Pong, produsen casing ponsel mengeluarkan casing terbarunya khusus Blackberry seri curve yang diklaim mampu mengurangi bahaya radiasi ponsel hingga 60 persen.
Bentuk casing tersebut tak jauh berbeda dengan casing-casing Blackberry lainnya namun teknologi yang ada di casing tersebut sangat jauh berbeda dibandingkan casing pada umumnya. Pong membanderol casing besutannya tersebut seharga, USD49,95 atau sekira Rp461 ribu.
Seperti dilansir Cnet, Kamis (7/1/2010), casing keluaran Pong itu baru mendukung Blackberry curve 8300, 8310, 8320 dan 8330. Penampilan perdana casing anti radiasi tersebut terlihat di Consumer elctronics show di Las vegas pekan ini.
Namun ternyata, sistem casing antiradiasi itu hanyalah mengarahkan sinyal menuju posisi antena penerima sinyal yang ada di Blackberry sehingga menghindari sinyal radiasi mengarah ke otak. Selama ini seringkali sinyal bocor dan tak mengarah ke antena penerima, akibatnya radiasi sinyal dapat membahayakan kepala pengguna ponsel.
Dengan casing tersebut, sinyal diarahkan langsung ke antena penerima sinyal sehingga radiasi sinyal tak menyebar di sekitar kepala.
(Okezone)
Blog Berita-berita terhangat dan Berita yang terkumpul dari berbagai portal berita ternama.
Jumat, 08 Januari 2010
Panasonic Full HD 3D Plasma 152 Inci, TV Terbesar di Dunia
Ajang CES 2010 yang berlangsung 7-10 Januari 2010 di Las Vegas menjadi ajang para perusahaan elektronik untuk unjuk gigi atas teknologi yang dikembangkannya. Salah satu terobosan yang dimunculkan Panasonic adalah merilis televisi dengan layar terluas didunia.
Pabrikan asal Jepang Panasonic mengeluarkan produk Televisi berukuran 152 inci,yang didukung kemampuan menampilkan gambar Full High definition. Demikian dilansir i4U, Kamis (7/1/2010).
Fitur lain yang ditawarkan Panasonic antara lain fitur 3D, sehingga mampu menampilka tayangan 3D kepada penontonnya lewat panel layar plasma.
Panasonic terus bertarung dengan Samsung, LG, dan Sony untuk merebut pangsa pasar televisi. Sebelumnya Panasonic juga telah menunjukkan produk televisi 3D berukuran 50 inchi yang menggunakan komponen teknologi tinggi agar bisa menampilkan hasil gambar 3 dimensi (3D).
Teknologi yang diadopsi pada kedua televisi tersebut diyakini mampu melakukan perpindahan video yang ditampilkan secara cepat pada frame di kanan dan kiri. Dengan teknologi ini, penonton akan merasakan suasana 3D dengan menggunakan kacamata khusus tentunya, untuk menampilkan suasana nyata.
Sementara itu, pesaing Sony juga akan mulai memproduksi TV 3D pada awal tahun 2010. Ekspansi ke produksi TV Plasma tak terlepas dari penjualan televisi berteknologi cathode ray tube (CRT), atau yang dikenal dengan TV tabung konvensional yang pamornya mulai menurun. Panasonic sendiri bahkan telah memutuskan untuk menghentikan penjualan TV tabungnya. (ugo)
Pabrikan asal Jepang Panasonic mengeluarkan produk Televisi berukuran 152 inci,yang didukung kemampuan menampilkan gambar Full High definition. Demikian dilansir i4U, Kamis (7/1/2010).
Fitur lain yang ditawarkan Panasonic antara lain fitur 3D, sehingga mampu menampilka tayangan 3D kepada penontonnya lewat panel layar plasma.
Panasonic terus bertarung dengan Samsung, LG, dan Sony untuk merebut pangsa pasar televisi. Sebelumnya Panasonic juga telah menunjukkan produk televisi 3D berukuran 50 inchi yang menggunakan komponen teknologi tinggi agar bisa menampilkan hasil gambar 3 dimensi (3D).
