"Dari keterangan beliau itu dari Pak Fahmi dan timnya. Kemudian, posisi Pak Firman itu sebagai Ketua Komisi E, dia telaah semua, dalam rapat paripurna akhirnya disahkan," ungkap Abimanyu.
Seperti diketahui Bareskrim menetapkan Fahmi Zulfikar dan M. Firmansyah sebagai tersangka menyusul dua orang yang telah ditetapkan tersangka sebelumnya yakni Alex Usman dan Zaenal Soleman. Penetapan tersangka ini dilakukan karena mereka diduga turut serta dalam kasus yang merugikan negara lebih dari Rp50 miliar ini.
(Okz/fmi)

Jokowi: Baru Bilang Mau Masuk TPP, di Sini Sudah Ramai



JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, maksud keinginan dirinya untuk membawa Indonesia masuk ke dalam Trans Pacific Partnership (TPP) saat bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama beberapa waktu lalu, malah membuat ramai di Tanah Air.
Menurut Jokowi, dengan hal tersebut membuat Indonesia terkesan takut jika masuk ke dalam TPP, padahal belum mulai berkompetisi.
"Ketemu Obama, saya bilang Indonesia bermaksud masuk TPP, yang di sini malah ramai. Kan baru bermaksud akan masuk. Sebut namanya saja sudah ketakutan sebelum berkompetisi. Dikalkulasi dong," tegas Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Jokowi menjelaskan, sebelum masuk ke TPP, tentu semua harus dihitung dan dipersiapkan secara matang, seperti produk Indonesia apa yang dapat menyerang ke negara lain dan produk dari negara lain yang dapat menyerang ke Indonesia.
"Misal Amerika, ternyata enggak ada produk-produk dari Amerika produk IT, komputer, mobil, pesawat. Bapak-ibu enggak ada yang mau buat pesawat dan komputer kan? Kalau kita tidak ikut TPP itu, barang kita boleh masuk tapi kena barrier kena pajak 20 persen," tukasnya.
(Okz/rzk)

Pilot ini Cantik, Muda, Berbakat Namun tak bernasib Baik



PUNJAB – Pesawat tempur milik Angkatan Udara (AU) Pakistan jatuh di Provinsi Punjab pada Selasa siang waktu setempat. Pilot perempuan yang berada dalam pesawat tempur tersebut dikabarkan tewas.
Menurut sumber AU Pakistan, Marium Mukhtiar sedang berada dalam latihan rutin saat pesawat tempur yang ditumpanginya berada dalam keadaan darurat di tengah penerbangan. Dia dan kopilot berhasil keluar dari pesawat menggunakan kursi pelontar.
Namun, seperti dilaporkan BBC, Selasa (24/11/2015), Marium meninggal di rumah sakit akibat cedera yang dideritanya.
Perempuan berusia 22 tahun itu merupakan salah satu dari sekelompok perempuan yang mendapat kesempatan untuk menjadi pilot pesawat tempur di Pakistan. Dia juga menjadi pilot perempuan pertama yang tewas saat menjalankan tugas.
(Okz/ful)

AU Turki Tembak Jatuh Pesawat Tempur Rusia




ANKARA – Dilaporkan Angkatan Udara (AU) Turki menembak jatuh pesawat tempur yang melewati wilayah perbatasannya. 
Dikabarkan, pesawat tempur F-16 Turki itu menembak jatuh pesawat tempur milik Rusia. Pesawat ini mengabaikan peringatan setelah melewati wilayah kedaulatan udara Turki. 
Sebagaimana diberitakan Reuters, Selasa (24/11/2015), pejabat militer Turki mengatakan bahwa pesawat tersebut dilaporkan melewati perbatasan Turki untuk mencapai Suriah. 
Kabar terbaru menjelaskan bahwa pesawat tersebut milik militer Rusia. Sebab, pejabat militer di Moskow telah memberikan konfirmasi pesawat tempur milik mereka ditembak jatuh oleh militer Turki. 
Dalam rekaman ini, media lokal Turki yaitu Haberturk TV menunjukkan bagaimana pesawat tempur tersebut jatuh setelah ditembak dan terlihat api keluar dari pesawat. 
Reporter dari media lokal mengatakan, pesawat tempur tersebut tampak seperti bola api yang jatuh dari langit. 
Berikut ini rekaman pesawat tempur yang jatuh tersebut: 
(Okz)

Tembakau Gorila Bisa Bikin Mabuk Seperti Ganja



TANGERANG - Ada istilah baru pada narkotika, hal itu terungkap setelah petugas Kantor Utama Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkannya.
Narkotika jenis baru itu yakni ganja sintetis atau disebut tembakau gorila yang berhasil diamankan seberat 19,6 kilogram (kg).
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, ganja sintetis merupakan kasus yang mendominasi hasil pengungkapan Bea Cukai selama kurun waktu Agustus-November 2015.
"Dari 19 kasus narkotika yang kita ungkap, 60 persennya adalah ganja sintetis. Sedangkan barang bukti lainnya 11,8 kg sabu, 1.292 butir ekstasi, 9.000 butir happy five dan 12 butir xanax," katanya, Selasa (14/11/2015).
Menurut Heru, ganja sintetis yang diamankan petugas dikirim dari dari China melalui paket pos. Modus penyelundupannya pun bermacam-macam seperti disimpan di dalam kotak kue, disimpan di bawah lapisan meja lipat, tabung besi, koper serta kemasan teh.
"Modusnya hampir tidak mungkin terdeteksi apabila mengandalkan alat semata. Dibutuhkan insting, kejelian dan intelegensi petugas di lapangan. Namun, berkat hasil sinergisitas Bea Cukai dengan berbagai instansi, akhirnya kasus ini bisa terungkap," ujarnya. (Ari)
(Okz/put)