Sabtu, 07 November 2015

Penglaris Jin Peludah Bikin Usaha Kuliner Laris Manis?



TEMPAT makan laris manis sementara baru seumur jagung tentu menimbulkan penasaran dan pertanyaan. Isu menggunakan penglaris dari mahluk gaib pun akhirnya ramai jadi perbincangan. Tapi, apakah benar-benar ada yang seperti itu?
Cerita tentang makanan yang enak saat santap di tempat, namun tiba-tiba menjadi tidak ada rasa bahkan tidak enak ketika dibawa pulang, adalah cerita paling umum yang menyebut kalau tempat makan itu menggunakan penglaris. Mengapa bisa tidak enak ketika dibawa pulang, disebut-sebut karena ketika disantap langsung di tempat makannya, piring akan dijilat oleh mahluk gaib.
Salah satu penglaris yang kerap dimanfaatkan untuk membuat usaha ramai pengunjung adalah dengan menggunakan jasa jin atau makhluk halus. Jin yang kerap dimanfaatkan sebagai sarana penglaris makanan adalah jenis jin peludah.
Menurut laman itu, makhluk tak kasat mata ini disebut jin peludah karena sebelum disajikan kepada konsumen, makanan ini akan diludahi terlebih dahulu, tentunya dengan ludah si jin. Terdengar mengerikan sekaligus menjijikan ya?
Konon katanya, makanan yang sudah diludahi si jin akan terasa lezat dan nikmat. Alasan ini yang kemudian akan membuat konsumen menjadi ketagihan untuk datang ke warung makanan tersebut.
Jika orang awam memakan makanan yang sudah diludahi jin ini akan menganggap makanannya enak dan lezat, tapi lain lagi bagi mereka yang punya kemampuan spiritual yang lebih. Boro-boro menganggapnya enak, yang ada mereka akan merasa pusing meski belum menyantap apapun. Efek dari kelakuan makhluk jahat ini tentu tidak dibenarkan dari sisi agama manapun. Demikian seperti dilansir dari cerminan.com, Jumat, 6 November 2015.
(Okz/ndr)

Susi Bisa Kendalikan TNI AL di Satgas Anti Illegal Fishing, Ini Kata KSAL



Jakarta - Presiden Joko Widodo resmi meneken Perpres No 115 tahun 2015 tentang Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal. Perpres ini pun menuai tanggapan dari kalangan militer. Mengapa?

Perpres ini sebenarnya mengatur tentang Satgas yang bisa langsung menenggelamkan kapal pencuri ikan tanpa melalui proses pengadilan. Hanya saja dalam pasal 6 huruf b tentang pedoman umum pelaksanaan operasi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai Komandan Satgas diberi kewenangan atau otoritas untuk melaksanakan komando dan kendala terhadap unsur-unsur satgas. Termasuk TNI AL maupun kapal-kapalnya.

Sejumlah pihak menyebut aturan ini bertentangan dengan UU pertahanan dan mencederai TNI. Padahal untuk kendali TNI maupun unsur-unsurnya, TNI harus bertanggung jawab terhadap Panglima TNI.

"Hanya masalahnya berkaitan dengan organisasi saja dengan dibentuknya satgas dalam Perpres No 115. Selama ini illegal fishing secara tidak langsung kita juga melaksanakan kegiatan amanah dari UU perikanan, itu pendekatan hukum publik," ungkap KSAL Laksamana Ade Supandi saat dimintai tanggapan dalam gathering media di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2015).

Dalam Perpres ini diatur bahwa Satgas terdiri dari lintas instansi dan aparat terkait dengan melibatkan KKP, TNI AL, Polri, Kejagung, Bakamla, SKK Migas, Pertamina dan lainnya. Komandan adalah Menteri KP, Kepala Pelaksana Harian adalah Wakil KSAL, dan 3 wakil kepala pelaksana harian yaitu Kepala Bakamla, Kepala Baharkam Polri, dan Jaksa Agung Tindak Pidana Umum.

"Itu kalau kita analogikan, kita juga di bawahnya Basarnas waktu itu. Jadi sebenarnya ini (TNI AL) di bawah koordinasi (KKP). Toh selama ini nggak ada masalah. Misalnya illegal fishing sama kan. Makanya sekarang ditentukan di Perpres ini," kata Ade.

Terkait kewenangan menggerakan kapal TNI AL atau KRI yang diberikan kepada Menteri Susi, Ade mencoba menjelaskan. Bahwa memang untuk tugas operasi maupun misi, unsur-unsur TNI berada dalam otoritas Panglima TNI. Jika nantinya terjadi dualisme komando dalam penegakan hukum terkait ilegal fishing, dalam Perpres ini disebut KSAL sudah diatur.

"Jadi ada tugas-tugas KRI yang soal pertahanan negara di bawah Panglima TNI, dan ada juga tugas-tugas operasi yang berkaitan dengan kapal, kalau itu berkaitan operasi contohnya dengan keamanan laut, itu juga di bawah panglima TNI. Kemudian kalau dalam tugas-tugas tertentu melaksanakan tugas penegakkan hukum sipil, terkait masalah UU perikanan, ini di pasal 5 dari Perpres No 115 sudah ada," jelas Ade.

