Sabtu, 10 Oktober 2009

Membuat Banner Tampil Bergantian Dalam Satu Kolom Widget ( Banner Rotator )

 Menampilkan Banner di blog atau website itu adalah langkah yang harus di lakukan bagi seorang bloger yang mangikuti program Afliansi atau bisnis-bisnis internet lainya,





Bagaimana alau kita mengikuti program afliansi / bisnis-bisnis internet atau sejenisnya hingga 10 sampai 20 atau lebih  dan  harus memasang banner di blog atau website kita tentu blog atau web kita akan penuh dengan banner-banner tersebut dan kadang membuat loding blog semakin lambat,  salah satu cara untuk mengatasinya adalah menempatkan banner dalam satu kolom widget dan akan tampil bergantian sesuai jeda waktu yang akan di tentukan seperti contoh banner di atas.

 Buat teman-teman bloger yang ingin membuat banner slide show atau banner yang tampil bergantian dalam satu kolom widget bloger berikut cara yang harus di lakukan.

  • Login.

  • Pilih tata letak > elmen halaman.

  • Tambah Widget.

  • Copy kode scrip di bawah ini taru di widget.





<!-- --><script language="JavaScript">





<!-- Hide from JavaScript-Impaired Browsers

/* First, if you load fewer or more than 6 sponsors

into your rotator, change the "number_of_sponsors" variable

to the actual number of sponsor .gifs you plan to

load. */

number_of_sponsors=6;





var sctr=0;

var halt=0;

var isn=new Array();

for (i=0;i<number_of_sponsors;i++){

isn[i]=new Image();

}





/* The sponsor .gif names are loaded into the isn[x]

sponsor images array. You may load any number of

sponsor images (.gif or .jpg or both) into this

array. They must all be the same size, however.

Substitute your own .gif filenames for the ones

shown here. Note that the first .gif must appear

in the isn[0] array element. */

isn[0].src="http://h1.ripway.com/rudi77/26456_468x60d.gif";

isn[1].src="http://h1.ripway.com/rudi77/banner3.gif";

isn[2].src="http://h1.ripway.com/rudi77/ban_04.gif";

isn[3].src="http://h1.ripway.com/rudi77/FFZ_468x60_aa_01b.gif";

isn[4].src="http://h1.ripway.com/rudi77/p.gif";

isn[5].src="http://h1.ripway.com/rudi77/trekpay_60x468.jpg";





/* Finally, replace the URL's below with those of

your sponsors IN THE SAME ORDER. */

var durl=new Array();

durl[0]="http://d0e4a9f0.linkbucks.com/";

durl[1]="http://f167ff1e.linkbucks.com";

durl[2]="https://www.alertpay.com/?6CBL0NDZkv0nCwjDwuNznA%3d%3d";

durl[3]="http://d0e4a9f0.linkbucks.com";

durl[4]="http://f167ff1e.linkbucks.com";

durl[5]="http://8952d67b.linkbucks.com";





/* This script is set to rotate every 5 seconds.

(5000=5 seconds, so 30000 would equal 30, etc)

You should change the number in the setTimeout()

call below for the number of seconds you wish. */

function rotateIt(){

if (halt!=1){

sctr++;

if (sctr>number_of_sponsors-1){

sctr=0;

}

document.sponsor.src=isn[sctr].src;

setTimeout("rotateIt()",10000);

}

}





/* This code will work just fine with or without

frames. However, if you are in frames and wish

to replicate the TARGET="_top" call to remove

frames, change the location.href call to:

parent.location.href=durl[sctr];

below. */

function doIt(){

halt=1;

location.href=durl[sctr];

}





function dispIt(){

parent.window.status=durl[sctr];

}

// End Hiding -->





</script>





<center><table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">

<tr>

<td><a onmouseover="dispIt();return true;" href="http://your url.html" onclick="doIt();return false"><img border="0" width="468" src="http://whatever the name is.gif" name="sponsor" height="60"/></a></td>

</tr>

</table></center>

<!-- this script and more free from a1javascripts.com -->





<!-- -->

<script language="JavaScript">

<!-- Hide JavaScript from Java-Impaired Browsers

sctr=0;

rotateIt();

// End Hiding -->

</script>

<!-- -->



 


  • Keterangan 


Ganti code yang berwarna di atas. atau mau download code scripnya di sini

  • Jumblah banner yang di tampilkan

  • Alamat gambar bisa hosting gambar ( Gambar di atas hosting di sini )

  • Url tujuan banner bila di klik.

  • Jeda waktu slide show

  • Lebar widget.

  • tinggi widget.





 


Kalau sudah  klik simpan dan lihat hasilnya Gampang to.

 
Untuk pemasangan dua kolom yang berbeda tema-teman bisa cobak sendiri karna saya pernah cobak tapi malah keduanya jadi eror

10 Ratu Gemuk Menangi Kontes 'Bye Bye Big'



Mereka akan diajak berlomba menurunkan berat badan dalam acara 'Bye Bye Big'





Sebanyak 10 perempuan dengan berat badan berlebih alias gemuk memenangi audisi reality show penurunan berat badan 'Bye Bye Big'. Mereka mengalahkan lebih dari 500 peserta audisi yang memadati Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu, 10 Oktober 2009.



Pemilihan 10 ratu gemuk itu sekaligus menjadi ajang pengukuhan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk Pengukuran Lemak Tubuh dengan Peserta Terbanyak.



Sebanyak 10 ratu gemuk yang terpilih akan dikarantina untuk mengikuti reality show 'Bye Bye Big'. Mereka akan diajak berlomba menurunkan berat badan melalui pengaturan makan, olah raga, dan perubahan perilaku. Perlombaan dilakukan di bawah pengawasan dokter ahli, pelatih olah raga profesional, dan ahli gizi.





'Bye Bye Big' diadopsi dari program Penurunan Berat Badan (Weight Management Program-WMP) yang dimiliki dan dikembangkan oleh PT Roche Indonesia sejak tahun 2000. Program itu bertujuan membantu masyarakat yang memiliki masalah obesitas untuk menurunkan berat badan dengan cara sehat.



Seperti tayangan reality show kebanyakan, 'Bye Bye Big' akan menonjolkan sisi drama dari perjuangan dan usaha para peserta dalam menurunkan berat badan. Akan banyak luapan emosi seperti, putus asa, marah, lelah, rasa rindu dengan keluarga, konflik dengan sesama peserta, konflik dengan mentor, hingga kegembiraan atas keberhasilan menurunkan berat badan.



Reality show pertama yang merupakan inisiatif PT Roche Indonesia itu juga didukung PT Gold's Gym Indonesia. Acara yang akan ditayangkan di sebuah stasiun televisi ini akan digarap rumah produksi VMT. Dengan durasi 30 menit, 'Bye Bye Big' akan dipandu aktris Cathy Sharon dan sang executive producer yaitu Jeremy Thomas.



• VIVAnews

10 Ratu Gemuk Menangi Kontes 'Bye Bye Big'


Mereka akan diajak berlomba menurunkan berat badan dalam acara 'Bye Bye Big'


Sebanyak 10 perempuan dengan berat badan berlebih alias gemuk memenangi audisi reality show penurunan berat badan 'Bye Bye Big'. Mereka mengalahkan lebih dari 500 peserta audisi yang memadati Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu, 10 Oktober 2009.

Pemilihan 10 ratu gemuk itu sekaligus menjadi ajang pengukuhan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk Pengukuran Lemak Tubuh dengan Peserta Terbanyak.

Sebanyak 10 ratu gemuk yang terpilih akan dikarantina untuk mengikuti reality show 'Bye Bye Big'. Mereka akan diajak berlomba menurunkan berat badan melalui pengaturan makan, olah raga, dan perubahan perilaku. Perlombaan dilakukan di bawah pengawasan dokter ahli, pelatih olah raga profesional, dan ahli gizi.


'Bye Bye Big' diadopsi dari program Penurunan Berat Badan (Weight Management Program-WMP) yang dimiliki dan dikembangkan oleh PT Roche Indonesia sejak tahun 2000. Program itu bertujuan membantu masyarakat yang memiliki masalah obesitas untuk menurunkan berat badan dengan cara sehat.

Seperti tayangan reality show kebanyakan, 'Bye Bye Big' akan menonjolkan sisi drama dari perjuangan dan usaha para peserta dalam menurunkan berat badan. Akan banyak luapan emosi seperti, putus asa, marah, lelah, rasa rindu dengan keluarga, konflik dengan sesama peserta, konflik dengan mentor, hingga kegembiraan atas keberhasilan menurunkan berat badan.

Reality show pertama yang merupakan inisiatif PT Roche Indonesia itu juga didukung PT Gold's Gym Indonesia. Acara yang akan ditayangkan di sebuah stasiun televisi ini akan digarap rumah produksi VMT. Dengan durasi 30 menit, 'Bye Bye Big' akan dipandu aktris Cathy Sharon dan sang executive producer yaitu Jeremy Thomas.

• VIVAnews

Maria Ozawa-AV Idol, Bisnis Pornografi di Tengah Budaya Ketimuran



AV Idol (Adult Video Idol) adalah sebutan buat para aktris atau model yang bekerja di bidang pornografi di Jepang. Sebutan ini mulai muncul di awal tahun 80-an dan kian hari kian berkembang dengan pesat. Bahkan saat ini ada lebih dari 25 studio yang mengkhususkan dalam produksi video porno. Itu belum termasuk industri media cetak yang juga tak kalah pesatnya. Ini menunjukkan bahwa industri ini bukanlah industri main-main atau industri underground. Mereka punya bisnis yang dikelola dengan baik secara profesional layaknya industri lain.



