VIVAnews - Para ahli di bidang pakaian dalam wanita percaya bahwa wanita tidak seharusnya mengalami ketidaknyamanan dalam keseharian mereka. Khususnya pada urusan menggunakan pakaian dalam seperti bra.
Umumnya, ketika wanita mengunjungi gerai pakaian dalam untuk membeli bra, ia akan menghabiskan sekitar 40 menit di sana bahkan lebih, sebelum menentukan pilihan akhir.
Seorang wanita yang berpengalaman selalu tahu bagaimana memilih ukuran yang tepat. Meski demikian, dalam beberapa kondisi, wanita mungkin akan mencoba separuh model yang menurutnya menarik tetapi kemudian tidak membeli satupun karena masalah ukuran yang berbeda.
Seperti VIVAnews kutip dari Funreports, 16 Januari 2010, memilih bra merupakan proses yang mengonsumsi waktu dan ruwet.
Menurut statistik, sekitar 80 persen wanita Amerika Serikat menggunakan bra dengan ukuran salah setiap harinya. Tindakan sembrono ini bisa menjurus ke munculnya penyakit payudara, contohnya mastopathy. Belum lagi perasaan tak nyaman yang muncul secara permanen.
Ketika wanita membeli pasangan yang paling pas untuk dadanya, ia akan sulit menggantinya dan akan terus memakai bra tersebut bahkan sampai warnanya berubah akibat termakan waktu dan deterjen. Wanita lainnya akan mulai membeli bra dalam jumlah besar ketika mereka menemukan ukuran yang paling tepat.
Seperti diketahui, tubuh wanita berubah sejalan dengan bertambahnya usia, dan itu alasan mengapa bra berukuran yang sama tidak akan muat dalam periode waktu tertentu. Ukuran payudara juga berubah karena siklus menstruasi, pubertas, kehamilan, menyusui, dan ketika menopause. Penggunaan pil KB juga mempengaruhi metamorfosis ukuran payudara.
Semua tahu mengapa butik pakaian dalam dipenuhi dengan ratusan desain yang beragam karena alasan banyaknya variasi ukuran dan bentuk payudara. Terkadang, satu ukuran bra bisa pas untuk dua bentuk dan ukuran payudara yang berbeda. Tetapi yang perlu diperhatikan, ukuran bra yang tepat adalah ketika wanita yang memakainya hampir tidak bisa merasakan bahwa ia sedang memakai bra tersebut.
• VIVAnews
Blog Berita-berita terhangat dan Berita yang terkumpul dari berbagai portal berita ternama.
Sabtu, 16 Januari 2010
Kamis, 14 Januari 2010
Terpecahkan, Misteri Melahap Lubang Hitam
Foto sinar X dari lubang hitam yang sangat besar di tengah galaksi Bima Sakti membantu astronom menentukan mengapa lubang hitam itu sangat lapar.
Seperti halnya galaksi spiral dan elips lain di alam semesta, bandara galaksi Bima Sakti adalah sebuah lubang hitam sebagai jantungnya, disebut sebagai Sagittarius A*.
Sagittarius A* itu sekitar 26.000 tahun cahaya dan memiliki massa 4 juta kali matahari.
Gambar baru yang diambil Chandra X-ray Observatory dan dipublikasikan di pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika menunjukkan emisi sesi sinar X pusat galaksi sekitar 120 tahun cahaya.
“Tidak hanya menunjukkan bagaimana gambaran alam semesta sebenarnya, foto itu juga membantu menyelesaikan misteri mengapa lubang hitam melahap material langit sebanyak mungkin,” ujar Angota tim Chandra Roman Scherbakov dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian.
Sementara lubang hitam sendiri tidak terlihat, kehadirannya ditandai melalui efek gravitasi material yang mengelilinginya dan radiasi sinar seiring dengan akselerasi dan pembakaran material sebelum tersedot ke dalam lubang misterius tersebut.
Dalam tampilan gambar Chandra, gugusan bintang di sekitar lubang hitam terlihat dengan jelas. Angin bermuatan partikel yang dikeluarkan bintang memenuhi lubang hitam.
Astronom sebelumnya menghitung lubang hitam mungkin saja melahap hanya 1% dari angin yang datang dari bintang ini. Satu persen sepertinya kecil, tetapi jumlah gas sekecil itu membuat lubang hitam tampak lebih besar dan terang dibandingkan yang sebenarnya.