"Bahwa dalam satgas ini dalam perencanaan itu mendapat arahan dari Menkopolhukam, Panglima TNI. Kalau Panglima TNI memandang bahwa ada dualisme dalam pergerakkan unsur, nanti itu juga akan ditentukan di sana," sambung mantan Pangarmatim itu.

Jadi apakah ini artinya TNI AL tidak masalah mendapat komando dari Menteri Susi?

"Toh, selama ini AL juga melaksanakan tugas penegakkan hukum di laut," tukas Ade.

Sebelumnya pada menjelang pertengahan Oktober 2015 lalu, Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Perpres No 155 tahun 2015 tentang Satgas Pemberantasan Illegal Fishing. Saat mengumumkannya, Susi terlihat sangat girang.

"Kapal tanpa izin di teritorial kita, langsung tenggelamkan. Sekarang enggak usah nunggu berbulan-bulan (proses pengadilan), langsung kita tenggelamkan saja. Satgas bertanggung jawab langsung pada Presiden," ujar Susi, Rabu (21/10).

Dalam tugasnya nanti, satgas berwenang menentukan target operasi. Kemudian juga melakukan koordinasi dalam pengumpulan data dan informasi, membentuk serta memerintahkan unsur-unsur satgas untuk melakukan penegakan hukum. Lantas yang terakhir adalah melaksanakan komando dan pengendalian. 
(Dtk/elz/bag)

Pakai Resep Ini Tempe Mendoan Makin Spesial



TAK perlu camilan mewah untuk mengisi hari libur.  Tempe mendoan yang gurih, nikmat bisa jadi camilan yang tepat sambil nonton televisi.
Yuk bikin tempe mendoan sendiri di rumah, cara membuatnya cukup sederhana dan mudah. Ikuti resep berikut ini sebagaimana disarikan dari buku 525 Kumpulan Resep Mak Nyusss!, karya Prudianti Tedjokusuma, Sabtu (6/11/2015).
Bahan-bahan
15 potong tempe mendoan, potong iris lebar
200 gr tepung terigu
250 cc air
2 batang daung bawang, iris halus
Minyak goreng
Bumbu yang dihaluskan
4 siung bawang putih
4 siung bawang merah
1 sendok makan ketumbar
5 butir kemiri
1 cm kunyit, bakar
1 cm kencur
Garam
Sambal
10 buah cabai rawit
5 sendok kecap manis, campur jadi satu
Cara membuat
1. Campur jadi satu (tepung terigu, air, bumbu halus, daun bawang, garam;
2. Kemudian aduk rata, celupkan setiap potongan tempe ke dalam adonan tepung;
3. Goreng dalam minyak panas, sebentar saja dan jangan terlalu lama;
4. Angkat dan hidangkan selagi hangat bersama sambal kecap.
(Okz/ndr)

Kisah Singapore Airlines Mendarat di Bali Gara-gara Domba



Insiden yang unik dialami oleh maskapai Singapore Airlines pada akhir Oktober lalu. Sebuah pesawat kargo B747-400 milik maskapai itu terpaksa mendarat di luar rencana karena sebab yang tak pernah diduga sebelumnya, Selasa (27/10/2015).

Pesawat kargo B747-400 Singapore Airlines dengan registrasi 9V-SFI dan nomor penerbangan SQ-7108 tersebut sedang terbang dari Sydney (Australia) menuju Kuala Lumpur (Malaysia).

Pesawat tersebut diawaki oleh empat orang kru dan mengangkut kargo binatang ternak, yaitu domba sebanyak 2.186 ekor.

Dikutip KompasTekno dari The Aviation Herald, pada ketinggian jelajah 32.000 kaki, dan di posisi 400 mil laut sebelah selatan Denpasar (Indonesia), kru pesawat mendapati indikator asap di kokpit menyala, memberitahu bahwa ada asap di kabin kargo pesawat.

Kru kemudian mengambil tindakan darurat dengan menurunkan ketinggian jelajah ke 25.000 kaki, lalu mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat, yaitu di bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. 

Pesawat kargo 747 itu pun mendarat dengan selamat 45 menit kemudian. Namun, tim emergency darat di bandara Ngurah Rai yang memeriksa pesawat tidak menemukan adanya asap, baik di luar maupun di dalam kabin. Tidak ada bekas api, panas, atau asap.

Usut punya usut, indikator asap itu menyala akibat gas yang dikeluarkan oleh kentut domba, serta kotoran yang dikeluarkan.

Mengetahui tidak ada asap atau api yang berbahaya, SQ7108 kembali melanjutkan perjalanan setelah 2,5 jam berada di darat, dan sampai di Kuala Lumpur 2,5 jam kemudian.