Pornografi Jepang juga punya karakteristik unik bila dibandingkan dengan pornografi barat pada umumnya. Misalnya saja,

di Jepang, topik yang sering kali jadi ide dasar adalah hubungan seks dengan gadis-gadis yang masih menggunakan seragam sekolah. Dunia barat menganggap pornografi Jepang berpusat pada kekerasan dan hubungan seksual dengan anak di bawah umur, sesuatu yang di barat dianggap 'asing'.







Pornografi Jepang juga punya banyak wujud selain dalam bentuk video dan gambar. Industri komik porno atau computer games yang sarat dengan muatan pornografi juga cukup laris di negeri matahari terbit ini namun tentu saja industri ini tak sebesar industri video porno yang telah melahirkan banyak bintang, seperti Maria Ozawa misalnya. Cewek yang baru berusia 23 tahun ini sudah menekuni bisnis ini selama hampir empat tahun.



Sejak tahun 80-an ada banyak nama yang identik dengan label AV Idols ini. Misalnya saja Kate Asabuki, Hitomi Kobayashi atau Nao Saejima yang populer di tahun 80-an sementara nama-nama seperti Akira Fubuki, Ai Iijima, atau Aika Miura baru muncul di era 90-an. Di tahun 2000-an ini nama yang paling populer bisa jadi memang adalah Maria Ozawa atau yang juga dikenal dengan nama Miyabi ini.



Ratusan AV Idol yang pernah ada hingga saat ini rata-rata memiliki masa aktif sekitar satu tahun saja. Selama satu tahun itu rata-rata mereka menghasilkan sekitar lima sampai sepuluh video. Beberapa Idol memang sempat melegenda dan memiliki karir lebih dari satu tahun. Kaoru Kuroki bahkan sempat dianggap sebagai aktris porno yang berhasil mengangkat status AV Idol menjadi orang yang terhormat juga di mata masyarakat. Ia memilih menjadi AV Idol meski sebenarnya ia juga punya karir yang bagus di televisi.



Yang jelas, bisnis ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan. Konon, bisnis ini bernilai sekitar Rp 46 triliun per tahunnya. Tahun 1992 saja bisnis ini bisa menghasilkan 11 film dalam satu harinya dan menguasai sekitar 30% rental video di sana. Dua tahun berikutnya, data mencatat bahwa dalam satu tahun Jepang bisa memproduksi 14 ribu video porno sementara di Amerika Serikat dalam waktu yang sama hanya mampu memproduksi sekitar 2.500 video saja. (kapanlagi.com)

Maria Ozawa-AV Idol, Bisnis Pornografi di Tengah Budaya Ketimuran


AV Idol (Adult Video Idol) adalah sebutan buat para aktris atau model yang bekerja di bidang pornografi di Jepang. Sebutan ini mulai muncul di awal tahun 80-an dan kian hari kian berkembang dengan pesat. Bahkan saat ini ada lebih dari 25 studio yang mengkhususkan dalam produksi video porno. Itu belum termasuk industri media cetak yang juga tak kalah pesatnya. Ini menunjukkan bahwa industri ini bukanlah industri main-main atau industri underground. Mereka punya bisnis yang dikelola dengan baik secara profesional layaknya industri lain.

Pornografi Jepang juga punya karakteristik unik bila dibandingkan dengan pornografi barat pada umumnya. Misalnya saja,
di Jepang, topik yang sering kali jadi ide dasar adalah hubungan seks dengan gadis-gadis yang masih menggunakan seragam sekolah. Dunia barat menganggap pornografi Jepang berpusat pada kekerasan dan hubungan seksual dengan anak di bawah umur, sesuatu yang di barat dianggap 'asing'.



Pornografi Jepang juga punya banyak wujud selain dalam bentuk video dan gambar. Industri komik porno atau computer games yang sarat dengan muatan pornografi juga cukup laris di negeri matahari terbit ini namun tentu saja industri ini tak sebesar industri video porno yang telah melahirkan banyak bintang, seperti Maria Ozawa misalnya. Cewek yang baru berusia 23 tahun ini sudah menekuni bisnis ini selama hampir empat tahun.

Sejak tahun 80-an ada banyak nama yang identik dengan label AV Idols ini. Misalnya saja Kate Asabuki, Hitomi Kobayashi atau Nao Saejima yang populer di tahun 80-an sementara nama-nama seperti Akira Fubuki, Ai Iijima, atau Aika Miura baru muncul di era 90-an. Di tahun 2000-an ini nama yang paling populer bisa jadi memang adalah Maria Ozawa atau yang juga dikenal dengan nama Miyabi ini.

Ratusan AV Idol yang pernah ada hingga saat ini rata-rata memiliki masa aktif sekitar satu tahun saja. Selama satu tahun itu rata-rata mereka menghasilkan sekitar lima sampai sepuluh video. Beberapa Idol memang sempat melegenda dan memiliki karir lebih dari satu tahun. Kaoru Kuroki bahkan sempat dianggap sebagai aktris porno yang berhasil mengangkat status AV Idol menjadi orang yang terhormat juga di mata masyarakat. Ia memilih menjadi AV Idol meski sebenarnya ia juga punya karir yang bagus di televisi.

Yang jelas, bisnis ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan. Konon, bisnis ini bernilai sekitar Rp 46 triliun per tahunnya. Tahun 1992 saja bisnis ini bisa menghasilkan 11 film dalam satu harinya dan menguasai sekitar 30% rental video di sana. Dua tahun berikutnya, data mencatat bahwa dalam satu tahun Jepang bisa memproduksi 14 ribu video porno sementara di Amerika Serikat dalam waktu yang sama hanya mampu memproduksi sekitar 2.500 video saja. (kapanlagi.com)

WoW.. Kelly Brook Bugil di Panggung





Sebagian publik London sudah mencatat tanggal ini: 3 November. Hari itu mereka bakal menyaksikan peristiwa sensasional: Kelly Brook tampil bugil di panggung teater.



Kekasih bintang rugby Inggris, Danny Cipriani, itu memang sudah setuju untuk tampil tanpa selembar benang pun dalam pertunjukan bertajuk Calendar Girls. Model cantik berusia 29 tahun itu memainkan peran sebagai Celia alias Miss September. Drama ini berdasarkan kisah sejati dari kalender bugil untuk amal yang digarap Women’s Institute.



Kelly akan menggantikan posisi mantan istri Mick Jagger, Jerry Hall (59). Tentu, publik akan menyaksikan Kelly Brook yang lebih segar ketimbang Jerry Hall.



Ini bukan pertama kali Kelly tampil bugil di panggung teater. Sebelumnya, dia juga berperan sebagai penari telanjang dalam pementasan Eye Contact dan mengenakan bikini dalam debutnya di panggung West End pada pertunjukan Fat Pig.



Kelly Brook bukan satu-satunya figur publik yang bakal tampil di Calendar Girls. Ada pula Julie Goodyear yang memainkan peran Corrie dan mantan pembaca berita BBC Jan Leeming. [inilah]



Terkait:

WoW.. Kelly Brook Bugil di Panggung



Sebagian publik London sudah mencatat tanggal ini: 3 November. Hari itu mereka bakal menyaksikan peristiwa sensasional: Kelly Brook tampil bugil di panggung teater.

Kekasih bintang rugby Inggris, Danny Cipriani, itu memang sudah setuju untuk tampil tanpa selembar benang pun dalam pertunjukan bertajuk Calendar Girls. Model cantik berusia 29 tahun itu memainkan peran sebagai Celia alias Miss September. Drama ini berdasarkan kisah sejati dari kalender bugil untuk amal yang digarap Women’s Institute.

Kelly akan menggantikan posisi mantan istri Mick Jagger, Jerry Hall (59). Tentu, publik akan menyaksikan Kelly Brook yang lebih segar ketimbang Jerry Hall.

Ini bukan pertama kali Kelly tampil bugil di panggung teater. Sebelumnya, dia juga berperan sebagai penari telanjang dalam pementasan Eye Contact dan mengenakan bikini dalam debutnya di panggung West End pada pertunjukan Fat Pig.

Kelly Brook bukan satu-satunya figur publik yang bakal tampil di Calendar Girls. Ada pula Julie Goodyear yang memainkan peran Corrie dan mantan pembaca berita BBC Jan Leeming. [inilah]

Terkait:

Buntut Penggrebekan, Penghuni Kos Trauma,



TANGERANG, KOMPAS.com - Penghuni kos yang menjadi sasaran penggrebekan Tim Densus 88 mengaku trauma dengan kejadian yang menghebohkan warga Ciputat tersebut. Sebagian dari mereka bahkan berniat untuk pindah dari rumah kos yang beralamat di Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan.



Usep Muzani (19) misalnya, mengaku tak percaya dengan kejadian yang baru dia alami. Selama ini mahasiswa jurusan Tafsir Universitas Islam Negeri Jakarta, hanya melihat baku tembak dari televisi. "Rasanya kaget dan shock," ucapnya, di Ciputat, Sabtu (10/10 ).