Gambar Chandra yang diperoleh bersama degan model aktivitas memakan segala dari lubang hitam menunjukkan bahwa lubang hitam di galaksi Bima Sakti memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.
“Jadi benar bila lubang itu selalu lapar,” ujar Shcherbakov.
Sedangkan perbedaan jumlah radiasi sinar X yang astronom lihat dan harapkan belum dijelaskan oleh ilmu fisika.
Astronom mengetahui bahwa gas spiral yang berada di lubang hitam sangatlah panas. Prose konduksi menghasilkan panas yang sebelumnya tidak diteliti. Konduksi menyebabkan peningkatan panas di dalam gas yang akhirnya keluar, mengurangi radiasi yang dihasilkan lubang hitam. Proses tersebut juga menciptakan tekanan yang membantu angin bintang menghindar dari gravitasi lubang hitam secara bersamaan.
Jadi jelas ketika faktor konduksi masuk, emisi sinar X yang diharapkan dari lubang hitam dalam model cocok dengan pengamatan yang dilihat astronom
Seperti halnya galaksi spiral dan elips lain di alam semesta, bandara galaksi Bima Sakti adalah sebuah lubang hitam sebagai jantungnya, disebut sebagai Sagittarius A*.
Sagittarius A* itu sekitar 26.000 tahun cahaya dan memiliki massa 4 juta kali matahari.
Gambar baru yang diambil Chandra X-ray Observatory dan dipublikasikan di pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika menunjukkan emisi sesi sinar X pusat galaksi sekitar 120 tahun cahaya.
“Tidak hanya menunjukkan bagaimana gambaran alam semesta sebenarnya, foto itu juga membantu menyelesaikan misteri mengapa lubang hitam melahap material langit sebanyak mungkin,” ujar Angota tim Chandra Roman Scherbakov dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian.
Sementara lubang hitam sendiri tidak terlihat, kehadirannya ditandai melalui efek gravitasi material yang mengelilinginya dan radiasi sinar seiring dengan akselerasi dan pembakaran material sebelum tersedot ke dalam lubang misterius tersebut.
Dalam tampilan gambar Chandra, gugusan bintang di sekitar lubang hitam terlihat dengan jelas. Angin bermuatan partikel yang dikeluarkan bintang memenuhi lubang hitam.
Astronom sebelumnya menghitung lubang hitam mungkin saja melahap hanya 1% dari angin yang datang dari bintang ini. Satu persen sepertinya kecil, tetapi jumlah gas sekecil itu membuat lubang hitam tampak lebih besar dan terang dibandingkan yang sebenarnya.
Gambar Chandra yang diperoleh bersama degan model aktivitas memakan segala dari lubang hitam menunjukkan bahwa lubang hitam di galaksi Bima Sakti memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.
“Jadi benar bila lubang itu selalu lapar,” ujar Shcherbakov.
Sedangkan perbedaan jumlah radiasi sinar X yang astronom lihat dan harapkan belum dijelaskan oleh ilmu fisika.
Astronom mengetahui bahwa gas spiral yang berada di lubang hitam sangatlah panas. Prose konduksi menghasilkan panas yang sebelumnya tidak diteliti. Konduksi menyebabkan peningkatan panas di dalam gas yang akhirnya keluar, mengurangi radiasi yang dihasilkan lubang hitam. Proses tersebut juga menciptakan tekanan yang membantu angin bintang menghindar dari gravitasi lubang hitam secara bersamaan.
Jadi jelas ketika faktor konduksi masuk, emisi sinar X yang diharapkan dari lubang hitam dalam model cocok dengan pengamatan yang dilihat astronom
Lubang Hitam Telan Bumi Lebih Lambat
Fenomena astrofisika yang menarik adalah lubang hitam yang mahadahsyat. Massa densitas tinggi itu mampu memakan segala materi dengan gravitasi yang sangat kuat.
Telah diketahui bahwa lubang hitam berada di tengah galaksi Bima Sakti. Dengan sebutan Sagittarius A*, lubang hitam ternyata lebih lemah dari dugaan awal dilihat dari kemampuannya menangkap massa yang signifikan.
Lubang hitam dibatasi oleh lusinan bintang muda. Lubang hitam juga menarik gas keluar dari bintang-bintang muda ini, tetapi hanya sebagian kecil persentase dari aliran kekuatan yang sangat besar.