(Kompas.com)

Pesawat Batik Air yang Tergelincir Berhasil Dievakuasi


YOGYAKARTA - Pesawat Batik Air yang tergelincir dilandasan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, berhasil dievakuasi petugas.
Dari Informasi yang dihimpun, pesawat tersebut berhasil dievakuasi sekira pukul 05.13 WIB, proses evakuasi dimulai sekira pukul 24.00 WIB.
Dari pantauan di lokasi, Sabtu (7/11/2015). Pesawat Batik Air saat tergelincir dalam posisi menghadap ke Timur diujung runway 27, dan saat ini pesawat sudah menghadap ke Barat.
Dan roda pesawat depan pun sudah terpasang. Namun, tulisan badan pesawat Batik Air ditutupi terpal biru. Pesawat terparkir bersama satu pesawat lainnya di apron.
(Okz/sus)

Bocah Satu Tahun Bunuh Ular Beracun dengan Menggigit



RIO GRANDE DO SUL - Seekor ular beracun berjenis Pit Viper akan menyerang seorang bocah yang baru berusia satu tahun, namun yang unik bocah tersebut justru menyerang duluan dan menggigit kepala ular tersebut, hingga ular itu mati.
Bocah beranama Lorenzo itu sedang bermain dengan anjing peliharaannya di taman rumah orangtua Lorenzo di Kota Mostardas di Rio Grande do Sul, Brasil. Ketika ia sedang bermain di sana mendadak muncul ular Pit Viper.
Ibunya dari Lorenzo, Jaine Ferreira Figueira, yang sedang membereskan rumah mendadak mendengar suara-suara dari arah taman, karena khawatir dia langsung menuju keluar. Namun terkejutnya bukan kepalang ketika dia melihat anak balitanya sudah berada dalam rumah dan berlumuran darah di bajunya dengan seekor ular yang sudah mati di dalam mulutnya.
Ia langsung memanggil suaminya Lucier, mereka langsung membawa Lorenzo ke Rumah Sakit di Sao Luiz sambil membawa ular itu di dalam toples untuk memastikan jenis ular itu.
Namun, ketika sampai di rumah sakit, para dokter tidak menemukan bekas gigitan ular ataupun indikasi bisa ular di tubuhnya. Ketika dokter kembali memeriksa lagi, satu-satunya yang terluka adalah ular Pit Viper itu.
“Ia (Lorenzo) menggigit ular itu di kepalanya, yang langsung membuat ular tidak berdaya untuk menyerang balik,” kata Dr Gilmar Carteri, sebagaimana dilansir dariOddity Central, Jumat (6/11/2015).
“Saya pikir anak itu sangat ketakutan dan insting pertahanan dirinya muncul namun bisa juga karena anak itu berpikir bahwa ular tersebut mainan, makanya ia menggigitnya,” tambahnya.
(Okz/ful)

Brown Eyed Girls Akui Malas Hapus Make Up Tebal



SEOUL— Brown Eyed Girls (BEG) merupakan girl grup asal Korea yang dikenal untuk konsep intens mereka. Tak heran mereka selalu memakai make up tebal di atas panggung.

Belum lama ini dalam acara Cultwo Show, para personel Brown Eyed Girls mengungkap jika mereka kadang malas  menghapus makeup tebal di wajah.

JeA berkata, "Makeup dalam album terbaru berkonsep bunny girl ala 1960-1970 dan ini sangat mahal. Kami juga memakai eyeliner di atas mata."

Miryo lalu mengungkap fakta yang mengejutkan semua orang, "Kira-kira dibutuhkan waktu satu jam hanya untuk merias mata kami."

"Ketika kami berempat harus menghadiri show musik, kami bangun jam dua pagi untuk bersiap-siap. Karenanya kadang jadwal kami tumpang tindih dengan jadwal di hari sebelumnya," Narsha menjelaskan mengapa ia dan rekan-rekannya di BEG tidak menghapus riasan mereka selama berhari-hari.

Seperti diketahui BEG baru saja comeback dengan album keenam mereka Basic.  Meski baru dirilis 5 November, single Brave New World langsung menempati tangga musik di Mnet, Olleh Music, Naver Music, dan Soribada.
(Okz/edi)

Pesawat Tergelincir, Batik Air Gelar Jumpa Pers Hari Ini



YOGYAKARTA - Untuk mengetahui penyebab tergelincirnya pesawat Batik Air dengan rute Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Komite Nasional Keselematan Transportasi (KNKT), Angkasa Pura, dan maskapai Batik Air akan menggelar jumpa pers di Kantor Angkasa Pura 1.
GM Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama membenarkan pesawat Batik Air sudah berhasil dievakuasi. Dia mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat pagi tadi.
"Untuk lebih jelasnya nanti kita gelar jumpa pers," katanya di Kantor Angkasa Pura, Sabtu (7/11/2015).
Dikatakannya, jumpa pers akan dihadiri pihak dari Batik Air dan KNKT. "Agar lebih detail, apa yang terjadi," katanya.
Dari pantauan di ruang rapat, Yudhistira perwakilan dari Batik Air sudah datang.
(Okz/sus)

