VIVAnews - Buntut dari pengeroyokan suporter Persebaya yang dikenal dengan julukan Bonek (bondo nekat) terharap fotografer Kantor Berita Antara, Hasan Sakri Ghazali, di Stasiun Purwosari, wartawan di Surakarta akan melakukan aksi protes terhadap tindakan kekerasan tersebut.
Lebih dari seratus wartawan di Solo yang tergabung dalam Forum Wartawan Surakarta (F-WTS) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Solo dipastikan akan bergabung dalam aksi protes tindakan anarkisme Bonek. Menurut rencana aksi tersebut akan digelar di depan Stadion Manahan, Solo.
Aksi yang akan diikuti semua wartawan media cetak dan elektronik tersebut, menurut koordinator lapangan (Korlap) Ahmad Rafiq merupakan wujud kepedulian terhadap Kota Solo jadi bukan hanya kepada wartawan yang menjadi korban anarkisme Bonek.
“Pasalnya, kejadian ini telah berlangsung secara berulang-ulang sehingga sangat meresahkan,” kata Rafiq yang juga wartawan Tempo Solo kepada VIVAnews di Solo, Sabtu, 23 Januari 2010.
Menurut dia, para wartawan sudah sering memberitakan agar Bonek memperbaiki sikap, akan tetapi sampai saat ini perbaikan itu belum terjadi bahkan tindakan anarkisme masih terus berlangsung. “Artinya, tidak ada perbaikan manajemen suporter maupun teknis pengangkutan para bonek,” katanya.
Dengan begitu, para wartawan di Surakarta, dikatakan Rafiq mengharapkan agar proses kepulangan para bonek yang saat ini sedang mendukung tim kesayangannya bertanding melawan Persib Bandung, tidak melewati Solo. Hal ini dikarenakan untuk menghindari perseteruan yang lebih sengit.
“Jurnalis Solo meminta agar kepulangan mereka tidak melewati Solo. Ini bukan merupakan provokasi kepada masyarakat, namun naluri jurnalisme. Karena dikhawatirkan akan terjadi bentrokan yang lebih sengit antara warga dengan bonek,” papar dia.
Sementara itu, Ketua PFI Solo Andry Prasetyo juga mengecam keras tindakan anarkisme bonek yang mengeroyok salah satu anggotanya. Bahkan, tindakan bonek yang berusaha merampas kamera milik Hasan yang menjadi alat kerja wartawan tersebut jelas-jelas merupakan perbuatan pidana dan pelanggaran terhadap UU Pers. “Kami sangat memprotes keras ulah rombongan bonek,” kata fotografer Reuters ini.(Laporan: Fajar Sodiq Solo)
• VIVAnews
Blog Berita-berita terhangat dan Berita yang terkumpul dari berbagai portal berita ternama.
Sabtu, 23 Januari 2010
Kamis, 21 Januari 2010
Waspadai Kamera Pengintai di ATM
VIVAnews - Pencurian data nasabah bank melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tidak hanya terjadi di Indonesia. Cara yang digunakan pun beragam. Misalnya di Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).
Kepolisian Texas berhasil membongkar modus operandi kelompok kriminal yang menginstal peralatan untuk mencuri nomor kartu dan nomor sandi ATM (PIN). Dalam laman resmi Kepolisian Texas, diungkapkan bahwa para penjahat menunggu di sebuah mobil dekat ATM tersebut untuk menangkap sinyal dari alat yang dipasang tepat di depan mesin ATM.
Peralatan yang digunakan untuk mendapatkan nomor ATM nasabah disembunyikan dalam kotak yang tampak menyatu dengan mesin ATM seperti penutup lubang masuk kartu (skimmer). Sebuah kamera mini disamarkan dalam kotak plastik yang berisi brosur untuk mendapat nomor PIN.
Para pencuri menangkap jepretan kamera dan penutup itu, lalu menggunakan nomor kartu ATM dan PIN yang mereka dapatkan untuk menarik dana dari rekening nasabah.
Kepolisian menyarankan nasabah untuk membatalkan niatnya bertransaksi melalui ATM jika melihat ada peralatan atau tambahan apa pun di depan mesin ATM. Nasabah diimbau untuk segera melaporkan keanehan apa pun di mesin ATM ke nomor resmi layanan bantuan konsumen bank.
Tips ini dapat dilakukan para nasabah bank di Indonesia untuk mencegah pembobolan rekening. Hingga Rabu kemarin, hampir 20 nasabah yang tersebar di Denpasar, Kuta, Gianyar, empat di antaranya warga asing yang tinggal di Bali melaporkan kehilangan dana di ATM.
Kepala kepolisian kota besar Denpasar Komisaris Besar I Gede Alit Widana menyarankan kepada nasabah jika terpaksa harus melakukan transaksi melalui ATM, setelah selesai, kartu dimasukkan lagi dan melakukan acak PIN lalu tekan pembatalan atau cancel.
“Ini dilakukan untuk mengelabui pelaku jika mereka memasang kamera pengintai untuk mereka aktivitas nasabah,” jelas perwira menengah melati tiga ini, Rabu, 20 Januari 2010.
Enam bank yang berhasil disusupi sindikat internasional adalah BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata dan Bank Internasional Indonesia.
• VIVAnews
Kepolisian Texas berhasil membongkar modus operandi kelompok kriminal yang menginstal peralatan untuk mencuri nomor kartu dan nomor sandi ATM (PIN). Dalam laman resmi Kepolisian Texas, diungkapkan bahwa para penjahat menunggu di sebuah mobil dekat ATM tersebut untuk menangkap sinyal dari alat yang dipasang tepat di depan mesin ATM.
Peralatan yang digunakan untuk mendapatkan nomor ATM nasabah disembunyikan dalam kotak yang tampak menyatu dengan mesin ATM seperti penutup lubang masuk kartu (skimmer). Sebuah kamera mini disamarkan dalam kotak plastik yang berisi brosur untuk mendapat nomor PIN.
Para pencuri menangkap jepretan kamera dan penutup itu, lalu menggunakan nomor kartu ATM dan PIN yang mereka dapatkan untuk menarik dana dari rekening nasabah.
Kepolisian menyarankan nasabah untuk membatalkan niatnya bertransaksi melalui ATM jika melihat ada peralatan atau tambahan apa pun di depan mesin ATM. Nasabah diimbau untuk segera melaporkan keanehan apa pun di mesin ATM ke nomor resmi layanan bantuan konsumen bank.
Tips ini dapat dilakukan para nasabah bank di Indonesia untuk mencegah pembobolan rekening. Hingga Rabu kemarin, hampir 20 nasabah yang tersebar di Denpasar, Kuta, Gianyar, empat di antaranya warga asing yang tinggal di Bali melaporkan kehilangan dana di ATM.
Kepala kepolisian kota besar Denpasar Komisaris Besar I Gede Alit Widana menyarankan kepada nasabah jika terpaksa harus melakukan transaksi melalui ATM, setelah selesai, kartu dimasukkan lagi dan melakukan acak PIN lalu tekan pembatalan atau cancel.
“Ini dilakukan untuk mengelabui pelaku jika mereka memasang kamera pengintai untuk mereka aktivitas nasabah,” jelas perwira menengah melati tiga ini, Rabu, 20 Januari 2010.
Enam bank yang berhasil disusupi sindikat internasional adalah BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata dan Bank Internasional Indonesia.
• VIVAnews