Estimasi sebelumnya menghitung tingkat konsumsi hanya 1% dari gas yang ada di bintang. Saat ini studi terbaru degnan menggunakan data observasi X-ray Chandra NASA, telah menemukan bahwa lubang hitam menelan lebih kecil daripada angka sebelumnya, yakni hanya sebesar 0,01% dari hasil indikasi model.
Data yang diobservasi memberikan kemampuan pengembangan model yang akhirnya menjelaskan perilaku energik di dalam wilayah antara bintang muda dan horizon tengah lubang hitam.
Model terbaru memberikan pengetahuan lebih banyak gas yang terdorong keluar daripada yang tersedot masuk. Secara kebetulan piringan tambahan lubang hitam menjadi lebih panas selama proses penyedotan gas densitas tinggi terjadi.
Beberapa gas ini lari menjauh, bertabrakan dengan partikel gas tetangga dalam bentuk angin. Fenomena yang dikenal sebagai radiasi itu semakin memanas dalam tekanan yang ada di sekeliling lubang hitam dan menciptakan dorongan keluar gas dari lubang hitam. Sebagai hasilnya lubang hitam hanya mampu memakan sangat sedikit jumlah gas yang ada.
Hal tersebut adalah berita bagus bagi bumi, karena lubang hitam di galaksi Bima Sakti berpotensi menyedot segalanya termasuk bumi, maka menjadi semakin mengurangi kekhawatiran mengingat kemampuan lubang hitam yang sebenarnya. Dengan ketakutan yang berkurang terhadap lubang hitam, maka bisa mengalihkan perhatian kepada lubang hitam mikro dan Hadron Collider.
Studi terbaru tersebut adalah usaha terbaik observasi X-ray Chandra NASA. Observasi mampu menghitung kekayaan data, hampir mendekati satu juga detik rekaman. Sebagian besar data tersebut diperoleh dari gas yang berjalan dari sisa supernova.
Diantara fenomena menakjubkan lainnya yang diobservasi adalah filamen X-ray. Filamen diperkirakan sebagai hasil interaksi struktur magnetik raksasa dengan kekuatan energi elektron yang diproduksi oleh pulsar. Fenomena aneh ini disebut sebagai nebula angin pulsar.
Fakta terbaru tentang Sagittarius A* disampaikan dalam pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika oleh Roman Shcherbakov dan Robert Penna dari Universitas Harvard dan Frederick K Baganoff dari Institut Teknologi Massachusetts.(INILAH.COM)
Telah diketahui bahwa lubang hitam berada di tengah galaksi Bima Sakti. Dengan sebutan Sagittarius A*, lubang hitam ternyata lebih lemah dari dugaan awal dilihat dari kemampuannya menangkap massa yang signifikan.
Lubang hitam dibatasi oleh lusinan bintang muda. Lubang hitam juga menarik gas keluar dari bintang-bintang muda ini, tetapi hanya sebagian kecil persentase dari aliran kekuatan yang sangat besar.
Estimasi sebelumnya menghitung tingkat konsumsi hanya 1% dari gas yang ada di bintang. Saat ini studi terbaru degnan menggunakan data observasi X-ray Chandra NASA, telah menemukan bahwa lubang hitam menelan lebih kecil daripada angka sebelumnya, yakni hanya sebesar 0,01% dari hasil indikasi model.
Data yang diobservasi memberikan kemampuan pengembangan model yang akhirnya menjelaskan perilaku energik di dalam wilayah antara bintang muda dan horizon tengah lubang hitam.
Model terbaru memberikan pengetahuan lebih banyak gas yang terdorong keluar daripada yang tersedot masuk. Secara kebetulan piringan tambahan lubang hitam menjadi lebih panas selama proses penyedotan gas densitas tinggi terjadi.
Beberapa gas ini lari menjauh, bertabrakan dengan partikel gas tetangga dalam bentuk angin. Fenomena yang dikenal sebagai radiasi itu semakin memanas dalam tekanan yang ada di sekeliling lubang hitam dan menciptakan dorongan keluar gas dari lubang hitam. Sebagai hasilnya lubang hitam hanya mampu memakan sangat sedikit jumlah gas yang ada.
Hal tersebut adalah berita bagus bagi bumi, karena lubang hitam di galaksi Bima Sakti berpotensi menyedot segalanya termasuk bumi, maka menjadi semakin mengurangi kekhawatiran mengingat kemampuan lubang hitam yang sebenarnya. Dengan ketakutan yang berkurang terhadap lubang hitam, maka bisa mengalihkan perhatian kepada lubang hitam mikro dan Hadron Collider.