Teknologi yang diadopsi pada kedua televisi tersebut diyakini mampu melakukan perpindahan video yang ditampilkan secara cepat pada frame di kanan dan kiri. Dengan teknologi ini, penonton akan merasakan suasana 3D dengan menggunakan kacamata khusus tentunya, untuk menampilkan suasana nyata.
Sementara itu, pesaing Sony juga akan mulai memproduksi TV 3D pada awal tahun 2010. Ekspansi ke produksi TV Plasma tak terlepas dari penjualan televisi berteknologi cathode ray tube (CRT), atau yang dikenal dengan TV tabung konvensional yang pamornya mulai menurun. Panasonic sendiri bahkan telah memutuskan untuk menghentikan penjualan TV tabungnya. (ugo)
Sistem Operasi Masa Depan, 'Cloud'
Sistem operasi desktop seperti Windows 7 memang masih menguasai pasar operating system (OS) saat ini. Kekuasaanya yang bertahan lebih dari satu dasawarsa tersebut, diprediksi akan terus tergerus dan akan digantikan dengan teknologi OS yang baru.
Beberapa pengamat melihat, sistem operasi desktop akan segera tergantikan di masa depan, lalu akan segera beralih ke OS yang berbasis cloud computing. Maksudnya adalah, semua sistem operasi dan aplikasi dapat berjalan dengan menggunakan internet, atau yang dikenal komputasi awan (cloud computing).
Banyaknya aplikasi yang tersedia Facebook dan Google, sebenarnya secara tidak langsung merupakan basis dasar dari platform cloud tersebut, dimana setiap data yang menggunakan aplikasi tersebut, tidak disimpan di dalam desktop, tapi seolah-olah dari internet tersebut.
"Masa depan sistem operasi akan berpeluang besar mengadopsi komputasi awan," tutur Director Engineering Google Australia Alan Nobel, seperti yang dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (7/1/2009).
Google sendiri berdasarkan desas-desus akan mengelurkan Chrome OS, sebuah sistem operasi yang berbasis cloud computing itu. Selain itu, untuk awalan yang lain Google juga meluncurkan App Engine untuk mengembangkan aplikasi yang berbasis komputasi awan pada April 2008. Menurut rakasas internet itu, App Engine sangat membantu pengembang dalam menciptakan peranti lunak dengan cepat yang mengandalkan kekuatan infrastrutuktur Google.
"Kami mencari dan untuk membuat pengembang lebih fokus dalam membuat aplikasinya. Secara tidak langsung memang cloud computing ini sangat bisa diandalkan di masa depan, dimana ruangan yang dibutuhkan sangat besar," tandas Noble.
Kendati demikian, Noble tidak bisa memprediksi kapan sistem operasi cloud ini benar-benar bisa dikembangkan secara serius, sehingga OS desktop akan mulai ditinggalkan secara keseluruhan. (Okezone.com)
Beberapa pengamat melihat, sistem operasi desktop akan segera tergantikan di masa depan, lalu akan segera beralih ke OS yang berbasis cloud computing. Maksudnya adalah, semua sistem operasi dan aplikasi dapat berjalan dengan menggunakan internet, atau yang dikenal komputasi awan (cloud computing).
Banyaknya aplikasi yang tersedia Facebook dan Google, sebenarnya secara tidak langsung merupakan basis dasar dari platform cloud tersebut, dimana setiap data yang menggunakan aplikasi tersebut, tidak disimpan di dalam desktop, tapi seolah-olah dari internet tersebut.
"Masa depan sistem operasi akan berpeluang besar mengadopsi komputasi awan," tutur Director Engineering Google Australia Alan Nobel, seperti yang dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (7/1/2009).