Neymar Beberkan Kunci Rahasia Sukses dari Trio MSN



BARCELONA – Kapten Timnas Brasil, Neymar, membeberkan kunci rahasia sukses dari trio MSN Barcelona (Messi, Suarez, Neymar) yang menjadi sosok menakutkan lini belakang klub-klub Eropa saat ini. Di musim pertamanya, mereka berhasil mempersembahkan Treble Winner bagi Azulgrana.
Sempat diragukan di awal musim, mereka justru membukti dengan penampilan impresif musim lalu. Melihat hasil yang diraih anak asuh Luis Enrique, tak pelak menimbulkan pertanyaan mengenai rahasia sukses MSN tersebut.
Neymar menyebutkan, kunci keberhasilan trio Amerika Latin tersebut terletak di kebersamaan mereka yang terjadi di dalam dan luar lapangan. Hal itu membuat Neymar dan Suarez tahu bagaimana beradaptasi dengan gaya permainan Messi di lini depan.
“Saya harap kita bisa menikmati tahun-tahun bersama, dengan Messi dan Luis Suarez dalam kondisi yang terbaik. Saya tidak tahu apakah kami yang terbaik, tapi kami melakukan pekerjaan dengan baik. Kami memiliki persahabatan dengan baik di dalam dan luar lapangan, dan itu sangat membantu,” ujar pria 23 tahun itu, seperti diberitakanESPN FC, (7/11/2015).
“Aku tahu bagaimana Barcelona bermain (sebelum bergabung) dan aku mencintai cara mereka bermain dan para pemainnya. Aku tahu Leo ada di sana. Ia adalah yang terbaik, dan saya beradaptasi dengan permainannya. Leo mendapat bola lebih dari siapapun, dan Suarez, saya harus membuat gerakan menciptakan peluang untuk mencetak gol,” tutupnya.
(Okz/fap)

Resep Cumi Bakar Madu Spesial Akhir Pekan



SEAFOOD lezatnya dimasak dengan cara dibakar karena teksturnya tetap terjaga dan rasanya juga gurih.
Dikutip dari buku 250 Resep Sedap untuk Hari Istimewa, yang disusun Great Kitchen, berikut resep cumi bakar madu yang bisa dibuat di rumah, Sabtu (7/11/2015).
Bahan-bahan
500 gr cumi, buang kulitnya dan kerat
1 sdm air jeruk nipis
1 sdt garam
1 ruas jari jahe, memarkan
Bahan olesan
2 sdm minyak goreng
2 sdm kecap manis
5 sdm madu
Bumbu halus
6 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdm ketumbar (sangrai)
2 sdm jahe
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
Cara membuat
1. Lumuri cumi dengan air jeruk nipis, garam dan jahe, diamkan selama 10 menit, cuci dan tiriskan;
2. Lumuri cumi dengan bahan olesan dan diamkan selama 15 menit;
3. Bakar cumi dengan bara api hingga setengah matang. Sapukan bahan olesan dan bakar kembali hingga matang;
4. Sajikan hangat dengan lalap dan sambal.
(Okz/ndr)

Ajaib, Martinez Selamat meski Tersetrum Listrik 13 Ribu Volt

Rioler Martinez selamat meskipun menderita luka bakar (Foto: Daily Star)

KOLOMBIA – Seorang pria tersetrum listrik bertegangan 13 ribu volt saat coba membetulkan aliran listrik rumahnya. Ajaibnya, dia berhasil selamat.
Rioler Martinez kesal karena suplai listrik di rumahnya terganggu. Alih-alih memanggil petugas listrik, warga Barranquilla, Kolombia, itu nekat memanjat tiang listrik di dekat rumahnya untuk membetulkan kabel yang menyambung ke rumahnya.
Martinez tersetrum ketika sedang memeriksa kabel listrik bertegangan tinggi dengan tongkat panjang. Kejadian tersebut sempat diabadikan melalui sebuah video oleh seorang saksi mata bernama Cesar Sarmiento.
“Tegangan listrik di sana sangat tinggi. Saya berhenti mengambil gambar dan menangis saat melihatnya tersetrum dan terbakar,” ujar Cesar Sarmiento, seperti dilaporkan Daily Star, Sabtu (7/11/2015).
Sesaat setelah terbakar, Martinez tergantung di tiang listrik selama satu jam sebelum pemadam kebakaran datang untuk menyelamatkannya. Dia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Dokter yang menanganinya terkejut Martinez berhasil selamat dari kondisi kritis. Menurut salah satu dokter bernama Karen Blanco, seorang manusia biasanya tidak akan selamat setelah tersengat listrik dengan tegangan di atas 11 ribu volt.
“Tiba-tiba saya tersetrum. Saya tidak ingat persisnya kapan. Saya pikir tongkat yang saya bawa menyentuh kabel,” ujar Rioler Martinez.
Dia bersyukur masih diberikan kesempatan untuk hidup walau sempat kritis. Martinez menyatakan tak akan pernah lagi menyentuh aliran listrik seumur hidupnya.
(Okz/ful)

Selasa, 03 November 2015

Toto Ciptakan Toilet Tembus Pandang

Ruang ini memiliki dinding tembus pandang yang memperlihatkan siluet dari pengguna toilet di dalamnya.