Studi terbaru tersebut adalah usaha terbaik observasi X-ray Chandra NASA. Observasi mampu menghitung kekayaan data, hampir mendekati satu juga detik rekaman. Sebagian besar data tersebut diperoleh dari gas yang berjalan dari sisa supernova.
Diantara fenomena menakjubkan lainnya yang diobservasi adalah filamen X-ray. Filamen diperkirakan sebagai hasil interaksi struktur magnetik raksasa dengan kekuatan energi elektron yang diproduksi oleh pulsar. Fenomena aneh ini disebut sebagai nebula angin pulsar.
Fakta terbaru tentang Sagittarius A* disampaikan dalam pertemuan ke-215 Masyarakat Astronomi Amerika oleh Roman Shcherbakov dan Robert Penna dari Universitas Harvard dan Frederick K Baganoff dari Institut Teknologi Massachusetts.(INILAH.COM)
Obyek Misterius Mendekati Bumi
Sebuah obyek misterius dari luar angkasa berada sangat dekat bumi pada Rabu (13/1). Obyek itu tidak akan menghantam bumi, tapi para ilmuwan bingung benda itu sebenarnya apa.
Para astronom mengatakan obyek itu mungkin sampah ruang angkasa atau bisa juga asteroid kecil.
Melihat ukurannya obyek itu terlalu kecil untuk menyebabkan kerusakan jika menghantam bumi . Benda itu diperkirakan besarnya hanya 33-50 kaki.
NASA mengatakan obyek itu sekitar 80.000 mil meleset arahnya dari bumi. Di Amerika Serikat obyek itu bisa dilihat dengan teleskop amatir yang baik.(NILAH.COM,)
Para astronom mengatakan obyek itu mungkin sampah ruang angkasa atau bisa juga asteroid kecil.
Melihat ukurannya obyek itu terlalu kecil untuk menyebabkan kerusakan jika menghantam bumi . Benda itu diperkirakan besarnya hanya 33-50 kaki.
NASA mengatakan obyek itu sekitar 80.000 mil meleset arahnya dari bumi. Di Amerika Serikat obyek itu bisa dilihat dengan teleskop amatir yang baik.(NILAH.COM,)
NASA Temukan Pohon di Permukaan Mars
Sebuah wahana penyelidik NASA mendapatkan foto-foto yang menunjukkan adanya pohon di permukaan planet Mars. Pohon itu kurang dari 240 mil dari kutub utara planet itu.
Foto itu menunjukkan baris gelap "tumbuhan runjung" yang tumbuh di bukit pasir dan bukit-bukit di permukaan Mars. Tapi yang tampak seperti pohon itu, sebenarnya hanyalah ilusi optik.
Foto menunjukkan bukit pasir memiliki lapisan tipis karbon dioksida beku atau es kering, kurang dari 240 mil dari kutub utara planet.
"Pohon" itu sebenarnya jejak puing yang disebabkan oleh tanah longsor, saat es mencair di musim semi Mars.
Foto ini diambil di sekitar orbit Mars oleh HiRISE, kamera paling kuat yang dikirim ke luar planet bumi.
"Coretan itu adalah pasir, copot seperti es menguap, yang meluncur menuruni bukit pasir. Pada saat ini seluruh Mars ditutupi oleh CO2 yang membeku," kata Candy Hansen dari NASA kepada The Sun.
Bulan lalu NASA mengumumkan teleskop baru telah mendeteksi lima planet di luar tata surya. Observatorium yang diluncurkan tahun lalu untuk mencari bumi lain itu, telah mendapat penemuan hanya dalam beberapa minggu pertama operasi.
Meskipun dunia baru yang disebut exoplanets itu semuanya lebih besar dari Neptunus, tapi NASA mengatakan teleskop pemburu planet mereka bekerja dengan baik.(INILAH.COM,)
Foto itu menunjukkan baris gelap "tumbuhan runjung" yang tumbuh di bukit pasir dan bukit-bukit di permukaan Mars. Tapi yang tampak seperti pohon itu, sebenarnya hanyalah ilusi optik.
Foto menunjukkan bukit pasir memiliki lapisan tipis karbon dioksida beku atau es kering, kurang dari 240 mil dari kutub utara planet.
"Pohon" itu sebenarnya jejak puing yang disebabkan oleh tanah longsor, saat es mencair di musim semi Mars.
Foto ini diambil di sekitar orbit Mars oleh HiRISE, kamera paling kuat yang dikirim ke luar planet bumi.