Pemuda ini menuturkan bunyi-bunyi senjata dan ledakan seperti film-film yang biasa ia saksikan di televisi. Suasana mencekam meliputi bangunan berlantai dua tersebut.



Hingga saat ini kejadian yang baku tembak tersebut masih teringat dalam benaknya. Perasaan shock masih meliputi dirinya. "Ingin pindah saja," ujarnya.



Hal senada dikatakan Dimas (19) penghuni kamar bernomor 14. Mahasiswa semester III ini masih tak percaya dengan penggerebekan tersebut. "Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, coba kalau diberi waktu beberapa menit pasti tidak sekaget ini," jelasnya.



Dimas menuturkan, setelah diperbolehkan masuk ke kamar kosnya, ia akan segera berkemas dan pindah dari kos tersebut.



Sementara itu, Kunto (19) penghuni kos nomor 8 juga masih tidak percaya tersimpan bahan peledak pada rumah kos yang baru saja ia tempati. Tak ada keanehan pada lantai atas kamar kost tersebut. "Setiap hari saya naik-turun dan tidak ada keanehan apapun," kata dia.



Meski demikian, Kunto belum berniat untuk pindah kos. Yang terpenting baginya saat ini adalah dapat masuk kembali dan mengambil barang-barang yang ada didalamnya.



Pada Jumat (9/10), tim Densus Anti Teror 88 melakukan penggerebekan pada rumah kos milik Amsah. Rumah kos tersebut diduga menjadi tempat persembunyian buronan teroris. Penggerebekan tersebut menewaskan dua orang yang diduga sebagai Syaifudin Zuhri dan M. Syahrir.



Kompas.com

Buntut Penggrebekan, Penghuni Kos Trauma,


TANGERANG, KOMPAS.com - Penghuni kos yang menjadi sasaran penggrebekan Tim Densus 88 mengaku trauma dengan kejadian yang menghebohkan warga Ciputat tersebut. Sebagian dari mereka bahkan berniat untuk pindah dari rumah kos yang beralamat di Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Usep Muzani (19) misalnya, mengaku tak percaya dengan kejadian yang baru dia alami. Selama ini mahasiswa jurusan Tafsir Universitas Islam Negeri Jakarta, hanya melihat baku tembak dari televisi. "Rasanya kaget dan shock," ucapnya, di Ciputat, Sabtu (10/10 ).

Pemuda ini menuturkan bunyi-bunyi senjata dan ledakan seperti film-film yang biasa ia saksikan di televisi. Suasana mencekam meliputi bangunan berlantai dua tersebut.

Hingga saat ini kejadian yang baku tembak tersebut masih teringat dalam benaknya. Perasaan shock masih meliputi dirinya. "Ingin pindah saja," ujarnya.

Hal senada dikatakan Dimas (19) penghuni kamar bernomor 14. Mahasiswa semester III ini masih tak percaya dengan penggerebekan tersebut. "Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, coba kalau diberi waktu beberapa menit pasti tidak sekaget ini," jelasnya.

Dimas menuturkan, setelah diperbolehkan masuk ke kamar kosnya, ia akan segera berkemas dan pindah dari kos tersebut.

Sementara itu, Kunto (19) penghuni kos nomor 8 juga masih tidak percaya tersimpan bahan peledak pada rumah kos yang baru saja ia tempati. Tak ada keanehan pada lantai atas kamar kost tersebut. "Setiap hari saya naik-turun dan tidak ada keanehan apapun," kata dia.

Meski demikian, Kunto belum berniat untuk pindah kos. Yang terpenting baginya saat ini adalah dapat masuk kembali dan mengambil barang-barang yang ada didalamnya.

Pada Jumat (9/10), tim Densus Anti Teror 88 melakukan penggerebekan pada rumah kos milik Amsah. Rumah kos tersebut diduga menjadi tempat persembunyian buronan teroris. Penggerebekan tersebut menewaskan dua orang yang diduga sebagai Syaifudin Zuhri dan M. Syahrir.

Kompas.com

16 Tim SMU Se Jatim Adu Robot 'Sumo'



Surabaya - 16 Tim SMU se-Jawa Timur akan saling beradu 'sumo'. Para siswa ini tidak akan saling beradu fisik layaknya olahraga dari negeri matahari. Tetapi mereka akan berlomba menggunakan robot.



Robot ciptaan siswa akan saling adu dorong layaknya olahraga sumo didalam lomba robot sumo yang diadakan Sekolah Tinggi Manajeman Informatika dan Teknik Komputer (STIKOM) High School Competition (SHISCO).



Peserta yang kebanyakan berasal dari SMKN ini, terlihat sangat antusias mengikuti lomba yang memperebutkan hadiah uang tunai plus beasiswa dengan total Rp 17 juta dan tropi.



Dari pantauan detiksurabaya.com, Sabtu (10/10/2009) banyak sekali bentuk robot yang dibuat peserta. Ada yang sengaja membuat bentuk robot berukuran besar ditambah dengan bobot. Peserta berharap tidak bisa digeser oleh musuhnya seperti robot sumo milik SMUN 20 Surabaya.



Lain halnya dengan robot sumo milik SMKN 1 Sidoarjo yang ukurannya lebih kecil, namun bemper depannya mempunyai sudut kemiringan 45 derajat.



Alhasil pertandingan berjalan alot, pasalnya dua robot masing memiliki sensor. Sayangnya robot milik SMUN 20 Surabaya kalah akibat robot miliknya tidak mampu menggulinggkan robot milik SMUN 1 Sidoarjo yang sensornya rusak sehingga jalannya miring dan membuat musuhnya hanya berjalan lurus akhir jatuh dan dinyatakan kalah.



Sementara itu, lomba robot sumo ini menggunakan robot logika digital yang mampu dibuat sendiri oleh siswa SMU.



"Untuk sumo diikuti 16 tim dan setiap ronde peserta diberi waktu 3 menit serta akan dilakukan menggunakan sistem gugur," kata salah satu panitia lomba robot, Wima kepada detiksurabaya.com di arena prestasi lantai 9 STIKOM Surabaya, Jalan Kedung Baruk.



Selain menggelar lomba robot sumo, panitia SHISCO juga menggelar lomba robot line tracer, design blog, packaging, wearing, pemprograman serta english rally.



Dalam rangkain lomba SHISCO yang sudah berjalan 2 hari ini, panitia dalam puncak acaranya akan digelar hari ini akan mengumumkan hasil lomba dengan dihibur aksipanggung musik dan pesta es krim.



Detik.com

16 Tim SMU Se Jatim Adu Robot 'Sumo'


Surabaya - 16 Tim SMU se-Jawa Timur akan saling beradu 'sumo'. Para siswa ini tidak akan saling beradu fisik layaknya olahraga dari negeri matahari. Tetapi mereka akan berlomba menggunakan robot.

Robot ciptaan siswa akan saling adu dorong layaknya olahraga sumo didalam lomba robot sumo yang diadakan Sekolah Tinggi Manajeman Informatika dan Teknik Komputer (STIKOM) High School Competition (SHISCO).

Peserta yang kebanyakan berasal dari SMKN ini, terlihat sangat antusias mengikuti lomba yang memperebutkan hadiah uang tunai plus beasiswa dengan total Rp 17 juta dan tropi.

Dari pantauan detiksurabaya.com, Sabtu (10/10/2009) banyak sekali bentuk robot yang dibuat peserta. Ada yang sengaja membuat bentuk robot berukuran besar ditambah dengan bobot. Peserta berharap tidak bisa digeser oleh musuhnya seperti robot sumo milik SMUN 20 Surabaya.

Lain halnya dengan robot sumo milik SMKN 1 Sidoarjo yang ukurannya lebih kecil, namun bemper depannya mempunyai sudut kemiringan 45 derajat.

Alhasil pertandingan berjalan alot, pasalnya dua robot masing memiliki sensor. Sayangnya robot milik SMUN 20 Surabaya kalah akibat robot miliknya tidak mampu menggulinggkan robot milik SMUN 1 Sidoarjo yang sensornya rusak sehingga jalannya miring dan membuat musuhnya hanya berjalan lurus akhir jatuh dan dinyatakan kalah.

Sementara itu, lomba robot sumo ini menggunakan robot logika digital yang mampu dibuat sendiri oleh siswa SMU.

"Untuk sumo diikuti 16 tim dan setiap ronde peserta diberi waktu 3 menit serta akan dilakukan menggunakan sistem gugur," kata salah satu panitia lomba robot, Wima kepada detiksurabaya.com di arena prestasi lantai 9 STIKOM Surabaya, Jalan Kedung Baruk.

Selain menggelar lomba robot sumo, panitia SHISCO juga menggelar lomba robot line tracer, design blog, packaging, wearing, pemprograman serta english rally.

Dalam rangkain lomba SHISCO yang sudah berjalan 2 hari ini, panitia dalam puncak acaranya akan digelar hari ini akan mengumumkan hasil lomba dengan dihibur aksipanggung musik dan pesta es krim.

Detik.com

Bentrok dengan Satpam, 2 Alumni Atmajaya Luka



VIVAnews - Dua alumni Fakultas Hukum Universitas Atmajaya bentrok dengan petugas keamanan kampus pada Jumat malam, 9 Oktober 2009. Mereka mengalami luka tusuk di bagian perut.