Dirancang oleh desainer yang berbasis di Studio Klein Dytham, Tokyo, Galeri TOTO adalah toilet umum di dalam Bandara Narita, Jepang. Galeri ini juga berfungsi sebagai ruang pamer. Baru-baru ini, galeri tersebut dianugerahi predikat toilet terbaik di Jepang oleh Kementerian Lahan, Infrastruktur, dan Transportasi.

Toilet ini memiliki dinding tembus pandang yang memperlihatkan siluet dari pengguna toilet di dalamnya. Tidak hanya tembus pandang, dinding ini juga dilengkapi LED, yang memainkan urutan rekaman, mulai dari pesta dansa dan pembersihan.

Arsitek bekerja sama dengan agensi Black Bass dan perusahaan tari kontemporer Strange Kinoko, menampilkan koreografi "kejadian siluet" selama 20 menit di toilet.

Setiap toilet ini juga dilengkapi dengan strip indikator LED menunjukkan berapa lama bilik telah digunakan, sehingga pengguna selanjutnya bisa melihat mana yang kemungkinan bisa segera digunakan.

"Kami tertarik pada gagasan tentang tempat paling pribadi berada di tempat yang paling umum. Kami ingin menghilangkan persepsi toilet sebagai lingkungan tertutup dan gelap, tempat penggunanya jarang bisa melihat keluar area pintu masuk," ujar arsitek dan co-founderStudio Kelin Dytham, Mark Dytham, yang beken dengan proyek-proyek seperti kantor untuk Google dan YouTube.
Serangkaian blok toilet tersebut terbungkus dalam kaca bening dan memiliki 10 bilik toilet individu. Di balik kaca, enam dari bilik yang ditutupi satu atau dua panel LED resolusi rendah ditutupi juga dengan layar dari kain.
Ketika film diputar, layar ini menciptakan ilusi bahwa pengguna toilet menjadi tontonan untuk orang lain di terminal bandara, padahal sebenarnya pengguna memiliki privasi lengkap. Efeknya mirip dengan tampilan melalui pembatas ruangan tradisional Jepang.

Di dalam toilet, setiap bilik dihiasi dengan gambar pemandangan.

"Ketika tidak diterangi, dinding terlihat seperti tekstil dan sangat lembut, seperti layar shoji. Sebuah panel LED akan menyajikan gambar yang tajam dan keras, tetapi di sini resolusi digital yang rendah dan kain taktil memberikan gambar yang terlihat lebih seperti bayangan lembut," kata pihak Dytham.
Setiap toilet dilengkapi dengan strip indikator LED yang menunjukkan berapa lama toilet telah digunakan. Dengan begitu, pengguna bisa melihat mana bilik yang kemungkinan bisa segera digunakan. Indikator seperti termometer ini dapat dilihat dari kedua sisi. Sementara itu, di dalam, setiap bilik dihiasi dengan gambar pemandangan.
Galeri TOTO ini terletak di Sky Lounge, yang menghubungkan Terminal Narita 2 ke terminal satelit. Galeri tersebut adalah bagian dari serangkaian perbaikan yang berlangsung di bandara dalam persiapan Olimpiade 2020.
(Kompas.com)

Regina Cari Suami lewat Twitter



Setelah pernikahan sirinya dengan pengacara Farhat Abbas berakhir, Regina Andriane Saputri (32) iseng menggunakan akun Twitter-nya, @reginanews33, untuk mengumumkan dirinya sedang mencari suami lagi.

"Itu cuma iseng-iseng berhadiah aja. Soalnya, aku setiap jalan ke mal, ketika aku di mal, aku selalu ditanyain, 'Mana suami kamu?' Makanya, aku iseng aja tulis di Twitter, aku mau cari suami," ujar perempuan pengusaha ini ketika diwawancara di Hotel Olympic, Mangga Besar, Jakarta Barat, Minggu (1/11/2015). 

Sebelumnya, pada akun Twitter-nya, ia menulis kata-kata mencari suami pengganti Farhat. 

"Dibuka Pendaftaran Calon Suami siapa yg mw daftar?" tulisnya, dengan tambahan emoticon senyum, beberapa hari yang lalu.


(Kompas.com)

5 Tips Menghemat Kuota Internet



Seiring makin banyaknya komunikasi yang dilakukan menggunakan ponsel, kebutuhan paket data atau kuota internet pun semakin besar. Tapi perhatikan, jangan sampai kebutuhan tersebut justru membuat Anda jadi boros.

Saat ini, pengguna bisa memilih antara paket internet unlimited atau berdasarkan kuota. Keduanya sama-sama punya batas wajar pemakaian.

Bedanya hanyalah pada paket unlimited, pengguna tetap bisa mengakses internet meski kecepatannya jadi sangat lambat. Sedangkan pada paket kuota, koneksi internet bisa langsung putus.