"Coretan itu adalah pasir, copot seperti es menguap, yang meluncur menuruni bukit pasir. Pada saat ini seluruh Mars ditutupi oleh CO2 yang membeku," kata Candy Hansen dari NASA kepada The Sun.
Bulan lalu NASA mengumumkan teleskop baru telah mendeteksi lima planet di luar tata surya. Observatorium yang diluncurkan tahun lalu untuk mencari bumi lain itu, telah mendapat penemuan hanya dalam beberapa minggu pertama operasi.
Meskipun dunia baru yang disebut exoplanets itu semuanya lebih besar dari Neptunus, tapi NASA mengatakan teleskop pemburu planet mereka bekerja dengan baik.(INILAH.COM,)
Besok, Gerhana Matahari Pertama dan Terakhir
LAPAN menyimpulkan Jumat (15/1) akan terjadi gerhana matahari cincin di sebagian wilayah RI. Gerhana ini menjadi unik karena gerhana pertama dan terakhir di 2010.
Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfir dan Iklim LAPAN, Thomas Djamaluddin, di Bandung menyebutkan, gerhana itu akan terlihat di Bandung sampai 8,3 persen.
Fenomena alam yang mulai berlangsung pukul 14.39 WIB hingga 15.55 WIB tersebut, menurut Thomas, akan terlihat sebagian, karena pada saat terjadi gerhana, matahari tidak pada posisi tegak lurus dengan posisi Indonesia.
"Cincin tidak akan kelihatan. Cincin hanya akan bisa terlihat jika berada tepat di bawahnya. Gerhana cincin tersebut akan terlihat jelas di Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China," kata Thomas Djamaludin.
Bandung jangan takut gelap, lanjut Thomas, sebab persentasenya tidak cukup besar. Puncak terjadinya gerhana di Bandung sebagai fenomena alam tersebut, diprediksikan pukul 15.18 WIB. Meski demikian, tetap saja tidak akan terlihat dengan jelas.
Berbeda dengan di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Di sana, ujar Thomas, akan terlihat gelap, sebab gerhana matahari di Aceh Darussalam akan tampak hingga 60 persen.
"Gerhana ini akan terjadi dengan persentase nol sampai enampuluh persen, jadi paling besar di Aceh. Nanti akan sangat gelap di sana," kata Thomas.
Gerhana kali ini, lanjut Thomas, menjadi unik karena menjadi gerhana matahari pertama dan terakhir pada 2010. Gerhana matahari sebelumnya terjadi pada 26 Januari dan 22 Juli 2009.
Thomas menandaskan, gerhana yang terjadi pada 26 Januari 2009 diisitilahkan gerhana matahari cincin, sementara gerhana matahari 22 Juli 2009 sebenarnya gerhana matahari total.
"Tapi di Indonesia hanya terjadi gerhana sebagian," ujar Thomas.(INILAH.COM)
Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfir dan Iklim LAPAN, Thomas Djamaluddin, di Bandung menyebutkan, gerhana itu akan terlihat di Bandung sampai 8,3 persen.
Fenomena alam yang mulai berlangsung pukul 14.39 WIB hingga 15.55 WIB tersebut, menurut Thomas, akan terlihat sebagian, karena pada saat terjadi gerhana, matahari tidak pada posisi tegak lurus dengan posisi Indonesia.
"Cincin tidak akan kelihatan. Cincin hanya akan bisa terlihat jika berada tepat di bawahnya. Gerhana cincin tersebut akan terlihat jelas di Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan China," kata Thomas Djamaludin.
Bandung jangan takut gelap, lanjut Thomas, sebab persentasenya tidak cukup besar. Puncak terjadinya gerhana di Bandung sebagai fenomena alam tersebut, diprediksikan pukul 15.18 WIB. Meski demikian, tetap saja tidak akan terlihat dengan jelas.
Berbeda dengan di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Di sana, ujar Thomas, akan terlihat gelap, sebab gerhana matahari di Aceh Darussalam akan tampak hingga 60 persen.
"Gerhana ini akan terjadi dengan persentase nol sampai enampuluh persen, jadi paling besar di Aceh. Nanti akan sangat gelap di sana," kata Thomas.
Gerhana kali ini, lanjut Thomas, menjadi unik karena menjadi gerhana matahari pertama dan terakhir pada 2010. Gerhana matahari sebelumnya terjadi pada 26 Januari dan 22 Juli 2009.