Dua alumni itu adalah James, 33, dan Sam, 33. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta, yang hanya berjarak beberapa meter dari kampus tersebut.



Ditemui di RS Jakarta, Agung, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum mengatakan, peristiwa dilatarbelakangi larangan merokok di kampus itu. "Awalnya hanya adu mulut, tapi lalu bentrok fisik," ujarnya.



Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00. Kala itu, korban dan sejumlah rekannya sedang berbincang sambil merokok di dalam kampus. Mereka kemudian didatangi petugas keamanan yang memeringatkan larangan merokok di area kampus.



Sekitar pukul 21.30, mereka lantas memutuskan keluar kampus dan melanjutkan obrolan di beranda luar kampus. "Mungkin suara kami terlalu keras, tiga orang satpam lalu datang dan sempat terjadi adu mulut," ujarnya.



Suasana bertambah panas kala para satpam memanggil sejumlah rekannya yang tak mengenakan pakaian dinas. "Akhirnya bentrok, dua alumni hukum tertusuk. Ada juga anak ilmu administrasi yang mengambil gambar pakai handphone terkena pukul di bagian kepalanya," kata Agung.



Kepala Kepolisian Sektor Setiabudi, Komisaris Adjie Indra, membenarkan peristiwa tersebut. "Bentrokan internal antara alumni dengan petugas keamanan," katanya, Sabtu, 10 Oktober 2009.



Namun, Adji mengatakan, peristiwa bukan dilatarbelakangi larangan merokok melainkan pesta miras di kawasan kampus. "Ada kebijakan di Atmajaya untuk aturan bebas narkoba. Malam itu, sekitar pukul 22.00, ada kegiatan pesta miras. Petugas keamanan datang untuk membubarkan," ujarnya.



Hingga kini kepolisian belum melakukan penahanan terhadap petugas keamanan yang terlibat bentrokan tersebut. "Kita juga belum memintai keterangan alumni Atmajaya yang menjadi korban. Baru kita visum," ujarnya.



• VIVAnews

Bentrok dengan Satpam, 2 Alumni Atmajaya Luka


VIVAnews - Dua alumni Fakultas Hukum Universitas Atmajaya bentrok dengan petugas keamanan kampus pada Jumat malam, 9 Oktober 2009. Mereka mengalami luka tusuk di bagian perut.

Dua alumni itu adalah James, 33, dan Sam, 33. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta, yang hanya berjarak beberapa meter dari kampus tersebut.

Ditemui di RS Jakarta, Agung, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum mengatakan, peristiwa dilatarbelakangi larangan merokok di kampus itu. "Awalnya hanya adu mulut, tapi lalu bentrok fisik," ujarnya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00. Kala itu, korban dan sejumlah rekannya sedang berbincang sambil merokok di dalam kampus. Mereka kemudian didatangi petugas keamanan yang memeringatkan larangan merokok di area kampus.

Sekitar pukul 21.30, mereka lantas memutuskan keluar kampus dan melanjutkan obrolan di beranda luar kampus. "Mungkin suara kami terlalu keras, tiga orang satpam lalu datang dan sempat terjadi adu mulut," ujarnya.

Suasana bertambah panas kala para satpam memanggil sejumlah rekannya yang tak mengenakan pakaian dinas. "Akhirnya bentrok, dua alumni hukum tertusuk. Ada juga anak ilmu administrasi yang mengambil gambar pakai handphone terkena pukul di bagian kepalanya," kata Agung.

Kepala Kepolisian Sektor Setiabudi, Komisaris Adjie Indra, membenarkan peristiwa tersebut. "Bentrokan internal antara alumni dengan petugas keamanan," katanya, Sabtu, 10 Oktober 2009.

Namun, Adji mengatakan, peristiwa bukan dilatarbelakangi larangan merokok melainkan pesta miras di kawasan kampus. "Ada kebijakan di Atmajaya untuk aturan bebas narkoba. Malam itu, sekitar pukul 22.00, ada kegiatan pesta miras. Petugas keamanan datang untuk membubarkan," ujarnya.

Hingga kini kepolisian belum melakukan penahanan terhadap petugas keamanan yang terlibat bentrokan tersebut. "Kita juga belum memintai keterangan alumni Atmajaya yang menjadi korban. Baru kita visum," ujarnya.

• VIVAnews

Pesawat Tim Perdamaian PBB Jatuh, 11 Tewas





VIVAnews - Sebelas anggota pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tewas saat pesawat yang mereka tumpangi jatuh di kawasan pegunungan Haiti, Jumat, 9 Oktober 2009. Mereka tewas ketika sedang melakukan pengecekan rutin.



Tim penyelamat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat dalam kecelakaan pesawat Casa 212 tersebut. Pesawat jatuh dekat kota Fonds-Verrettes, dekat perbatasan dengan Republik Dominika.



"Korban berasal dari Yordania dan Uruguay," kata juru bicara PBB Vannina Maestracci seperti dikutip harian The New York Times edisi Sabtu, 10 Oktober 2009.



PBB mengatakan pesawat dengan sebelas penumpang tersebut jatuh di tenggara distrik Ganthier. Walikota Ganthier Ralph Lapointe menyatakan pesawat jatuh di wilayah desa Pays-Pourri. "Daerah itu sangat jauh, bisa dicapai dengan berjalan kaki selama enam jam," kata dia.



Pasukan perdamaian PBB telah berada di Haiti sejak 2004. Saat ini, sekitar 9.000-an tentara dan polisi masih bertugas di Haiti.



VIVAnews

Pesawat Tim Perdamaian PBB Jatuh, 11 Tewas



VIVAnews - Sebelas anggota pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tewas saat pesawat yang mereka tumpangi jatuh di kawasan pegunungan Haiti, Jumat, 9 Oktober 2009. Mereka tewas ketika sedang melakukan pengecekan rutin.

Tim penyelamat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat dalam kecelakaan pesawat Casa 212 tersebut. Pesawat jatuh dekat kota Fonds-Verrettes, dekat perbatasan dengan Republik Dominika.

"Korban berasal dari Yordania dan Uruguay," kata juru bicara PBB Vannina Maestracci seperti dikutip harian The New York Times edisi Sabtu, 10 Oktober 2009.

PBB mengatakan pesawat dengan sebelas penumpang tersebut jatuh di tenggara distrik Ganthier. Walikota Ganthier Ralph Lapointe menyatakan pesawat jatuh di wilayah desa Pays-Pourri. "Daerah itu sangat jauh, bisa dicapai dengan berjalan kaki selama enam jam," kata dia.

Pasukan perdamaian PBB telah berada di Haiti sejak 2004. Saat ini, sekitar 9.000-an tentara dan polisi masih bertugas di Haiti.

VIVAnews

Penghuni Kamar Kos 15 yang Misterius





VIVAnews - Kecurigaan demi kecurigaan sempat dirasakan warga RT 2 RW 3, gang Semanggi 1, kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, atas penghuni kamar kos nomor 15. Namun warga tidak menyangka orang yang dicurigainya adalah buronan polisi.



Gozali, 35, pemilik warung soto langganan kos, mengaku sempat curiga dengan salah satu penghuni kos yang digerebek polisi hari ini. Menurut Gozali, lelaki muda yang bertubuh kurus dan berkulit hitam itu memesan satu bungkus soto mi. Dia tidak banyak bicara saat memesan pada Rabu 7 Oktober 2009 malam. "Anehnya, pesannya tidak mau diantarkan ke kamar," kata Gozali kepada VIVAnews, Jumat 9 Oktober 2009.



Padahal, lanjut dia, beberapa anak kos biasa pesan dan minta diantarkan ke kamar. "Soto dipisah dan dibungkus. Katanya untuk sahur," ujar dia.



Penghuni kos lainnya, Ihya Ulumidin, 18, mahasiwa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah semester satu, jurusan Pendidikan Agama Islam, merasakan kecurigaan saat melaksanakan salat maghrib Kamis kemarin. Ihya ikut salah jamaah di musala yang terdapat di lantai dua kostnya. "Orang itu sempat memimpin salat jadi imam tapi selesai salat, langsung pergi," kata Ihya.



Sementara, Adam Pamungkas, 18, teman Ihya yang tengah bermain di kamar 11 mengaku berpapasan dengan lelaki itu. "Tadi pagi jam sembilan lihat dia saat sedang salat duha," ujar dia.



Usai sholat, lelaki bertubuh kurus dan berkulit sawo matang itu, sempat membuang sampah di pojok depan kamar 15. Mereka memang tinggal di kamar nomor 15 itu, yang terdapat di lantai dua, pojok paling kiri, bersisian dengan musala.



Kamar deret kiri, lanjut Ihya, lebih luas dari pada kamar deretan kanan. "Deretan kami cukup untuk empat orang," kata Ihya yang juga tinggal di deretan sebelah kiri kos tersebut.



Ihya sendiri menilai di kamar kos yang berlantai keramik putih dengan kamar mandi dalam itu, ada empat orang yang misterius. "Saya tahunya Soni saja, lainnya tidak kenal," kata dia. "Saya lihat baru tiga hari. Pintu selalu tertutup. Anehnya waktu sepi baru pulang dan membawa tas punggung besar," kata dia.