Artinya, apapun paket yang digunakan Anda tetap harus menghemat agar koneksi ke internet tetap lancar dan tidak menggerus isi dompet. Alternatif yang paling utama dalam hal ini, tentu saja mencari atau menghubungkan ponsel ke WiFi setiap kali sedang berada di tempat yang menyediakan WiFi gratis.

Selain WiFi, berikut ini beberapa tips yang dirangkum KompasTekno,Rabu (8/4/2015) agar konsumsi data tidak boros.

1. Awasi penggunaan data

Sebelum menghemat penggunaan data, ada baiknya pengguna mengenali tipe-tipe konsumsi datanya. Apakah lebih sering habis karena media sosial, browsing, bermain game, menonton video onlineatau justru karena digunakan mengunduh aplikasi.

Pengguna bisa dengan mudah mengenali hal tersebut melalui menu di masing-masing ponsel, baik sistem operasi Android, iOS atau Windows Phone.

Menu ini biasanya ada dalam bagian pengaturan. Ketika dibuka akan menunjukkan berapa banyak data yang telah digunakan dan aplikasi apa saja yang menggunakannya.

Selain menggunakan aplikasi bawaan, ada juga aplikasi buatan pihak ketiga yang bisa dipakai menghitung konsumsi data. Misalnya, pengguna Android bisa mencoba aplikasi bernama Onavo Count untuk melacak penggunaan data.

Setelah mengetahui aplikasi apa saja yang banyak menggunakan data, tentu pengguna lebih mudah mengatur kapan menjalankan aplikasi tersebut. Misalnya, hanya membuka Path ketika terhubung dengan WiFi atau pada jam-jam tertentu ketika operator layanan komunikasi sedang memberikan bonus kuota internet.

2. Matikan update otomatis

Update otomatis membuat pengguna selalu bisa mendapatkan aplikasi terbaru tanpa harus repot. Tapi bila tak terkendali, fitur ini malah jadi jebakan yang bisa membabat habis kuota data.

Bayangkan, bila Anda sedang menggunakan layanan data dari koneksi mobile lalu tanpa disadari ada sejumlah aplikasi yang otomatis diperbarui.

Satu aplikasi tersebut katakanlah berukuran 30 MB. Ketika pemutakhiran otomatis terjadi pada lima aplikasi dengan ukuran serupa saja sudah 150 MB yang hilang dari kuota data.

Sebaiknya pengguna mematikan saja fitur ini, dan memilih opsi melakukan pembaruan aplikasi secara manual atau otomatis hanya saat terkoneksi dengan WiFi. Tujuannya agar aplikasi, misalnya Google Play Store tidak otomatis mengunduh pembaruan menggunakan koneksi seluler.

3. Minimalkan download aplikasi

Kurangi mengunduh aplikasi melalui koneksi seluler. Ukuran file sebuah aplikasi sebenarnya bervariasi, tidak seluruhnya berukuran besar. Namun bila Anda termasuk yang suka bermain game, perhatikanlah ukuran file yang diunduh.

Seringkali game dengan tampilan grafis tiga dimensi memiliki fileberukuran besar. Misalnya, Contract Killer keluaran Glu Mobile, yang berukuran sekitar 295 MB.

Kadangkala, setelah dipasang pun masih ada data-data pendukung lain yang mesti diunduh oleh game jenis ini. Ketika ditotal, data yang diunduh pun bisa hampir mencapai 1 GB. Jumlah sebesar ini tentu saja akan memakan banyak kuota data, apalagi jika sering dilakukan.

Bila harus mengunduh game seperti ini, sebaiknya mencari koneksi WiFi gratis atau lakukan saat Anda berada di lokasi-lokasi tertentu yang memang menawarkan WiFi. Alternatif lain untuk menghemat, cobalah untuk mengunduh aplikasi tersebut saat operator yang digunakan memberikan bonus kuota.

Aplikasi lain, seperti Facebook, Instagram atau Path, biasanya berukuran kecil ketika pertama kali diunduh. Namun konsumsi datanya bisa membesar saat digunakan. Path, misalnya bisa mengkonsumsi ratusan megabyte kuota data untuk menampilkan linimasanya yang berjejal dengan foto.

Bila masalah terbesar dalam kuota data Anda adalah soal aplikasi jejaring sosial seperti ini, cobalah mengatur waktu penggunaan aplikasi tersebut. Misalnya dengan mengurangi unggahan foto, mengurangi refresh linimasa aplikasi hingga hanya membukanya saat terhubung dengan WiFi.

4. Pintar menonton video online

Menonton video di YouTube ketika sedang di perjalanan memang menyenangkan, tapi jangan kaget bila ini membuat kuota data cepat habis. Streaming video adalah salah satu layanan yang membutuhkan data dalam jumlah besar.


Bila ingin menghemat kuota data Anda, sebaiknya hindari menonton streaming video menggunakan koneksi seluler. Alternatif lain, menonton streaming atau mengunduh video yang diinginkan ketika terhubung ke WiFi gratis.