Google sendiri berdasarkan desas-desus akan mengelurkan Chrome OS, sebuah sistem operasi yang berbasis cloud computing itu. Selain itu, untuk awalan yang lain Google juga meluncurkan App Engine untuk mengembangkan aplikasi yang berbasis komputasi awan pada April 2008. Menurut rakasas internet itu, App Engine sangat membantu pengembang dalam menciptakan peranti lunak dengan cepat yang mengandalkan kekuatan infrastrutuktur Google.
"Kami mencari dan untuk membuat pengembang lebih fokus dalam membuat aplikasinya. Secara tidak langsung memang cloud computing ini sangat bisa diandalkan di masa depan, dimana ruangan yang dibutuhkan sangat besar," tandas Noble.
Kendati demikian, Noble tidak bisa memprediksi kapan sistem operasi cloud ini benar-benar bisa dikembangkan secara serius, sehingga OS desktop akan mulai ditinggalkan secara keseluruhan. (Okezone.com)
Selasa, 05 Januari 2010
Yuk, Pelajari 'Mahkota' Wanita!
SAAT pertama kali wanita berhubungan intim, maka selaput daranya akan robek. Biasanya, kaum hawa yang baru bersanggama juga mengalami rasa sakit dan perih. Apakah kondisi ini selalu dialami perawan?
Istilah keperawanan ditujukan untuk wanita yang memang belum pernah berhubungan intim sebelumnya. Keberadaan selaput dara yang utuh, sering kali dijadikan bukti fisik keperawanan.
Jika Anda penasaran mengenai selaput dara dan organ genital kaum hawa, maka Wendy Darvill dan Kelsey Powell dalam bukunya The Puberty Book bisa menjawabnya.
”Semasa gadis, jalan masuk vagina tertutup sebagian oleh selembar kulit yang amat tipis yang disebut selaput dara (himen). Pada masa remaja, vagina juga berkembang, dan selaput dara kemungkinan tertarik melebar atau dapat pula robek. Biasanya, ini dapat diakibatkan pada saat si gadis berolahraga, melakukan masturbasi, atau menggunakan tampon,” jelas Wendy Darvill dan Kelsey Powell.
Jika selaput dara tidak robek dalam usia pubertas, lubang kecil yang sudah ada sejak seorang wanita dilahirkan masih memungkinkan darah menstruasi mengalir.
Sedangkan alat kelamin wanita yang berada di luar disebut pukas (vulva atau mons veneris). Bagian atas pukas terdiri dari jaringan lemak yang menggunung, yang ditutupi oleh gunung rambuber (mons pubis).
Di bawahnya ada dua lipatan kulit yang disebut bibir luar (labia majora) dan bibir dalam (labia minoria). Bibir luar juga tertutup rambut sesudah masa pubertas. Jika kedua paha wanita dirapatkan, bibir luar akan saling merapat. Bibir dalam akan kelihatan bila kedua paha dibuka. Bibir dalam lebih tipis daripada bibir luar dan peka terhadap sentuhan. Kedua bibir ini basah, karena adanya suatu cairan pelicin yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di bibir (labia) itu.
Sedangkan vagina sendiri adalah saluran yang dindingnya berotot dan panjangnya sekira 10 sentimeter, yang menuju ke rahim (uterus atau womb). Darah menstruasi keluar dari tubuh melalui vagina. Dinding vagina saling bersentuhan dan permukaannya berlipat-lipat.
Jika wanita menggunakan tampon saat menstruasi, otot inilah yang akan menahan tampon pada posisinya. Pada saat persalinan, vagina dapat meregang agar si bayi dapat keluar.
Kelenjar-kelenjar dalam vagina menghasilkan cairan yang menjaga kebersihan dan kelembapannya. Bila seorang wanita terangsang gairah seksualnya, saluran vagina dapat melebar, menjadi lebih panjang dan lebih basah.(lifestyle.okezone.com)
Istilah keperawanan ditujukan untuk wanita yang memang belum pernah berhubungan intim sebelumnya. Keberadaan selaput dara yang utuh, sering kali dijadikan bukti fisik keperawanan.