Bukan hanya Ihya yang merasa aneh, Nizar, 18, juga. Mahasiswa UIN, jurusan Asuransi Syariah, ini mengaku kecurigaan semakin bertambah saat pagi pukul 11.30 WIB, delapan anggota Densus berseragam lengkap menggedor pintu kamar dan meminta mereka keluar.



"Waktu lagi nonton tivi di kamar, pintu kamar digedor-gedor dan disuruh turun. Ada juga temen yang dipukul Densus waktu mau ambil baju," kata dia. "Baru sampai warung soto depan, dengar ledakan," ujar dia. Dan sejak itu, Nizar tak bisa kembali ke kamarnya.



Ledakan yang didengarnya adalah tiga bom yang menurut polisi dilempar penghuni misterius itu. Polisi akhirnya bertindak keras dan menembak dua orang sampai tewas. Mereka diduga adalah buron teroris Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir.



Polisi menjaga ketat kos dua lantai tersebut. Kos dibiarkan steril dengan dipasangi garis polisi. Sabtu besok, polisi baru melakukan olah tempat kejadian peristiwa. Dan baru Senin polisi membeberkan siapa dua orang yang tewas di kos milik Haji Jatna itu.



VIVAnews

Penghuni Kamar Kos 15 yang Misterius



VIVAnews - Kecurigaan demi kecurigaan sempat dirasakan warga RT 2 RW 3, gang Semanggi 1, kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, atas penghuni kamar kos nomor 15. Namun warga tidak menyangka orang yang dicurigainya adalah buronan polisi.

Gozali, 35, pemilik warung soto langganan kos, mengaku sempat curiga dengan salah satu penghuni kos yang digerebek polisi hari ini. Menurut Gozali, lelaki muda yang bertubuh kurus dan berkulit hitam itu memesan satu bungkus soto mi. Dia tidak banyak bicara saat memesan pada Rabu 7 Oktober 2009 malam. "Anehnya, pesannya tidak mau diantarkan ke kamar," kata Gozali kepada VIVAnews, Jumat 9 Oktober 2009.

Padahal, lanjut dia, beberapa anak kos biasa pesan dan minta diantarkan ke kamar. "Soto dipisah dan dibungkus. Katanya untuk sahur," ujar dia.

Penghuni kos lainnya, Ihya Ulumidin, 18, mahasiwa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah semester satu, jurusan Pendidikan Agama Islam, merasakan kecurigaan saat melaksanakan salat maghrib Kamis kemarin. Ihya ikut salah jamaah di musala yang terdapat di lantai dua kostnya. "Orang itu sempat memimpin salat jadi imam tapi selesai salat, langsung pergi," kata Ihya.

Sementara, Adam Pamungkas, 18, teman Ihya yang tengah bermain di kamar 11 mengaku berpapasan dengan lelaki itu. "Tadi pagi jam sembilan lihat dia saat sedang salat duha," ujar dia.

Usai sholat, lelaki bertubuh kurus dan berkulit sawo matang itu, sempat membuang sampah di pojok depan kamar 15. Mereka memang tinggal di kamar nomor 15 itu, yang terdapat di lantai dua, pojok paling kiri, bersisian dengan musala.

Kamar deret kiri, lanjut Ihya, lebih luas dari pada kamar deretan kanan. "Deretan kami cukup untuk empat orang," kata Ihya yang juga tinggal di deretan sebelah kiri kos tersebut.

Ihya sendiri menilai di kamar kos yang berlantai keramik putih dengan kamar mandi dalam itu, ada empat orang yang misterius. "Saya tahunya Soni saja, lainnya tidak kenal," kata dia. "Saya lihat baru tiga hari. Pintu selalu tertutup. Anehnya waktu sepi baru pulang dan membawa tas punggung besar," kata dia.

Bukan hanya Ihya yang merasa aneh, Nizar, 18, juga. Mahasiswa UIN, jurusan Asuransi Syariah, ini mengaku kecurigaan semakin bertambah saat pagi pukul 11.30 WIB, delapan anggota Densus berseragam lengkap menggedor pintu kamar dan meminta mereka keluar.

"Waktu lagi nonton tivi di kamar, pintu kamar digedor-gedor dan disuruh turun. Ada juga temen yang dipukul Densus waktu mau ambil baju," kata dia. "Baru sampai warung soto depan, dengar ledakan," ujar dia. Dan sejak itu, Nizar tak bisa kembali ke kamarnya.

Ledakan yang didengarnya adalah tiga bom yang menurut polisi dilempar penghuni misterius itu. Polisi akhirnya bertindak keras dan menembak dua orang sampai tewas. Mereka diduga adalah buron teroris Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir.

Polisi menjaga ketat kos dua lantai tersebut. Kos dibiarkan steril dengan dipasangi garis polisi. Sabtu besok, polisi baru melakukan olah tempat kejadian peristiwa. Dan baru Senin polisi membeberkan siapa dua orang yang tewas di kos milik Haji Jatna itu.

VIVAnews

Trauma Digerebek Densus, Penghuni Kos Pindah



VIVAnews - Tak seperti Noordin yang memilih tinggal di rumah terpencil, dua buron tersangka teroris, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir justru memilih tinggal di sebuah rumah kos yang berada di lingkungan mahasiswa.



Nahas, jejak mereka tercium polisi. Detasemen khusus 88 lantas menggerebek tempat tinggal mereka di kos milik Haji Jatna di RT 01 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang, Banten pada Jumat 9 Oktober 2009. Baik SJ maupun Syahrir diduga tewas dalam penggerebekan itu.



Salah satu penghuni kos, Usep, mengaku trauma dengan penggerebekan tersebut. '"Saya lagi tiduran. Tiba-tiba terdengar suara pintu didobrak dan suara tembakan. Lalu kamar saya didatangi anggota Densus menggunakan senjata lengkap dan saya di evakuasi. Saya seperti di tengah perang," kata dia ketika ditemui di lokasi kejadian, Sabtu 10 Oktober 2009.



Densus 88 yang berseragam dan membawa senjata lantas menyuruh semua penghuni kos keluar kamar. "Disamping kamar kita dengar suara baku tembak. Ada perlawanan dari kamarnya Sony [yang dihuni tersangka teroris]," kata dia.



Lalu, ada suara ledakan bom sampai tiga kali. "Dalam lima menit kita terisolasi," tambah dia.



Sementara, penghuni kos yang lain, Baharudin juga mengaku trauma. Dia ingin pindah dari rumah kosnya itu. "Disini kan ada 50 orang yang kos. Ada berapa yang kost disini bilang , mau pindah kos ke tempat lain," kata dia.



Alasannya, "Sudah kejadian begini, kita jadi susah mau ngapa-ngapain. Karena sudah pernah di grebek polisi, mereka juga bilang sudah tidak nyaman," tambah Baharudin.



Belum ada kepastian apakah dua orang yang tewas di Ciputat adalah SJ dan Syahrir. Polisi baru akan mengumumkan identitas keduanya Senin 12 Oktober 2009. Dalam penggerebekan kemarin, polisi juga menangkap pria berinisial FR.



Dalam pengeboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton 17 Juli 2009 lalu, SJ, seperti halnya iparnya, Ibrohim, punya peran penting. Dia adalah pimpinan lapangan sekaligus perekrut pelaku bom, Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana.



SJ juga berperan merekam seluruh persiapan dan kejadian teror bom di dua hotel nahas tersebut. Di sela-sela proses rekaman pernyatan Dani dan Nana, SJ menyerukan kalimat, "Amerika hancur, Australia hancur, Indonesia hancur."



Sementara, saudaranya Syahrir diduga kuat memiliki keterampilan merakit bahan peledak. Dia adalah mekanik pesawat terbang dan pernah bekerja di sejumlah maskapai.



VIVAnews

Trauma Digerebek Densus, Penghuni Kos Pindah


VIVAnews - Tak seperti Noordin yang memilih tinggal di rumah terpencil, dua buron tersangka teroris, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir justru memilih tinggal di sebuah rumah kos yang berada di lingkungan mahasiswa.

Nahas, jejak mereka tercium polisi. Detasemen khusus 88 lantas menggerebek tempat tinggal mereka di kos milik Haji Jatna di RT 01 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang, Banten pada Jumat 9 Oktober 2009. Baik SJ maupun Syahrir diduga tewas dalam penggerebekan itu.

Salah satu penghuni kos, Usep, mengaku trauma dengan penggerebekan tersebut. '"Saya lagi tiduran. Tiba-tiba terdengar suara pintu didobrak dan suara tembakan. Lalu kamar saya didatangi anggota Densus menggunakan senjata lengkap dan saya di evakuasi. Saya seperti di tengah perang," kata dia ketika ditemui di lokasi kejadian, Sabtu 10 Oktober 2009.

Densus 88 yang berseragam dan membawa senjata lantas menyuruh semua penghuni kos keluar kamar. "Disamping kamar kita dengar suara baku tembak. Ada perlawanan dari kamarnya Sony [yang dihuni tersangka teroris]," kata dia.

Lalu, ada suara ledakan bom sampai tiga kali. "Dalam lima menit kita terisolasi," tambah dia.

Sementara, penghuni kos yang lain, Baharudin juga mengaku trauma. Dia ingin pindah dari rumah kosnya itu. "Disini kan ada 50 orang yang kos. Ada berapa yang kost disini bilang , mau pindah kos ke tempat lain," kata dia.