Thomas menandaskan, gerhana yang terjadi pada 26 Januari 2009 diisitilahkan gerhana matahari cincin, sementara gerhana matahari 22 Juli 2009 sebenarnya gerhana matahari total.
"Tapi di Indonesia hanya terjadi gerhana sebagian," ujar Thomas.(INILAH.COM)
Selasa, 12 Januari 2010
Video WWF Berhasil Rekam Harimau Sumatra
Video jebak atau video trap yang di pasang oleh tim riset World Wide Fund (WWF)-Indonesia di Sumatera bagian tengah berhasil merekam gambar harimau betina dan dua anaknya untuk pertama kalinya.
"Memperoleh cuplikan video tersebut hanya dalam jangka waktu satu bulan setelah pemasangan kamera video merupakan suntikan moral yang sangat berarti bagi tim kami di lapangan," kata koordinator Tim Riset Harimau Sumatera WWF-Indonesia Karmila Parakkasi, melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (7/1).
Meski berhasil mendapatkan gambar induk dan anakan Harimau Sumatra, Karmila merasa khawatir karena hutan di kawasan tempat memperoleh video serta foto harimau tersebut terancam oleh pembukaan lahan oleh dua perusahaan pulp dan kertas raksasa, perkebunan kelapa sawit, serta perambahan dan penebangan liar.
"Yang menjadi pertanyaan, bisakah anak-anak harimau tersebut tumbuh besar di lingkungan seperti ini?," lanjutnya.
Setelah beroperasi selama satu bulan, kamera video otomatis bersensor itu berhasil mendokumentasikan foto keluarga harimau Sumatera saat mereka berjalan melintasi dan mengendus video jebak tersebut.
Selain mendapatkan gambar harimau betina dan dua anaknya, video jebak yang dipasang tersebut juga mendapatkan gambar harimau jantan dan satwa burunya yaitu babi hutan dan rusa, dan satwa lainnya seperti tapir, monyet ekor panjang, landak, dan luwak.
Video jebak bekerja dengan sensor infra merah itu, teraktifasi otomatis saat sensor tersebut mengidentifikasi panas tubuh yang melintasinya.
Piranti ini menjadi alat yang sangat penting dalam upaya mengidentifikasi individu harimau guna memonitor populasi serta habitat di wilayah jelajahnya.
Rekaman video trap yang dipasang di antara dua wilayah konservasi Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Propinsi Riau dan Jambi, memberikan informasi ilmiah dan unik mengenai tingkah laku satwa dilindungi tersebut.
Tim Riset Harimau WWF sejauh ini telah memasang empat kamera video jebak di kawasan jelajah harimau yaitu di antara dua wilayah konservasi Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.
Kawasan ini merupakan koridor satwa atau hutan yang bersambungan dan memungkinkan perpindahan satwa dari satu tempat ke tempat yang lain.
Hanya saja beberapa bagian di wilayah tersebut sudah atau akan dialihfungsikan oleh perusahaan pulp dan kertas.
Pembukaan hutan alam tersebut akan mempengaruhi kelestarian harimau di wilayah tersebut.
Setelah lima tahun penelitian harimau menggunakan kamera jebak (camera trap) yang menghasilkan gambar tak bergerak, pada September 2009 WWF mulai menggunakan video jebak (video trap) untuk melengkapi temuan-temuan sebelumnya.
Hasilnya, pada Oktober 2009 untuk pertama kalinya di kawasan tersebut induk harimau beserta anaknya dapat didokumentasikan dengan video jebak saat berada di alam.
Karmila mengatakan saat ini diperkirakan hanya terdapat sekitar 400 ekor harimau Sumatra di alam liar dengan status kritis terancam punah di mana keberadaannyaterus terancam oleh rusaknya habitat, dan perdagangan serta perburuan ilegal.
Temuan video ini didapatkan hampir berdekatan waktunya dengan peluncuran kampanye Year of Tiger yang akan dimulai secara serentak secara global pada 14 Februari 2010, yaitu bersamaan dengan dimulainya tahun harimau dalam kalender penanggalan China (Imlek).
Kampanye ini akan dilaksanakan di sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang merupakan daerah sebaran harimau untuk meningkatkan kesadaran mengenai konservasi harimau.
Selain itu kampanye juga akan mendorong komitmen politis perlindungan harimau dari para Kepala Negara yang hadir dalam pertemuan tingkat tinggi Tiger Summit bulan September mendatang di Vladivostok, Rusia.
Pertemuan dengan tuan rumah Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin itu didukung WWF dan sejumlah mitra lainnya yang tergabung dalam The Global Tiger Initiative.