Jika Anda penasaran mengenai selaput dara dan organ genital kaum hawa, maka Wendy Darvill dan Kelsey Powell dalam bukunya The Puberty Book bisa menjawabnya.
”Semasa gadis, jalan masuk vagina tertutup sebagian oleh selembar kulit yang amat tipis yang disebut selaput dara (himen). Pada masa remaja, vagina juga berkembang, dan selaput dara kemungkinan tertarik melebar atau dapat pula robek. Biasanya, ini dapat diakibatkan pada saat si gadis berolahraga, melakukan masturbasi, atau menggunakan tampon,” jelas Wendy Darvill dan Kelsey Powell.
Jika selaput dara tidak robek dalam usia pubertas, lubang kecil yang sudah ada sejak seorang wanita dilahirkan masih memungkinkan darah menstruasi mengalir.
Sedangkan alat kelamin wanita yang berada di luar disebut pukas (vulva atau mons veneris). Bagian atas pukas terdiri dari jaringan lemak yang menggunung, yang ditutupi oleh gunung rambuber (mons pubis).
Di bawahnya ada dua lipatan kulit yang disebut bibir luar (labia majora) dan bibir dalam (labia minoria). Bibir luar juga tertutup rambut sesudah masa pubertas. Jika kedua paha wanita dirapatkan, bibir luar akan saling merapat. Bibir dalam akan kelihatan bila kedua paha dibuka. Bibir dalam lebih tipis daripada bibir luar dan peka terhadap sentuhan. Kedua bibir ini basah, karena adanya suatu cairan pelicin yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di bibir (labia) itu.
Sedangkan vagina sendiri adalah saluran yang dindingnya berotot dan panjangnya sekira 10 sentimeter, yang menuju ke rahim (uterus atau womb). Darah menstruasi keluar dari tubuh melalui vagina. Dinding vagina saling bersentuhan dan permukaannya berlipat-lipat.
Jika wanita menggunakan tampon saat menstruasi, otot inilah yang akan menahan tampon pada posisinya. Pada saat persalinan, vagina dapat meregang agar si bayi dapat keluar.
Kelenjar-kelenjar dalam vagina menghasilkan cairan yang menjaga kebersihan dan kelembapannya. Bila seorang wanita terangsang gairah seksualnya, saluran vagina dapat melebar, menjadi lebih panjang dan lebih basah.(lifestyle.okezone.com)
CES 2010: MSI Perkenalkan eBook Layar Ganda
Hajatan elektronik terbesar di Amerika Serikat, Consumer Electronic Show 2010, menjadi cara yang tempat untuk para vendor memperkenalkan produk andalannya. Tak terkecuali bagi Micro-Star International (MSI).
Di CES 2010 tersebut, kabarnya vendor asal Taiwan itu akan memperkenalkan eBook dengan dual screen atau layar ganda dan notebook dengan kemampuan layar 3 dimensi (3D). Isu lainnya juga menyebutkan, eBook layar ganda itu juga akan dibenamkan dengan chip Tegra milik Nvidia.
Dilansir DigiTimes, Selasa (5/1/2009), kendati bukan yang pertama kalinya, eBook layar ganda milik MSI ini pantas untuk menjadi perhatian utama. Sebab memang, di 2010 ini eBook diprediksi akan mencapai angka kepopularan yang tinggi. Memilih CES 2010 bagi MSI tentu saja menjadi cara yang ampuh untuk memikat konsumen.
Seperti diketahui, Kendati CES 2010 masih merasakan dampak pemulihan dari krisis ekonomi, namun pada kenyataanya 110 ribu orang telah mendaftar dan menyatakan kehadirannya di CES 2010. Tidak hanya itu saja, setidaknya 330 vendor-vendor global telah siap mengisi pameran ini. (techno.okezone.com)
Di CES 2010 tersebut, kabarnya vendor asal Taiwan itu akan memperkenalkan eBook dengan dual screen atau layar ganda dan notebook dengan kemampuan layar 3 dimensi (3D). Isu lainnya juga menyebutkan, eBook layar ganda itu juga akan dibenamkan dengan chip Tegra milik Nvidia.
