Seorang mahasiswi jadi pusat perhatian di Selandia Baru. Gadis usia 19 tahun itu melelang keperawanannya di internet dan akhirnya setuju menerima tawaran sejumlah US$ 32 ribu atau sekitar Rp 320 juta.
Gadis yang hanya menyebut diri sebagai 'unigirl' ini melelang 'mahkotanya' di situs bernama ineed.co.nz. Sebelum mendapatkan bayaran tertinggi, ia telah menerima 1200 tawaran.
"Aku telah menerima tawaran yang melampaui impianku. Terima kasih untuk lebih dari 30 ribu orang yang telah melihat iklanku dan 1200 tawaran yang datang," tulisnya saat penutupan lelang.
Sang gadis menjual diri dengan alasan sedang butuh biaya untuk kuliah. Ia pun memilih jalan pintas dengan merelakan keperawanannya untuk orang asing.
Pemilik situs ineed, Ross MacKenzie mengizinkan lelang dilangsungkan karena tidak ada alasan baginya untuk menolak. Apalagi Selandia Baru dikenal liberal untuk urusan prostitusi. Namun tetap saja lelang keperawanan tersebut memicu berbagai reaksi di negeri Kiwi.
Organisasi orang tua bernama Parents Inc misalnya, sangat menyayangkan aksi tersebut. Namun perwakilan dari kelompok prostitusi New Zealand Prostitutions mendorong sang gadis menghubungi mereka untuk mengetahui lebih jauh mengenai dunia prostitusi.
Lelang keperawanan di internet ini terjadi untuk kesekian kalinya. Sebelumnya beberapa remaja juga melakukan hal yang sama dengan beragam motivasi. (ketok.com)
Blog Berita-berita terhangat dan Berita yang terkumpul dari berbagai portal berita ternama.
Kamis, 04 Februari 2010
Selasa, 02 Februari 2010
Hacker Modem Diancam Penjara 40 Tahun
KOMPAS.com - Seorang hacker di Massachusetts, AS, diancam hukuman bui 40 tahun dan denda 500.000 dollar AS. Matthew Dolorey, nama sang hacker, ditangkap pekan lalu setelah menjual modem hasil rekayasanya yang dinilai merugikan.
Dolorey merekayasa modem buatan Comcast sehingga dapat digunakan untuk mengakses internet secara cuma-cuma. Caranya modem tersebut dimodifikasi agar punya alamat MAC (media access control) palsu. Penggunananya bisa bebas mengakses internet karena seolah-olah mengakses dari alamat milik pelanggan berbayar.
Modem tersebut kemudian dijual pelaku melalui situs Massmodz.com yang kini telah diblokir dan menampilkannya dalam video di YouTube. Celakanya, agen dinas rahasia AS, FBI, mengendus kejahatan tersebut dan berhasil membekuk dengan lebih dulu memesannya.
Pelaku diancam dua tuduhan kejahatan masing-masing dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun dan denda 250.000 dollar AS. Kasus ini tengah ditangani pihak berwenang.(KOMPAS.com)
Dolorey merekayasa modem buatan Comcast sehingga dapat digunakan untuk mengakses internet secara cuma-cuma. Caranya modem tersebut dimodifikasi agar punya alamat MAC (media access control) palsu. Penggunananya bisa bebas mengakses internet karena seolah-olah mengakses dari alamat milik pelanggan berbayar.
Modem tersebut kemudian dijual pelaku melalui situs Massmodz.com yang kini telah diblokir dan menampilkannya dalam video di YouTube. Celakanya, agen dinas rahasia AS, FBI, mengendus kejahatan tersebut dan berhasil membekuk dengan lebih dulu memesannya.
Pelaku diancam dua tuduhan kejahatan masing-masing dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun dan denda 250.000 dollar AS. Kasus ini tengah ditangani pihak berwenang.(KOMPAS.com)