Spesies harimau di seluruh dunia saat ini hanya tersisa 3.200 ekor yang meliputi enam sub-spesies yaitu harimau Sumatera, Bengal, Amur, Indochina, Cina Selatan, dan Malaysia.
Tahun Harimau kali ini bisa saja merupakan kesempatan terakhir kita untuk menyelamatkan harimau jika tidak ada upaya serius dalam menyelamatkan spesies karismatik ini.(INILAH.COM)
"Memperoleh cuplikan video tersebut hanya dalam jangka waktu satu bulan setelah pemasangan kamera video merupakan suntikan moral yang sangat berarti bagi tim kami di lapangan," kata koordinator Tim Riset Harimau Sumatera WWF-Indonesia Karmila Parakkasi, melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (7/1).
Meski berhasil mendapatkan gambar induk dan anakan Harimau Sumatra, Karmila merasa khawatir karena hutan di kawasan tempat memperoleh video serta foto harimau tersebut terancam oleh pembukaan lahan oleh dua perusahaan pulp dan kertas raksasa, perkebunan kelapa sawit, serta perambahan dan penebangan liar.
"Yang menjadi pertanyaan, bisakah anak-anak harimau tersebut tumbuh besar di lingkungan seperti ini?," lanjutnya.
Setelah beroperasi selama satu bulan, kamera video otomatis bersensor itu berhasil mendokumentasikan foto keluarga harimau Sumatera saat mereka berjalan melintasi dan mengendus video jebak tersebut.
Selain mendapatkan gambar harimau betina dan dua anaknya, video jebak yang dipasang tersebut juga mendapatkan gambar harimau jantan dan satwa burunya yaitu babi hutan dan rusa, dan satwa lainnya seperti tapir, monyet ekor panjang, landak, dan luwak.
Video jebak bekerja dengan sensor infra merah itu, teraktifasi otomatis saat sensor tersebut mengidentifikasi panas tubuh yang melintasinya.
Piranti ini menjadi alat yang sangat penting dalam upaya mengidentifikasi individu harimau guna memonitor populasi serta habitat di wilayah jelajahnya.
Rekaman video trap yang dipasang di antara dua wilayah konservasi Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Propinsi Riau dan Jambi, memberikan informasi ilmiah dan unik mengenai tingkah laku satwa dilindungi tersebut.
Tim Riset Harimau WWF sejauh ini telah memasang empat kamera video jebak di kawasan jelajah harimau yaitu di antara dua wilayah konservasi Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.
Kawasan ini merupakan koridor satwa atau hutan yang bersambungan dan memungkinkan perpindahan satwa dari satu tempat ke tempat yang lain.
Hanya saja beberapa bagian di wilayah tersebut sudah atau akan dialihfungsikan oleh perusahaan pulp dan kertas.
Pembukaan hutan alam tersebut akan mempengaruhi kelestarian harimau di wilayah tersebut.
Setelah lima tahun penelitian harimau menggunakan kamera jebak (camera trap) yang menghasilkan gambar tak bergerak, pada September 2009 WWF mulai menggunakan video jebak (video trap) untuk melengkapi temuan-temuan sebelumnya.
Hasilnya, pada Oktober 2009 untuk pertama kalinya di kawasan tersebut induk harimau beserta anaknya dapat didokumentasikan dengan video jebak saat berada di alam.
Karmila mengatakan saat ini diperkirakan hanya terdapat sekitar 400 ekor harimau Sumatra di alam liar dengan status kritis terancam punah di mana keberadaannyaterus terancam oleh rusaknya habitat, dan perdagangan serta perburuan ilegal.
Temuan video ini didapatkan hampir berdekatan waktunya dengan peluncuran kampanye Year of Tiger yang akan dimulai secara serentak secara global pada 14 Februari 2010, yaitu bersamaan dengan dimulainya tahun harimau dalam kalender penanggalan China (Imlek).
Kampanye ini akan dilaksanakan di sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang merupakan daerah sebaran harimau untuk meningkatkan kesadaran mengenai konservasi harimau.
Selain itu kampanye juga akan mendorong komitmen politis perlindungan harimau dari para Kepala Negara yang hadir dalam pertemuan tingkat tinggi Tiger Summit bulan September mendatang di Vladivostok, Rusia.
Pertemuan dengan tuan rumah Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin itu didukung WWF dan sejumlah mitra lainnya yang tergabung dalam The Global Tiger Initiative.