Dilansir DigiTimes, Selasa (5/1/2009), kendati bukan yang pertama kalinya, eBook layar ganda milik MSI ini pantas untuk menjadi perhatian utama. Sebab memang, di 2010 ini eBook diprediksi akan mencapai angka kepopularan yang tinggi. Memilih CES 2010 bagi MSI tentu saja menjadi cara yang ampuh untuk memikat konsumen.
Seperti diketahui, Kendati CES 2010 masih merasakan dampak pemulihan dari krisis ekonomi, namun pada kenyataanya 110 ribu orang telah mendaftar dan menyatakan kehadirannya di CES 2010. Tidak hanya itu saja, setidaknya 330 vendor-vendor global telah siap mengisi pameran ini. (techno.okezone.com)
Target NASA Selanjutnya: Venus, Bulan & Asteroid
WASHINGTON - Ada tiga target yang menjadi opsi NASA dalam eksplorasi ilmiah di masa depan. Tiga target yang akan dipilih NASA tersebut adalah Venus, Bulan dan asteorid.
Ketiga area merupakan hasil akhir pilihan yang telah dirumuskan untuk membantu para agen penelitian luar angkasa menentukan, dimana mereka harus mencurahkan waktu dan dana mereka dalam mendapatkan ilmu paling berharga mengenai sistem tata surya.
Hal ini merupakan bagian dari program New Frontiers NASA yang telah memiliki dua misi yang tengah digarap. Misi pertama adalah New Horizons, yaitu mengirimkan pesawat luar angkasa yang saat ini tengah menuju Pluto dan sejauh ini telah mengirimkan citra yang terlihat dari Jupiter. Yang kedua, disebut dengan misi Juno, yaitu survei tentang Jupiter berskala besar yang akan diluncurkan pada 2011.
Seperti dilansir CNet, Selasa (5/12/2009), untuk misi yang ketiga, terlebih dahulu harus ditentukan mana di antara ketiga pilihan, yaitu Venus, Bulan dan asteroid yang akan menjadi fokus penelitian.
Apabila telah ditentukan pilihan, NASA akan mengucurkan dana sekira USD3,3 juta untuk tiap-tiap misi yang digarap. Dengan demikian, mereka bisa melakukan studi jangka panjang untuk merencanakan misi, biaya, manajemen serta rencana teknis.(techno.okezone.com)
Ketiga area merupakan hasil akhir pilihan yang telah dirumuskan untuk membantu para agen penelitian luar angkasa menentukan, dimana mereka harus mencurahkan waktu dan dana mereka dalam mendapatkan ilmu paling berharga mengenai sistem tata surya.
Hal ini merupakan bagian dari program New Frontiers NASA yang telah memiliki dua misi yang tengah digarap. Misi pertama adalah New Horizons, yaitu mengirimkan pesawat luar angkasa yang saat ini tengah menuju Pluto dan sejauh ini telah mengirimkan citra yang terlihat dari Jupiter. Yang kedua, disebut dengan misi Juno, yaitu survei tentang Jupiter berskala besar yang akan diluncurkan pada 2011.
Seperti dilansir CNet, Selasa (5/12/2009), untuk misi yang ketiga, terlebih dahulu harus ditentukan mana di antara ketiga pilihan, yaitu Venus, Bulan dan asteroid yang akan menjadi fokus penelitian.
Apabila telah ditentukan pilihan, NASA akan mengucurkan dana sekira USD3,3 juta untuk tiap-tiap misi yang digarap. Dengan demikian, mereka bisa melakukan studi jangka panjang untuk merencanakan misi, biaya, manajemen serta rencana teknis.(techno.okezone.com)