Alasannya, "Sudah kejadian begini, kita jadi susah mau ngapa-ngapain. Karena sudah pernah di grebek polisi, mereka juga bilang sudah tidak nyaman," tambah Baharudin.

Belum ada kepastian apakah dua orang yang tewas di Ciputat adalah SJ dan Syahrir. Polisi baru akan mengumumkan identitas keduanya Senin 12 Oktober 2009. Dalam penggerebekan kemarin, polisi juga menangkap pria berinisial FR.

Dalam pengeboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton 17 Juli 2009 lalu, SJ, seperti halnya iparnya, Ibrohim, punya peran penting. Dia adalah pimpinan lapangan sekaligus perekrut pelaku bom, Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana.

SJ juga berperan merekam seluruh persiapan dan kejadian teror bom di dua hotel nahas tersebut. Di sela-sela proses rekaman pernyatan Dani dan Nana, SJ menyerukan kalimat, "Amerika hancur, Australia hancur, Indonesia hancur."

Sementara, saudaranya Syahrir diduga kuat memiliki keterampilan merakit bahan peledak. Dia adalah mekanik pesawat terbang dan pernah bekerja di sejumlah maskapai.

VIVAnews

Penghuni Kos Mengaku Terlantar



VIVAnews - Kos milik Haji Jatna di RT 01 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang, Banten dipilih sebagai tempat tinggal sementara dua tersangka teroris, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir. Mereka tinggal di kamar nomor 15 di rumah kos berkamar 20 itu.



Kemarin, Jumat 9 Oktober 2009, Detasemen Khusus 88 menyerbu rumah kos tersebut. Baik SJ maupun Syahrir diduga tewas dalam penggerebekan tersebut.



Sampai saat ini, tempat kejadian perkara masih ditutp garis polisi dan dijaga ketat. Menurut penghuni kos yang tinggal di kamar nomor 14, Usep muzani (19) penutupan lokasi kejadian menyulitkan mereka. "Kami tak diizinkan masuk ke dalam," kata Usep, Sabtu 10 Oktober 2009.



Semua barang-barang penting, kata dia, tertinggal di dalam kamar. "Barang-barang kami seperti telepon genggam, uang, motor, STNK. Terutama baju, kita tidak punya ganti," tambah dia.



Usep mengaku tak bisa menghubungi keluarga untuk menghubungi keluarganya. Dia bahkan tak punya uang tunai untuk membeli makanan dan barang-barang yang dibutuhkan. "Kami merasa terlantar di sini. Makan dan sebagainya saja numpang sama tetangga," tambah dia.



Setelah diizinkan mengambil barang-barang dalam kamarnya, Usep mengaku akan langsung pindah. "Tempat ini sudah nggak baik buat kita," tambah dia.



Hingga saat ini ini, pengelola kos yang biasa dipanggil 'Budhe' dan pemilik Gedung, Haji Jatna menghilang. Usai penggerebakan, keduanya tak nampak oleh warga. Pagar putih rumah kos ditutup rapat-rapat dan ditutup garis polisi.



Dua orang tewas dalam penggerebekan. Belum ada kepastian apakah dua orang yang tewas di Ciputat adalah SJ dan Syahrir. Polisi baru akan mengumumkan identitas keduanya Senin 12 Oktober 2009. Dalam penggerebekan kemarin, polisi juga menangkap pria berinisial FR.



Dalam pengeboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton 17 Juli 2009 lalu, SJ, seperti halnya iparnya, Ibrohim, punya peran penting. Dia adalah pimpinan lapangan sekaligus perekrut pelaku bom, Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana.



SJ juga berperan merekam seluruh persiapan dan kejadian teror bom di dua hotel nahas tersebut. Di sela-sela proses rekaman pernyatan Dani dan Nana, SJ menyerukan kalimat, "Amerika hancur, Australia hancur, Indonesia hancur."



Sementara, saudaranya Syahrir diduga kuat memiliki keterampilan merakit bahan peledak. Dia adalah mekanik pesawat terbang dan pernah bekerja di sejumlah maskapai.



VIVAnews

Penghuni Kos Mengaku Terlantar


VIVAnews - Kos milik Haji Jatna di RT 01 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang, Banten dipilih sebagai tempat tinggal sementara dua tersangka teroris, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir. Mereka tinggal di kamar nomor 15 di rumah kos berkamar 20 itu.

Kemarin, Jumat 9 Oktober 2009, Detasemen Khusus 88 menyerbu rumah kos tersebut. Baik SJ maupun Syahrir diduga tewas dalam penggerebekan tersebut.

Sampai saat ini, tempat kejadian perkara masih ditutp garis polisi dan dijaga ketat. Menurut penghuni kos yang tinggal di kamar nomor 14, Usep muzani (19) penutupan lokasi kejadian menyulitkan mereka. "Kami tak diizinkan masuk ke dalam," kata Usep, Sabtu 10 Oktober 2009.

Semua barang-barang penting, kata dia, tertinggal di dalam kamar. "Barang-barang kami seperti telepon genggam, uang, motor, STNK. Terutama baju, kita tidak punya ganti," tambah dia.

Usep mengaku tak bisa menghubungi keluarga untuk menghubungi keluarganya. Dia bahkan tak punya uang tunai untuk membeli makanan dan barang-barang yang dibutuhkan. "Kami merasa terlantar di sini. Makan dan sebagainya saja numpang sama tetangga," tambah dia.

Setelah diizinkan mengambil barang-barang dalam kamarnya, Usep mengaku akan langsung pindah. "Tempat ini sudah nggak baik buat kita," tambah dia.

Hingga saat ini ini, pengelola kos yang biasa dipanggil 'Budhe' dan pemilik Gedung, Haji Jatna menghilang. Usai penggerebakan, keduanya tak nampak oleh warga. Pagar putih rumah kos ditutup rapat-rapat dan ditutup garis polisi.

Dua orang tewas dalam penggerebekan. Belum ada kepastian apakah dua orang yang tewas di Ciputat adalah SJ dan Syahrir. Polisi baru akan mengumumkan identitas keduanya Senin 12 Oktober 2009. Dalam penggerebekan kemarin, polisi juga menangkap pria berinisial FR.

Dalam pengeboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton 17 Juli 2009 lalu, SJ, seperti halnya iparnya, Ibrohim, punya peran penting. Dia adalah pimpinan lapangan sekaligus perekrut pelaku bom, Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana.

SJ juga berperan merekam seluruh persiapan dan kejadian teror bom di dua hotel nahas tersebut. Di sela-sela proses rekaman pernyatan Dani dan Nana, SJ menyerukan kalimat, "Amerika hancur, Australia hancur, Indonesia hancur."

Sementara, saudaranya Syahrir diduga kuat memiliki keterampilan merakit bahan peledak. Dia adalah mekanik pesawat terbang dan pernah bekerja di sejumlah maskapai.

VIVAnews

Kronologis Penggerebekan Versi Penghuni Kos



VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror menggerebek rumah kos milik Haji Jatna di RT 01 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang, Banten pada Jumat 9 Oktober 2009. Dua tersangka teroris, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir. Mereka tinggal di kamar nomor 15 di rumah kos berkamar 20 itu.



Menurut penghuni kos yang tinggal di kamar nomor 14, Usep Muzani (19) siang itu suasana sangat mencekam.



Sebelum penggrebekan, tiba-tiba listrik di kos berlantai dua itu dipadamkan. Penghuni kos sempat mengira padamnya listrik akibat pemadaman bergilir. "Saat itu pukul 11.50 WIB. Teman saya sudah keluar duluan, saya masih didalam kamar," kata Usep, ditemui di lokasi kejadian, Sabtu 10 Oktober 2009.



Tiba, tiba terdengar derap sepatu. "Saya syok, saya langsung blank. Saya kira penggerebekan narkoba," kata dia.



Lalu terdengar suara tembakan dalam jarak 1,5 meter dari kamarnya. "Saya diam saja dikamar, nggak bisa ngapa-ngapain, saya panik," tambah dia.



Dari luar kamar, terdengar teriakan menyebut kata "bom". Lalu terdengar suara tembakan beruntun yang disambut suara bom sebanyak tiga kali. "Bom meledak dinding kos langsung bergetar." kata dia,



"Waktu itulah, pintu kamar saya terbuka sedikit dan melihat orang berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang. Langsung saya mengira itu Densus 88," tambah Usep.



Anggota Densus lalu menggrebak pintu kamar Usep. Usep langsung mengangkat tangan dan berteriak,"saya mahasiswa."



"Saya langsung digiring tim Densus 88,sekitar jarak 200 meter dari lokasi ini, setelah itu saya gak bisa melihat apa-apa lagi," tambah dia.



Usep mengaku akan secepatnya pindah kos. "Saya trauma, kejadiannya seperti perang," kata dia.



Dua orang tewas dalam penggerebekan. Belum ada kepastian apakah dua orang yang tewas di Ciputat adalah SJ dan Syahrir. Polisi baru akan mengumumkan identitas keduanya Senin 12 Oktober 2009. Dalam penggerebekan di lokasi terpisah kemarin, polisi juga menangkap pria berinisial FR.



VIVAnews

Kronologis Penggerebekan Versi Penghuni Kos


VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror menggerebek rumah kos milik Haji Jatna di RT 01 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang, Banten pada Jumat 9 Oktober 2009. Dua tersangka teroris, Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir. Mereka tinggal di kamar nomor 15 di rumah kos berkamar 20 itu.