Spesies harimau di seluruh dunia saat ini hanya tersisa 3.200 ekor yang meliputi enam sub-spesies yaitu harimau Sumatera, Bengal, Amur, Indochina, Cina Selatan, dan Malaysia.
Tahun Harimau kali ini bisa saja merupakan kesempatan terakhir kita untuk menyelamatkan harimau jika tidak ada upaya serius dalam menyelamatkan spesies karismatik ini.(INILAH.COM)
Dunia Menuju Kebekuan 30 Tahun ke Depan
Dunia memasuki siklus iklim dingin untuk 30 tahun mendatang. Musim panas akan lebih dingin dan musim dingin akan semakin dingin.
“Kebekuan besar di Inggris adalah awal tren dunia menuju cuaca yang lebih dingin daripada teori pemanasan global yang banyak dibicarakan. Dunia telah memasuki iklim dingin yang akan bertahan hingga 20 sampai 30 tahun ke depan,” ujar para ahli.
Musim panas dan musim dingin akan semakin dingin dalam beberapa tahun terakhir dan perubahan tersebut berarti akan terhenti sementara atau bahkan selamanya. Prediksi tersebut berdasarkan analisis siklus alami temperature air di lautan Pasifik dan Atlantik.
Beberapa ahli percaya bahwa siklus laut dapat menjelaskan semua perubahan besar temperatur dunia di abad ke-20.
Menurut Pusat Data Es dan Salju Nasional Amerika Serikat, pemanasan global bumi sejak 1900 adalah karena siklus laut alamiah, dan bukan karena gas rumah kaca buatan manusia.
Dan saat ini siklus telah berpidah ke keadaan dingin di mana data menyebutkan sejumlah es di Artktik meningkat lebih dari seperempat keadaan normal sejak 2007.
Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan iklim ternama, termasuk Profesor Mojib Latif. Dia adalah anggota Panel Antar Pemerintah PBB dalam perubahan iklim. Dia dan koleganya memprediksi tren penurunan suhu pada tahun 2008 dan disampaikan lagi dalam konferensi IPCC di Jenewa pada bulan September.
Profesor Mojib Latif bekerja di Institut Leibniz di Universitas Kil Jerman. Dia telah mengembangkan metode pengukuran temperatur laut dengan kedalaman 3.000 kaki, di mana siklus dingin dan hangat bermula.
Di Eropa faktor krusialnya adalah temperatur di tengah laut Atlantik Utara. Dia mengatakan siklus laut semacam itu dikenal dengan nama osilasi decade atau MDO.(INILAH.COM)
“Kebekuan besar di Inggris adalah awal tren dunia menuju cuaca yang lebih dingin daripada teori pemanasan global yang banyak dibicarakan. Dunia telah memasuki iklim dingin yang akan bertahan hingga 20 sampai 30 tahun ke depan,” ujar para ahli.
Musim panas dan musim dingin akan semakin dingin dalam beberapa tahun terakhir dan perubahan tersebut berarti akan terhenti sementara atau bahkan selamanya. Prediksi tersebut berdasarkan analisis siklus alami temperature air di lautan Pasifik dan Atlantik.
Beberapa ahli percaya bahwa siklus laut dapat menjelaskan semua perubahan besar temperatur dunia di abad ke-20.
Menurut Pusat Data Es dan Salju Nasional Amerika Serikat, pemanasan global bumi sejak 1900 adalah karena siklus laut alamiah, dan bukan karena gas rumah kaca buatan manusia.
Dan saat ini siklus telah berpidah ke keadaan dingin di mana data menyebutkan sejumlah es di Artktik meningkat lebih dari seperempat keadaan normal sejak 2007.
Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan iklim ternama, termasuk Profesor Mojib Latif. Dia adalah anggota Panel Antar Pemerintah PBB dalam perubahan iklim. Dia dan koleganya memprediksi tren penurunan suhu pada tahun 2008 dan disampaikan lagi dalam konferensi IPCC di Jenewa pada bulan September.
Profesor Mojib Latif bekerja di Institut Leibniz di Universitas Kil Jerman. Dia telah mengembangkan metode pengukuran temperatur laut dengan kedalaman 3.000 kaki, di mana siklus dingin dan hangat bermula.
Di Eropa faktor krusialnya adalah temperatur di tengah laut Atlantik Utara. Dia mengatakan siklus laut semacam itu dikenal dengan nama osilasi decade atau MDO.(INILAH.COM)