Jika memang harus menonton via koneksi seluler, dapat diakali dengan menurunkan kualitas video. Biasanya pada YouTube terdapat pilihan antara 270p hingga 1080p. Semakin rendah kualitasnya, ukuran data yang dibutuhkan per detik pun semakin kecil.

Alternatif lain, YouTube punya fitur baru yang bikin penggunanya bisa menonton video offline. Nah, dengan memanfaatkan fitur ini, Anda bisa mengunduh video YouTube yang diinginkan saat ada koneksi WiFi, lalu menontonnya di waktu lain.

Tapi perlu dicatat bahwa tidak semua video bisa diunduh ke dalam versi offline. Cek link ini untuk mengetahui soal fitur YouTube offline.

(Kompas.com)

5. Kompresi data di browser

Sejumlah peramban atau browser memiliki fitur bawaan yang otomatis memampatkan data. Fitur ini sangat berguna untuk mereka yang sering menjelajah internet menggunakan ponsel.

Peramban yang memiliki fitur ini, antara lain adalah Chrome dan Opera Mini. Keduanya menggunakan server mereka sendiri untuk mengompres data situs yang dikunjungi pengguna, lalu mengirimkannya dalam bentuk data yang sudah diperkecil.

Nyalakan fitur kompresi data pada peramban yang Anda gunakan untuk menghemat konsumsi data

Lomba Pekerja Kontruksi


Sistem harian memiliki kelebihan, yaitu tukang harus bekerja terus tanpa ada kesempatan menganggur. Untuk mengefisienkan pekerjaan tukang, Anda harus menyiapkan terlebih dahulu material serta gambar teknik yang menerangkan apa saja yang perlu diganti, dirobohkan dan dibangun.

Kementerian Pekerjaan Umum danperumahan Rakyat (PUPR), menggelar lomba untuk para pekerja konstruksi terampil atau tukang bangunan. Lomba ini diselenggarakan untuk memotivasi mereka agar bekerja lebih giat dan selalu optimistis.

"Tujuan lomba ini untuk memberikan apresiasi tenaga kerja konstruksi yang berprestasi agar memotivasi terus menerus meningkatkan kompetensinya," ujar Ketua Panitia Lomba Jasa Konstruksi Masrianto saat memberikan sambutan di Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan, Jakarta, Senin (2/11/2015). 

Proses seleksi awal peserta lomba dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Masrianto mengakui, belum semua provinsi bisa melaksanakan seleksi tersebut lantaran berbagai kendala antara lain adalah pembiayaan.  

Jumlah peserta lomba tahun ini sebanyak 204 orang dengan 33 pendamping yang berasal dari 23 provinsi. Meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 21 provinsi dan 10 provinsi pada 2013. 

Bidang keterampilan yang dilombakan, antara lain pekerjaan pemasangan batu (30 peserta), pembesian (24 peserta), pemasangan ubin (21 peserta), plumbing (27 peserta), pemasangan scaffolding (13 peserta), juru ukur (19 peserta), juru gambar (21 peserta), operator ekskavator (19 peserta), pelaksana pengerjaan jalan (18 peserta), dan pelaksana lapang pekerjaan gedung (17 peserta). 

Perlombaan diselenggarakan selama tiga hari di Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralataan. Sedangkan pemberian penghargaan akan dilangsungkan di Jakarta Convention Center, Rabu (4/11/2015).
(Kompas.com)

Fakta di Balik Tudingan Rekayasa Jokowi dan Suku Anak Dalam yang Menyesatkan

Presiden Joko Widodo berbincang dengan tokoh suku Anak Dalam di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Jumat (30/10/2015). Dalam pertemuan itu, Presiden menawarkan untuk merelokasi ke rumah yang layak. Jokowi merupakan presiden pertama yang mengunjungi suku Anak Dalam di Jambi. Inset: Presiden Joko Widodo berdialog dengan warga di rumah singgah Suku Anak Dalam yang diabadikan oleh Tim Komunikasi Presiden.


Dua foto Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan Suku Anak Dalam ramai diperbincangkan di media sosial. 

Ironisnya, bukan substansi dialog yang diperbincangkan, melainkan tudingan adanya rekayasa atas peristiwa itu.

Dua foto yang beredar di media sosial itu disusun dalam satu bingkai dengan penempatan yang satu ada di atas dan yang satunya di bagian bawah.

Foto yang di atas memperlihatkan Presiden Joko Widodo yang didampingi Bupati Sarolangun Cek Endra tengah duduk berjongkok di depan rumah, dikelilingi laki-laki dewasa Suku Anak Dalam yang mengenakan pakaian. 

Foto yang di bawah memperlihatkan Presiden Jokowi yang duduk jongkok di kebun sawit, dikelilingi laki-laki Suku Anak Dalam yang sebagian hanya mengenakan kain untuk menutup aurat.

Tidak ada yang salah dari kedua foto itu karena itu foto apa adanya, tanpa ada rekayasa digital. 

Persoalan muncul ketika pada foto di atas diberi teks, "Sebelum mulai kita briefing dulu bapak-bapak...sebentar lagi kostumnya dibuka ya...biar seperti suku anak dalam." 