Menurut penghuni kos yang tinggal di kamar nomor 14, Usep Muzani (19) siang itu suasana sangat mencekam.

Sebelum penggrebekan, tiba-tiba listrik di kos berlantai dua itu dipadamkan. Penghuni kos sempat mengira padamnya listrik akibat pemadaman bergilir. "Saat itu pukul 11.50 WIB. Teman saya sudah keluar duluan, saya masih didalam kamar," kata Usep, ditemui di lokasi kejadian, Sabtu 10 Oktober 2009.

Tiba, tiba terdengar derap sepatu. "Saya syok, saya langsung blank. Saya kira penggerebekan narkoba," kata dia.

Lalu terdengar suara tembakan dalam jarak 1,5 meter dari kamarnya. "Saya diam saja dikamar, nggak bisa ngapa-ngapain, saya panik," tambah dia.

Dari luar kamar, terdengar teriakan menyebut kata "bom". Lalu terdengar suara tembakan beruntun yang disambut suara bom sebanyak tiga kali. "Bom meledak dinding kos langsung bergetar." kata dia,

"Waktu itulah, pintu kamar saya terbuka sedikit dan melihat orang berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang. Langsung saya mengira itu Densus 88," tambah Usep.

Anggota Densus lalu menggrebak pintu kamar Usep. Usep langsung mengangkat tangan dan berteriak,"saya mahasiswa."

"Saya langsung digiring tim Densus 88,sekitar jarak 200 meter dari lokasi ini, setelah itu saya gak bisa melihat apa-apa lagi," tambah dia.

Usep mengaku akan secepatnya pindah kos. "Saya trauma, kejadiannya seperti perang," kata dia.

Dua orang tewas dalam penggerebekan. Belum ada kepastian apakah dua orang yang tewas di Ciputat adalah SJ dan Syahrir. Polisi baru akan mengumumkan identitas keduanya Senin 12 Oktober 2009. Dalam penggerebekan di lokasi terpisah kemarin, polisi juga menangkap pria berinisial FR.

VIVAnews

Jumat, 09 Oktober 2009

Aris, Buronan Teroris Serahkan Diri





INILAH.COM, Jakarta - Aris Makruf alias Aris, buronan kasus terorisme menyerahkan diri kepada Kapolres Temanggung AKBP Zahdi di Temanggung, Jawa Tengah, pada Jumat malam, sekitar pukul 22.30 WIB.



"Aris diterima langsung Kapolres Temanggung, lalu diantar ke Polda Jawa Tengah," Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Jakarta, Sabtu (3/10).



Warga Jl Payudan Barat No 3 Pablan, Sumenep, Jawa Timur, itu diduga terlibat dalam kasus penyembunyian buronan tersangka terorisme yakni Jabir dan Mustaghfirin di rumah kontrakan, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar Maret 2006.



Jabir dan Mustaghfirin adalah buronan kasus ledakan bom Kedubes Australia, Jakarta, tahun 2004. "Keterlibatan Aris dalam kasus lain masih didalami oleh Polda Jawa Tengah," kata Nanan.



Aris, kata Nanan, juga mengaku melihat Jabir memiliki senjata api. Sesuai dengan UU No 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme, polisi dapat memeriksa seseorang selama tujuh hari sebelum ditetapkan sebagai tersangka.



Kemungkinan, hingga Jumat (9/10), Aris masih akan menjalani pemeriksaan oleh polisi. Jika ia dinyatakan terlibat maka akan dilakukan penahanan dan jika tidak terlibat maka akan dipulangkan.



Penyerahan diri buronan terorisme pernah terjadi di Poso, Sulawesi Tengah pada tahun 2006 dan 2007 sebanyak empat orang. Namun tiga orang dibebaskan polisi karena tidak terlibat kasus pidana sedangkan satu orang ditahan. [*/ana]



Sumber

Aris, Buronan Teroris Serahkan Diri



INILAH.COM, Jakarta - Aris Makruf alias Aris, buronan kasus terorisme menyerahkan diri kepada Kapolres Temanggung AKBP Zahdi di Temanggung, Jawa Tengah, pada Jumat malam, sekitar pukul 22.30 WIB.

"Aris diterima langsung Kapolres Temanggung, lalu diantar ke Polda Jawa Tengah," Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Jakarta, Sabtu (3/10).

Warga Jl Payudan Barat No 3 Pablan, Sumenep, Jawa Timur, itu diduga terlibat dalam kasus penyembunyian buronan tersangka terorisme yakni Jabir dan Mustaghfirin di rumah kontrakan, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar Maret 2006.

Jabir dan Mustaghfirin adalah buronan kasus ledakan bom Kedubes Australia, Jakarta, tahun 2004. "Keterlibatan Aris dalam kasus lain masih didalami oleh Polda Jawa Tengah," kata Nanan.

Aris, kata Nanan, juga mengaku melihat Jabir memiliki senjata api. Sesuai dengan UU No 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme, polisi dapat memeriksa seseorang selama tujuh hari sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

Kemungkinan, hingga Jumat (9/10), Aris masih akan menjalani pemeriksaan oleh polisi. Jika ia dinyatakan terlibat maka akan dilakukan penahanan dan jika tidak terlibat maka akan dipulangkan.

Penyerahan diri buronan terorisme pernah terjadi di Poso, Sulawesi Tengah pada tahun 2006 dan 2007 sebanyak empat orang. Namun tiga orang dibebaskan polisi karena tidak terlibat kasus pidana sedangkan satu orang ditahan. [*/ana]

Sumber

Akhir Kisah Syaifuddin-Syahrir



Jakarta - Dua gembong teroris jaringan Noordin M Top Syaifudin Zuhri dan Mohammad Syahrir diduga tewas dalam penggeberekan tim Densus 88 Antiteror di Ciputat, Tangerang di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Teroris merapat ke kampus Islam?



Menurut Kapolsek Metro Ciputat AKP Ngisa Angsari ketika dikonfirmasi membenarkan terjadinya penggebrekan tersebut. Meski ia tidak menyebutkan siapa yang digerebek. “Ini sedang saya cek ke lapangan,” ujarnya singkat kepada INILAH.COM melalui saluran telepon Jumat (9/10).





Lokasi penggerebekan terletak di Jl Semanggi II Rt 02/Rw 03 Kelurahan Cempaka Putih dengan diwarnai baku tembak. Disebutkan Syaefuddin sempat melempar bom saat penggrebekan. Aparat Densus 88 dikabarkan mengamankan lima bom pipa di kontrakan yang ditempati teroris tersebut.



Nama Syaifudin Zuhri menjadi daftar pencarian orang (DPO) oleh Mabes Polri terkait disebut-sebut sebagai ahli perekrut calon pengantin. Salah satu karyanya yang terlihat, dirinya diduga menjadi perekrut Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana. Syaifudin ini pulalah yang merekrut Ibrohim pada 2000.



Sedangkan Mohamad Syahrir alias Aing, pria kelahiran Jakarta 25 Juli 1968 ini memiliki dua alamat terakhir. Pertama di Kompleks Garuda Blok C1 No, 6 RT 06/16, Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang, Banten. Alamat kedua di Jalan Giring-giring II/04, RT 09/10, Sukmajaya, Depok, Jakarta, Barat.



Pengamat intelejen Dynno Chresbon membenarkan perihal informasi penggrebekan di Ciputat terhadap dua DPO teroris Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir. “Informasi yang saya dengar memang Syaifuddin dan Syahrir ditangkap di Ciputat,” ujarnya. Lokasi penggrebekan tak begitu jauh dari kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di lokasi itu pula, banyak mahasiswa di sekitar wilayah tersebut.



Terkait tempat peresembunyian teroris memilih di wilayah sekitar kampus Islam dalam hal ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dynno menyebutkan, sebenarnya hal tersebut bukan fenomena baru.



“Ini bukan fenomena yang baru. Karena sebelumnya, jaringan teroris memilih tempat persembunyian di sekitar kampus Islam. Ini menunjukkan kalangan teroris memiliki kemampuan undercover di kawasan Islam terpelajar,” ujarnya.



Sebelumnya, Azhari Husein dan Noordin M Top juga bersembunyi di sekitar kampus Islam. Dalam persembunyiannya, Noordin pernah tinggal di sekitar kampus Universistas Islam Bandung (Unisba).



Saat di Semarang, jaringan teroris juga bersembunyi di sekitar kampus Unversitas Sultan Agung (Unisula). “Mereka lebih mudah membaur di kawasan kampus Islam daripada di kampus sekuler karena akan tercirikan,” kata Dynno.



Kendati demikian, terkait penggerebekan Syaifuddin-Syahrir di kawasan Cipuat, menurut Dynno, bukan berarti kampus UIN Syarif Hidayatullah terinfiltasi oleh jaringan teroris. “Memilih bersembunyi di kawasan kampus kampus Islam itu bagian dari teknik mereka,” ujarnya.



Meski belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian, dapat dipastikan dalam pengerebekan di Ciputat, Tangerang, Banten diyakini DPO Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir tewas dalam penggerebekan tersebut. (inilah.com)

Akhir Kisah Syaifuddin-Syahrir


Jakarta - Dua gembong teroris jaringan Noordin M Top Syaifudin Zuhri dan Mohammad Syahrir diduga tewas dalam penggeberekan tim Densus 88 Antiteror di Ciputat, Tangerang di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Teroris merapat ke kampus Islam?

Menurut Kapolsek Metro Ciputat AKP Ngisa Angsari ketika dikonfirmasi membenarkan terjadinya penggebrekan tersebut. Meski ia tidak menyebutkan siapa yang digerebek. “Ini sedang saya cek ke lapangan,” ujarnya singkat kepada INILAH.COM melalui saluran telepon Jumat (9/10).


Lokasi penggerebekan terletak di Jl Semanggi II Rt 02/Rw 03 Kelurahan Cempaka Putih dengan diwarnai baku tembak. Disebutkan Syaefuddin sempat melempar bom saat penggrebekan. Aparat Densus 88 dikabarkan mengamankan lima bom pipa di kontrakan yang ditempati teroris tersebut.

Nama Syaifudin Zuhri menjadi daftar pencarian orang (DPO) oleh Mabes Polri terkait disebut-sebut sebagai ahli perekrut calon pengantin. Salah satu karyanya yang terlihat, dirinya diduga menjadi perekrut Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana. Syaifudin ini pulalah yang merekrut Ibrohim pada 2000.

Sedangkan Mohamad Syahrir alias Aing, pria kelahiran Jakarta 25 Juli 1968 ini memiliki dua alamat terakhir. Pertama di Kompleks Garuda Blok C1 No, 6 RT 06/16, Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang, Banten. Alamat kedua di Jalan Giring-giring II/04, RT 09/10, Sukmajaya, Depok, Jakarta, Barat.

Pengamat intelejen Dynno Chresbon membenarkan perihal informasi penggrebekan di Ciputat terhadap dua DPO teroris Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir. “Informasi yang saya dengar memang Syaifuddin dan Syahrir ditangkap di Ciputat,” ujarnya. Lokasi penggrebekan tak begitu jauh dari kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di lokasi itu pula, banyak mahasiswa di sekitar wilayah tersebut.

Terkait tempat peresembunyian teroris memilih di wilayah sekitar kampus Islam dalam hal ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dynno menyebutkan, sebenarnya hal tersebut bukan fenomena baru.

“Ini bukan fenomena yang baru. Karena sebelumnya, jaringan teroris memilih tempat persembunyian di sekitar kampus Islam. Ini menunjukkan kalangan teroris memiliki kemampuan undercover di kawasan Islam terpelajar,” ujarnya.

Sebelumnya, Azhari Husein dan Noordin M Top juga bersembunyi di sekitar kampus Islam. Dalam persembunyiannya, Noordin pernah tinggal di sekitar kampus Universistas Islam Bandung (Unisba).

Saat di Semarang, jaringan teroris juga bersembunyi di sekitar kampus Unversitas Sultan Agung (Unisula). “Mereka lebih mudah membaur di kawasan kampus Islam daripada di kampus sekuler karena akan tercirikan,” kata Dynno.

Kendati demikian, terkait penggerebekan Syaifuddin-Syahrir di kawasan Cipuat, menurut Dynno, bukan berarti kampus UIN Syarif Hidayatullah terinfiltasi oleh jaringan teroris. “Memilih bersembunyi di kawasan kampus kampus Islam itu bagian dari teknik mereka,” ujarnya.

Meski belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian, dapat dipastikan dalam pengerebekan di Ciputat, Tangerang, Banten diyakini DPO Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir tewas dalam penggerebekan tersebut. (inilah.com)

Buntut Video Mesum, Wako Kediri Akan Larang Siswa Bawa Ponsel



KEDIRI, KOMPAS.com — Wali Kota Kediri Samsul Ashar akan melarang siswa membawa telepon seluler (ponsel) selama kegiatan belajar-mengajar untuk mencegah penggunaan yang tidak berkaitan dengan pendidikan.



"Kami akan bicarakan dengan dinas terkait tentang rencana itu (pelarangan membawa ponsel ke sekolah)," katanya saat ditemui dalam pelantikan pimpinan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat.



Ia mengungkapkan, sebaiknya peserta didik dilarang membawa ponsel ke sekolah. Bahkan, hal itu sudah diterapkan di beberapa sekolah di kota besar. Pihaknya berharap, dengan rencana tersebut dapat meminimalisasi kasus merebaknya penggunaan ponsel untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan dunia pendidikan.



Ia mengelak ketika ditanyakan mengenai kasus merebaknya video mesum pelajar yang terjadi di sebuah SMA di Kota Kediri karena lemahnya pengawasan pendidikan. "Bukan sistem pendidikan yang salah, namun karena kecanggihan era globalisasi," katanya beralasan.



Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini juga belum bisa berlaku tegas melarang para siswa membawa dan menggunakan ponsel yang memiliki fasilitas internet. "Mereka bisa saja dilarang untuk menggunakan internet, namun ketika mereka keluar sekolah bisa saja kembali memanfaatkan fasilitas itu," katanya menjelaskan.



Untuk itu, pihaknya juga meminta peran aktif orangtua agar membantu mengawasi tingkah laku anak-anak mereka, terutama memanfaatkan kecanggihan teknologi. Kota Kediri sejak Ramadan 2009 kemarin dikejutkan dengan beredarnya video mesum pelajar dari sebuah SMA di Kota Kediri.



Rekaman video dari sebuah ponsel tersebut berdurasi 4 menit 50 detik. Kini, kedua pelaku dalam video itu telah dikembalikan pihak sekolah kepada orangtua mereka.(kompas)

Buntut Video Mesum, Wako Kediri Akan Larang Siswa Bawa Ponsel


KEDIRI, KOMPAS.com — Wali Kota Kediri Samsul Ashar akan melarang siswa membawa telepon seluler (ponsel) selama kegiatan belajar-mengajar untuk mencegah penggunaan yang tidak berkaitan dengan pendidikan.

"Kami akan bicarakan dengan dinas terkait tentang rencana itu (pelarangan membawa ponsel ke sekolah)," katanya saat ditemui dalam pelantikan pimpinan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat.

Ia mengungkapkan, sebaiknya peserta didik dilarang membawa ponsel ke sekolah. Bahkan, hal itu sudah diterapkan di beberapa sekolah di kota besar. Pihaknya berharap, dengan rencana tersebut dapat meminimalisasi kasus merebaknya penggunaan ponsel untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan dunia pendidikan.

Ia mengelak ketika ditanyakan mengenai kasus merebaknya video mesum pelajar yang terjadi di sebuah SMA di Kota Kediri karena lemahnya pengawasan pendidikan. "Bukan sistem pendidikan yang salah, namun karena kecanggihan era globalisasi," katanya beralasan.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini juga belum bisa berlaku tegas melarang para siswa membawa dan menggunakan ponsel yang memiliki fasilitas internet. "Mereka bisa saja dilarang untuk menggunakan internet, namun ketika mereka keluar sekolah bisa saja kembali memanfaatkan fasilitas itu," katanya menjelaskan.

Untuk itu, pihaknya juga meminta peran aktif orangtua agar membantu mengawasi tingkah laku anak-anak mereka, terutama memanfaatkan kecanggihan teknologi. Kota Kediri sejak Ramadan 2009 kemarin dikejutkan dengan beredarnya video mesum pelajar dari sebuah SMA di Kota Kediri.

Rekaman video dari sebuah ponsel tersebut berdurasi 4 menit 50 detik. Kini, kedua pelaku dalam video itu telah dikembalikan pihak sekolah kepada orangtua mereka.(kompas)

Cinta Tak Direstui, Partini Akan Terjun ke Kali



KEDIRI, KOMPAS.com — Partini (31), warga Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jumat (9/10), nekat hendak bunuh diri karena hubungannya dengan kekasih tidak mendapat restu dari orangtua.



Ia nekat hendak menjatuhkan diri ke Sungai Brantas dengan terjun dari sebuah jembatan setinggi 20 meter yang letaknya di perbatasan Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri dan Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.



Warga yang mengetahui hal itu langsung meminta Partini untuk tidak melakukan aksi tersebut. Namun, Partini tetap berupaya untuk bunuh diri. Karena kesulitan, akhirnya warga meminta bantuan polisi.



Setelah beberapa jam, akhirnya petugas dari Polres Kediri berhasil menghalau Partini, dan langsung mendekapnya untuk mencegah ia terjun ke dalam sungai yang saat ini dangkal karena musim kemarau.



Kepada petugas, ia mengaku depresi karena hubungannya dengan kekasih tidak mendapat restu orangtua. Oleh sebab itu, ia berniat bunuh diri. "Motif pelaku dari pembicaraan tadi, ia mengaku depresi karena hubungannya tidak mendapat restu dari orangtua," kata Aipda Siswanto, petugas dari Polres Kediri.



Korban akhirnya dilarikan ke puskesmas setempat karena sudah dalam keadaan lemah. Selain itu, korban juga sedang mengalami depresi hebat akibat kejadian yang menimpanya.



"Untuk sementara, kami masih membawa dia ke puskesmas setempat, mengingat kondisi psikologis korban lemah," kata Siswanto menambahkan.



Aksi tersebut sempat membuat arus lalu lintas dari Nganjuk ke Kediri macet. Hal itu terjadi karena sebagian pengguna jalan ingin melihat kejadian tersebut.(kompas)