Sementara itu, foto di bawah diberi teks, "Hadap ke saya semua biar kelihatan nyata." 

Tidak hanya itu, bagian kepala dari lima orang laki-laki yang ada pada kedua foto tersebut juga diberi lingkaran berwarna, masing-masing merah, putih, kuning, biru, dan hijau. 

Pesan yang ingin disampaikan, seolah-olah lima laki-laki di situ adalah orang yang sama dan disuruh Presiden untuk berperan menjadi warga Suku Anak Dalam.

Menistakan
Tudingan rekayasa itu jelas menyesatkan dan menistakan akal sehat. Faktanya, kronologi kejadiannya tidaklah demikian. 

Perjalanan menuju tempat tinggal warga Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, di Kabupaten Sarolangun, Jumat (30/10/2015), ditempuh Presiden dengan menggunakan helikopter Superpuma. 

Penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Syarifuddin menuju tempat pendaratan helikopter di lapangan desa membutuhkan waktu sekitar 45 menit. 

Helikopter mendarat di lapangan itu sekitar pukul 15.25. Perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil dengan melewati jalan tanah. 

Sekitar 10 menit kemudian iring-iringan mobil berhenti. Presiden yang di dampingi Ny Iriana Jokowi dan sejumlah menteri lantas berjalan kaki menuju tenda di kebun sawit yang menjadi tempat tinggal Suku Anak Dalam.

Di situ, Presiden dan Ny Iriana menyapa dan berinteraksi dengan warga Suku Anak Dalam barang sejenak. Selanjutnya, Presiden mengajak empat laki-laki dewasa dalam kelompok itu untuk sedikit menjauh dari kerukunan dan berdialog. 

Memang warga dalam kelompok itu mengenakan pakaian ala kadarnya, seperti tergambarkan dalam foto yang dimuat harianKompas Sabtu lalu.

Dalam dialog itu, Presiden didampingi Babinsa Desa Bukit Suban Kopral Husni Thamrin selaku penerjemah.

Usai berdialog, Presiden dibantu para menteri memberikan bantuan paket bahan makanan dan Kartu Indonesia Sehat. 

Selanjutnya, Presiden meninggalkan kebun sawit itu untuk menuju lokasi rumah yang dibangun Kementerian Sosial bagi komunitas adat terpencil yang berjarak kurang dari satu kilometer dari sana.

Sebelum beranjak dari sana, Presiden menyempatkan menjawab pertanyaan wartawan. Presiden menjelaskan, selain untuk memantau titik api di Jambi dari udara, ia juga ingin bertemu langsung dengan Suku Anak Dalam. 

"Beberapa kali saya baca mereka ada kesulitan-kesulitan, baik makanan maupun permukiman. Ini tadi sudah kita tanya langsung apakah mau tinggal di rumah dan tidak muter nomaden lagi," kata Presiden.

"(Mereka menjawab) mau, tetapi dengan syarat-syarat rumahnya jaraknya agak jauh, lalu ada lahan. Sudah nanti disiapin, Bu Menhut sudah nyiapin, Pak Bupati, Pak Gubernur. Nanti yang mengenai rumahnya diurus Mensos," kata Presiden lagi.

Setelah itu, Presiden dan rombongan kembali ke mobil untuk bergerak menuju rumah yang dibangun Kemensos. 

Di sana, Presiden melihat kondisi rumah dan sekali lagi berdialog dengan Suku Anak Dalam yang telah dibina dan diplot untuk menempati rumah itu.

Berbeda dengan warga Suku Anak Dalam yang dijumpai di kebun sawit, mereka yang berdialog dengan Presiden di lokasi ini memang mengenakan pakaian lengkap. 

Ada satu peserta dialog ikut dalam dialog di kebun sawit dan di rumah itu, yakni penerjemah Husni Thamrin.

"Saya ini tadi ngecek rumah yang sudah dibangun. Masih banyak yang kurang, belum ada sumurnya. Tapi, sebentar lagi sudah akan kita buat sumurnya. Terus listrik. Dulu listrik sudah ada, tapi tidak bisa bayar jadi diputus PLN," kata Presiden.

Presiden mengungkapkan itu setelah melihat kondisi rumah dan berdialog dengan warga Suku Anak Dalam di rumah itu.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan meninggalkan lokasi itu untuk kembali ke lapangan di Desa Bukit Suban. Dari sana, Presiden terbang menggunakan helikopter menuju ke Jambi.

Dengan merunut kejadian yang sebenarnya, jelas bahwa dua foto yang terbingkai dalam satu frame dengan teks yang berkembang di media sosial itu justru memutarbalikkan fakta. 

Tentu saja penyampaian informasi yang menyesatkan dan menistakan akal sehat ini tidak boleh dibiarkan.

Ketika kunjungan itu didasari rasa kemanusiaan untuk menolong Suku Anak Dalam, bukankah tudingan rekayasa itu juga mencederai kemanusiaan itu sendiri.


(Kompas.com)